Sonia: Kemajuan untuk Semua Satu Abad Perjuangan Mahatma Gandhi Dirayakan New Delhi, Senin - Ketua Partai Kongres India Sonia Gandhi mengatakan, India harus menjamin bahwa kemajuan dan kebangkitan adalah untuk semua lapisan masyarakat. Itu penting jika India ingin mewujudkan impian salah satu tokoh besar India, Mahatma Gandhi, yang memang menginginkan hal tersebut. Sonia mengatakan itu di hadapan 400 delegasi dari 87 negara yang menghadiri acara Satu Abad Mahatma Gandhi di New Delhi, Senin (29/1). Mahatma Gandhi lahir di Porbandar, Gujarat, India, pada 2 Oktober 1869. Ada tokoh lain, seperti mantan Presiden Polandia Lech Walesa dan mantan Presiden Zambia Kenneth Kaunda yang juga turut mempromosikan nilai-nilai yang ditinggalkan Gandhi. Delegasi lain yang hadir di konferensi itu terdiri atas unsur pemerintahan, pejabat senior, pemimpin agama, dan anggota parlemen dari berbagai negara. "Negara kita sendiri telah meraih sukses spektakuler dalam beberapa dekade terakhir dan makin berubah cepat," kata Sonia pada pembukaan konferensi yang berlangsung dua hari itu. Konferensi dilakukan untuk memperingati seabad perjuangan tanpa kekerasan yang dicanangkan Gandhi. Perjuangan pola Gandhi itu berhasil mengakhiri 300 tahun penjajahan Inggris di India pada tahun 1947. "Namun, penindasan, kemiskinan, kekurangan gizi, dan warga buta huruf masih terjadi. Kesenjangan masih kuat. Kita harus percepat pertumbuhan ekonomi, jangan mengabaikan dampak buruk pertumbuhan," kata Sonia. Sonia mengatakan sangat menghormati falsafah Mahatma Gandhi soal satyagraha, yang berarti kekuatan dari sebuah kebenaran atau perlawanan pasif, yang menuntut bahwa India harus bisa menjamin semua warganya diuntungkan oleh kemajuan. "Untuk sebuah kesinambungan, pertumbuhan ekonomi harus mengikutsertakan semua pihak. Kinerja dengan angka-angka yang bagus tidak selalu menjamin partisipasi semua pihak," lanjut Sonia. Angka tak menjamin Ia mengingatkan, angka-angka ekonomi makro yang bagus dengan pertumbuhan yang tinggi tak selalu berarti pertumbuhan dinikmati semua pihak. Menurut Sonia, hal itu juga telah disuarakan oleh Gandhi, yakni tentang sarvodaya (kebangkitan bagi semua), yang diyakini oleh Gandhi sebagai fondasi satyagraha. Di antara delegasi, hadir pahlawan anti-apartheid Afrika Selatan Uskup Agung Desmond Tutu, peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006 Muhammad Yunus dan Hernando de Soto (pembela sektor informal). Gandhi pernah tinggal di Afrika Selatan periode 1893 hingga 1915. Tokoh besar India ini meluncurkan perlawanan pasif di Johannesburg pada 11 September 1906. Gandhi mengorganisir protes yang tak pernah terjadi sebelumnya untuk menentang hukum Inggris yang mengekang perjuangan keturunan India. Meski Inggris terus menekan, perjuangan Gandhi tak pudar. Pada konferensi itu, mantan pejuang dan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela (88), berseru kepada dunia untuk menerapkan kembali pola pemikiran Gandhi soal perjuangan tanpa kekerasan. Hal itu perlu diterapkan untuk mengatasi berbagai konflik global sekarang, di mana kekerasan berbalas kekerasan pula. "Falsafah Mahatma Gandhi memberi kontribusi dan memberi inspirasi pada transformasi damai di Afrika Selatan dan memberi kesejukan batin walau terjadi kehancuran kemanusiaan yang dijalankan politik apartheid," kata Mandela, lewat telekonferensi dari Afrika Selatan. Masih relevan Mandela mengatakan, Gandhi, sang pejuang suci, mengombinasikan etika, moralitas, serta keteguhan dalam menghadapi penindas, yakni Kerajaan Inggris. "Di dalam dunia sekarang yang ditandai dengan kekerasan, pesan Gandhi soal perdamaian dan nonkekerasan menjadi kunci utama bagi pertahanan manusia di abad 21," kata Mandela. "Dia begitu yakin dengan kekuatan satyagraha dalam menghadapi kebrutalan penindas, bahkan berhasil membuat untuk menghargai moralitas," kata Mandela. Pada konferensi itu muncul pertanyaan apakah filosofi Gandhi masih layak dipakai dalam mengatasi konflik global seperti sekarang. Sonia mengingatkan, sejak Perang Dingin berakhir, dunia justru belum pernah merasakan perdamaian sebagaimana diharapkan sebelumnya. "Adalah sebuah kesalahan besar untuk menisbikan pendekatan Gandhi di era kita sekarang," kata Sonia.(REUTERS/AP/AFP/MON)
Nyana Bhadra Tibetan Language & Buddhist Philosophy Library of Tibetan Works & Archives Centre for Tibetan Studies & Researches Gangchen Kyishong Dharamsala - 176215 Himachal Pradesh - I n d i a "May I become at all times, both now and forever; a protector for those without protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack of shelter; and a servant to all in need"-- H.H. The 14th Dalai Lama, Tenzin Gyatso -- Bodhicharyavatara [Tib. J'ang.chub.sem.pa'i.c'od.pa.nyid.jug.pa.zhug.so; Ing. Guide to the Bodhisattva's Way of Life, Chapter III, Verse 18-19]~ Shantideva --------------------------------- Be a PS3 game guru. Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
