Metropolitan Senin, 12 Februari 2007 aksi kemanusiaan Pengobatan Gratis di Cawang dan Kedoya
Jakarta, Kompas - Tim Dana Kemanusiaan Kompas atau DKK, Minggu (11/2), menyelenggarakan kegiatan pengobatan cuma-cuma bagi sekitar 400 korban banjir di wilayah RW 12 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan pengobatan dilakukan di Masjid Al-Mardiah yang terletak di Gang Nasional, Jalan Dewi Sartika. Pelayanan medis gratis ini dimanfaatkan sekitar 400 warga RT 02, RT 03, dan RT 07 yang menjadi korban banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung di dekat permukiman mereka. "Sebagian besar warga menderita sakit kulit. Namun banyak pula yang menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare," kata Zulhamdi, dokter yang ikut dalam kegiatan itu, bersama seorang dokter sukarelawan lain dan 10 tenaga paramedis. Di tempat sama, tim DKK juga menyerahkan bantuan berupa 300 ember berisi berbagai keperluan darurat pascabanjir, mulai selimut, handuk, sabun, sikat gigi, sampai obat nyamuk dan pembalut wanita. Sehari sebelumnya, kegiatan pengobatan gratis juga dilakukan bagi warga korban banjir di Kelurahan Kedoya Utara, Jakarta Barat. "Kami sudah melakukan kegiatan pengobatan gratis bagi korban banjir sejak hari Kamis lalu di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng," kata Totok Purwanto dari DKK. Jumat (9/2) lalu kegiatan dilakukan di posko banjir di sekitar Jalan Agus Salim. Sehari kemudian diselenggarakan di wilayah Kelurahan Kedoya Utara, Jakarta Barat, yang dilakukan bekerja sama antara lain dengan tim dokter dari Global Rescue. ISPA dan diare Dalam kegiatan pengobatan itu, tim dokter juga menemukan banyak warga yang terserang ISPA, diare, dan gatal-gatal. "Tapi, kami membawa semua obat yang diperlukan," kata Siswo P Santoso, koordinator tim medis yang terdiri dari 40 dokter dan 20 apoteker itu. Obatan-obatan yang dibawa adalah gabungan obat paten dan generik, termasuk ranitidin, trifamicetin cream, komix, salep kulit, hidrocortisone, hingga vitamin. Dari pukul 09.00 hingga petang, para dokter menangani berbagai keluhan kesehatan dari 1.040 warga korban banjir. Selain dari Kedoya Utara, sebagian pasien datang dari daerah lain di sekitar Kebon Jeruk. Dalam kesempatan sama juga disalurkan sumbangan pembaca Kompas berupa beras sebanyak lima ton, yang dibagi-bagi menjadi 700 paket. Pada Jumat dan Sabtu pekan lalu, DKK pun menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah lain, termasuk Sunter Kodamar, Jakarta Utara; Teluk Gong dan Daan Mogot, Jakarta Barat; Kali Pasir, Jakarta Pusat; dan Babakan Madang, Bogor. Berbagai bantuan untuk korban banjir terus mengalir melalui DKK, termasuk bantuan dari warga Setiabudi Timur, Jakarta Selatan, berupa pakaian layak pakai sebanyak dua dus, serta dari warga Godong Jembatan yang berupa mi instan, sandal, dan pakaian anak balita. Bantuan Australia Melalui kedutaan besarnya di Jakarta, Australia akhir pekan lalu juga telah menyatakan akan meningkatkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir di Indonesia menjadi sebesar 250.000 dollar Australia (sekitar Rp 1,75 miliar). Dari jumlah itu, sebesar 100.000 dollar ditujukan khusus ditujukan bagi korban banjir di Jakarta, yang akan diberikan dalam bentuk makanan dan peralatan kebersihan. Sementara itu, kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kemarin menyatakan, sejak Jakarta mulai dilanda banjir pada 2 Februari lalu, mereka telah mendirikan posko bantuan logistik dan medis di tiga daerah banjir di Jakarta. Posko-posko ini didirikan dengan dukungan Rektorat UI dan pihak-pihak lain, seperti Semen Gresik, Bank Niaga, dan XLcomindo. (hln/muk) ____________________________________________________________________________________ Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL
