Sumsel dan Babel Banjir
Jalan Lintas Tengah Putus akibat Kebanjiran

Palembang, Kompas - Hujan yang turun dalam beberapa
hari terakhir menyebabkan banjir di Kabupaten Lahat,
Sumatera Selatan, dan Pangkal Pinang, Bangka Belitung,
Senin (29/1). Ratusan rumah di daerah itu terendam
setinggi 50 sentimeter hingga satu meter.

Banjir di kawasan Kabupaten Lahat selain merendam
sejumlah kawasan permukiman juga merusak areal
pertanian warga, di antaranya di Desa Muara Semia dan
Pseksu. Di salah satu desa, tujuh rumah dikabarkan
hanyut.

Informasi dari salah seorang staf Humas Kabupaten
Lahat, Balkis, yang dihubungi di Lahat, mengatakan,
setidaknya ada lima desa kebanjiran. Ratusan rumah
terendam air setelah hujan mengguyur sejak Minggu
(28/1).

Ratusan rumah di Kota Pangkal Pinang dilaporkan
terendam setelah hujan lebat empat jam sejak pukul
02.00, Senin kemarin. Daerah terparah, yakni Kecamatan
Bukit Intan dan Kecamatan Rangkui. Dari data sementara
posko banjir, jumlah rumah yang terendam 263 rumah di
Kecamatan Bukit Intan dan puluhan rumah di Kecamatan
Rangkui.

Murna (49), warga Kelurahan Bacang, Bukit Intan,
dengan tujuh anggota keluarganya mengungsi karena
luapan air Sungai Kolong Kepuh, yang tak jauh dari
rumahnya, mendadak meluap. Sejak pukul 02.00 warga
sudah berjaga-jaga karena hujan sangat lebat.

"Sekitar pukul 02.30 air mulai masuk rumah. Saya
mengungsikan nenek lebih dulu karena dia lumpuh dan
menggunakan kursi roda. Kami mengungsi di dekat
jembatan. Barang-barang tak sempat kami selamatkan,
dua motor saya masih di dalam rumah," tuturnya, sambil
menunjuk rumahnya yang terendam air hingga dua meter.

Dinas Kesejahteraan Sosial Kepulauan Bangka-Belitung
langsung menerjunkan tiga unit perahu karet, dua unit
perahu fiber, dan 100 personel Taruna Siaga Bencana
(Tagana) untuk mengevakuasi korban berikut harta
benda. Tiga buah tenda peleton langsung didirikan tak
jauh dari lokasi bencana. Satu unit perahu karet Polda
Kepulauan Bangka-Belitung juga turut serta
mengevakuasi korban.

Jalinteng putus

Sementara jalan lintas tengah (jalinteng) Sumatera di
wilayah Kabupaten Lahat sejak kemarin pagi putus
akibat banjir merendam badan jalan dan dua jembatan.
Untuk mengantisipasi terjadi kemacetan di jalan
nasional itu, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi
Sumatera Selatan segera menutup jalan dan mengalihkan
kendaraan ke jalan lintas timur (jalintim) Sumatera.

"Hingga Senin petang, hujan deras dilaporkan masih
terus mengguyur Lahat dan sekitarnya. Kami meminta
para pengemudi mengalihkan kendaraan menuju jalintim
Sumatera," kata Kepala Subdinas Bina Marga Wilayah I,
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumsel,
Darwin.

Dua jembatan itu ialah Jembatan Pangi di Desa Ulak
Bandung dan Jembatan Kikim Kecil di Desa Gunung
Kembang, Kecamatan Kikim Timur—keduanya di ruas
Lahat-Tebing Tinggi, Kabupaten Lahat, Sumsel. Lokasi
rendaman di Kilometer (KM) 247 hingga KM 280.

Lalu lintas kendaraan dari arah Baturaja, Tanjung
Enim, dan selatan Sumatera, seperti Lampung, harus
memutar ke jalinteng via Muara Enim, Prabumulih- Kota
Palembang. Kendaraan dari arah utara, Lubuk Linggau
dan sekitarnya disarankan ke jalur alternatif jalan
lintas barat Sumatera via Bengkulu. Jalinteng Sumatera
merupakan jalur terpadat untuk lalu lintas dari arah
Jakarta dan dari arah Medan. Meski tidak mulus,
ratusan truk dan bus antara kota antarprovinsi memilih
jalur ini. Kepadatan bertambah ketika jalintim rusak
parah pada tahun lalu. (AND/BOY/ZUL) 


 
____________________________________________________________________________________
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know.
Ask your question on www.Answers.yahoo.com

Kirim email ke