Berita Utama   
Senin, 05 Februari 2007

Jalur Penting Sumatera Putus
Banjir Serang Pantura, Ribuan Warga Mengungsi

Jambi, Kompas - Hujan deras yang terus mengguyur
Sumatera bagian selatan menyebabkan longsor di
beberapa ruas jalur penting antarkabupaten dan
provinsi.

Setelah jalur Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, ke
Bengkulu terputus, kini jalur Kota Jambi ke Kabupaten
Kerinci juga tertutup. Akses transportasi darat dari
Kota Jambi ke Kabupaten Kerinci terputus setelah Jalan
BangkoKerinci di Kilometer 70, Desa Air Melancar,
Kabupaten Kerinci, longsor Sabtu (3/2) malam. Hingga
Minggu antrean kendaraan yang hendak melintasi jalur
tersebut dialihkan melalui Provinsi Sumatera Barat.

Terputusnya jalur Jambi-Kerinci menyebabkan kendaraan
dialihkan ke rute yang melewati Solok, Sumatera Barat.
Jalur semula adalah melalui Bangko-Sungai Penuh
sekitar 300 kilometer, tetapi jalur alternatif itu
sejauh 600 kilometer.

Pembersihan longsoran di Desa Gunung Meraksa,
Kabupaten Lahat, yang memutus jalur Pagar Alam,
Sumatera Selatan, ke Bengkulu dikerjakan hari Minggu.
Diperkirakan jalan itu normal kembali dalam waktu satu
bulan.

Karena jalan utama menuju ke Bengkulu putus, saat ini
satu-satunya jalan yang dapat dilewati dari Palembang
ke Bengkulu dan sebaliknya adalah melalui Sekayu, Musi
Banyuasin. Jalan alternatif untuk menghindari
longsoran dari Desa Karang Tanding, Kecamatan Lintang
Kanan, yang menembus ke Kecamatan Gunung Meraksa Baru,
hanya dapat dilewati kendaraan kecil.

Menurut Amir Syam dari Bagian Humas Pemerintah
Kabupaten Kerinci, longsornya seluruh badan jalan
hingga anjlok delapan meter disebabkan tanah di
bawahnya tidak kuat menahan beban kendaraan dan hujan
deras yang turun sejak Sabtu pagi.

Dengan terputusnya akses masuk Kerinci dan musibah
longsor di banyak titik sepanjang tujuh kilometer pada
wilayah tersebut, anggaran sebesar Rp 21 miliar tengah
disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. "Dana
provinsi akan digunakan untuk membuka kembali akses
jalan yang tertutup ini," tuturnya.

Banjir di pantura

Hujan deras juga menyebabkan banjir di pantai utara
(pantura) Jawa, terutama di Indramayu bagian selatan.
Air sudah menggenangi setidaknya 700 rumah di sejumlah
kecamatan di Indramayu. Air menggenangi ribuan hektar
sawah dan tambak di sepanjang jalan pantura, dari
Cirebon hingga Indramayu.

Di Kecamatan Pasekan, Indramayu, jika Sabtu hanya
empat desa yang dilanda banjir, yakni Totoran,
Karanganyar, Pabean Ilir, dan Brondong, kini menjadi
lima desa setelah Desa Pasekan dilanda banjir. Air
masuk perumahan warga setelah daerah itu terus diguyur
hujan.

Menurut warga, hujan turun terus-menerus sepanjang
hari sejak Sabtu dan mengakibatkan genangan air
bertambah. Di Desa Karanganyar, jika sehari sebelumnya
tinggi air 30-50 cm di jalan, kini sudah mencapai
60-70 cm, bahkan sudah masuk ke rumah warga. "Mau
mengungsi di mana? Semua rumah di sini sama saja,
kebanjiran," kata Darmi, warga Desa Karanganyar.

Basari, Kepala Dusun Karanganyar Blok 4, mengatakan,
dari 325 rumah yang ada di daerahnya, hampir
setengahnya sudah kemasukan air. Warga berjaga-jaga
dan bersiap mengungsi jika banjir makin tinggi.

Di Kecamatan Patrol, Indramayu, banjir menggenangi
tiga desa, yakni Bugel, Patrol, dan Sukahaji. Menurut
Camat Patrol Johar M, sekitar 500 rumah warga
terendam. Ketinggian air mencapai satu meter di jalan,
10 cm di rumah. "Satu rumah warga temboknya juga
dikhawatirkan roboh karena terkikis dan terkena
banjir," katanya.

Di sepanjang jalan pantura, mulai dari Kabupaten
Cirebon hingga Indramayu, petani mencabuti kembali
padi yang mereka tanam sejak dua pekan hingga sebulan
lalu. Mereka berniat memindahkan padi yang masih
berusia muda itu ke lahan lain yang lebih aman.

"Rugi ya rugi. Karena sudah dipupuk dan bibitnya
ditanam, tetapi ya mau apa lagi daripada busuk
terendam air," kata Wastina, petani di Balongan,
Indramayu.

Sementara itu, banjir yang terjadi di Subang dan
Karawang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke
sejumlah lokasi pengungsian terdekat. Hujan yang turun
sejak Sabtu sore menyebabkan air sungai meluap dan
menggenangi sawah dan permukiman.

"Data pengungsi sementara mencapai 8.400 jiwa. Mereka
mengungsi ke 33 titik pengungsian, terutama di lima
desa di Pamanukan," ujar Sujadi, Kepala Seksi Trantib
Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang.

Di Kabupaten Karawang, banjir merendam sejumlah desa
yang dilalui Sungai Cibeet. Ribuan warga mengungsi ke
lokasi yang lebih tinggi sejak Sabtu sore.
(BRO/LKT/ITA/NIT/MKN/ MHF/CHE/WAD) 


 
____________________________________________________________________________________
Get your own web address.  
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL

Kirim email ke