Puisi-Puisi Chan (4)
Ketika teori dan praktek berjalan seimbang, tak kan ada konflik antara diri dengan yang lain. Ketika awan pergi, tak kan ada lagi bayangan. Sebuah lautan diisi oleh ribuan sungai yang tak pernah berhenti mengalir. Alam semesta yang luas ini adalah rumahku. --------------- KETIKA TEORI DAN PRAKTEK BERJALAN SEIMBANG, TAK KAN ADA KONFLIK ANTARA DIRI DENGAN YANG LAIN. Ada orang yang terlalu praktis. Mereka hanya berpikir untuk mendapatkan hasil dengan cepat dan kurang memperhitungkan gambaran besar untuk masa depan. Inilah yang menyebabkan mereka tidak dapat mencapai kemajuan besar. Beberapa lainnya hanya dapat berkata yang baik-baik saja dan kurang isinya. Hanya ketika kita dapat menyeimbangkan teori dan praktek, barulah dapat menghadapi setiap keadaan dengan baik. Di dalam kehidupan ini, kita selalu memandang segala fenomena secara dualisme, seperti benar dan salah, kamu dan saya, baik dan buruk. Dengan dualisme itu, terjadi perbandingan dan kalkulasi. Dengan perbandingan dan kalkulasi, akan terjadi gosip dan kesengsaraan. Bila anda menyeimbangkan teori dan praktek, anda secara alami akan menghilangkan dualisme dan tidak akan ada lagi perbedaan antara diri dan lainnya, benar dan salah. Pikiranmu akan terbuka dan alami. KETIKA AWAN PERGI, TAK KAN ADA LAGI BAYANGAN. Ketika kamu dapat membersihkan pikiranmu dari dualisme dan perbandingan, maka kamu akan memperoleh kedamaian dan ketenangan di dunia. Ada sebuah ujaran Ch'an: "Saat anda berhenti memikirkan sesuatu yang baik, anda berhenti memikirkan keburukan." Itulah pencerahan. SEBUAH LAUTAN DIISI OLEH RIBUAN SUNGAI YANG TAK PERNAH BERHENTI MENGALIR. Penyebab lautan itu begitu luas karena dia tidak pernah membedakan. Lautan mendapatkan air dari ribuan sungai yang mengisi kekosongannya. Sama halnya dengan gunung Thai yang dapat berdiri kokoh karena dikelilingi gunung-gunung lainnya, yang menjaganya dari erosi. ALAM SEMESTA YANG LUAS INI ADALAH RUMAHKU. Apakah yang terbesar di alam semesta ini? Jawabannya adalah angkasa. Angkasa melabuhkan segala sesuatu dan tidak menghindari sesuatu apapun. Ketika Raja Yuang Chang Chu masih muda, beliau pernah menjadi seorang sramanera untuk sementara waktu. Suatu malam, ketika beliau pulang dari vihara terlalu malam, beliau terkunci di luar pagar. Selama tidur di pekarangan, beliau menyusun puisi ini: Langit adalah kelambuku, bumi adalah selimutnya. Matahari, bulan dan bintang-bintang menemani tidurku. Aku tak berani menjulurkan kaki di malam hari, takut langit di ujung laut terinjak olehku. Seseorang yang pikirannya terbuka dapat mengambil segala sesuatu yang di atas dan di bawah. Kita seharusnya mengembangkan pikiran terbuka yang cukup luas untuk menampung segala sesuatu dan dalam setiap keadaan seperti lautan yang dalam dan angkasa yang luas. Kita tidak seharusnya menolak orang lain karena pendapatnya yang berbeda. Dapat menerima segala sesuatu adalah esensi dari kebesaran.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 04/1/II/2002; Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
