Metropolitan   
Senin, 12 Februari 2007

Sampah Masih Menutupi Ciliwung

Sampah Dibiarkan Menumpuk di Jalan-jalan

Jakarta, Kompas - Jembatan gantung Condet yang putus
hingga Minggu (11/2) belum diangkat. Akibatnya, sampah
di Sungai Ciliwung yang tersangkut rangka jembatan
penghubung kawasan Condet, Jakarta Timur, dengan Pasar
Minggu, Jakarta Selatan, itu semakin menumpuk.

Warga dapat berjalan menyeberangi sungai di lokasi itu
melalui tumpukan sampah. Berdasarkan pantauan, banyak
warga memilih menyeberangi Ciliwung dengan cara
seperti itu, sementara air sungai tetap mengalir dari
bawah tumpukan sampah.

"Sebenarnya nekat juga menyeberangi sungai melalui
sampah. Tetapi mau bagaimana lagi, karena kalau harus
memutar terlalu jauh," kata Amrul Hadi, warga Pejaten
Timur.

Sebelum jembatan putus, Amrul cukup mengeluarkan uang
Rp 10.000 untuk ongkos ojek anaknya yang sekolah di
Condet. Karena jembatan gantung Condet putus, anaknya
kini harus naik ojek dengan rute memutar dengan ongkos
Rp 20.000.

Aso Sudarso, Ketua RT 03 RW 08, Pejaten Timur, meminta
agar pemerintah segera memindahkan sampah di Ciliwung
itu. "Karena membangun kembali jembatan butuh waktu
berbulan-bulan, untuk tahap awal sebaiknya pemerintah
membuatkan eretan atau rakit untuk mengangkut warga
yang ingin menyeberang dari Condet ke Pasar Minggu dan
sebaliknya," ujarnya.

Warga di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan
Pedongkelan, Kayu Putih, Jakarta Timur, juga
mengeluhkan banyaknya sampah di mana-mana.
Sampah-sampah rumah tangga, seperti meja kursi yang
terendam, busa kasur, hingga berbagai kertas kardus,
koran bekas, dan buku-buku basah, banyak ditumpuk di
pinggir jalan, di depan rumah, dan tepi saluran air.

Akibatnya, pemandangan kumuh dan jorok jelas terlihat.
Lalat pun mengerubungi sampah-sampah rumah tangga
tersebut.

Di tepi Boulevard Kelapa Gading, persis di belokan
menuju Kantor Kepolisian Sektor Kelapa Gading, sampah
bahkan sudah meluber sampai ke badan jalan. Kondisi
sama juga terlihat di Jalan Perintis Kemerdekaan,
tepatnya di Pedongkelan, Kayu Putih.

Di lokasi-lokasi sampah menumpuk tidak terlihat
petugas kebersihan kota yang bekerja. Justru yang
terlihat sibuk adalah para pemulung. Mereka sibuk
membolak-balik tumpukan sampah mencari barang-barang
bekas yang masih bisa dikumpulkan dan dijual.

Lilik, warga Kebon Baru, berharap sampah-sampah yang
sejak empat hari terakhir sudah dikumpulkan secara
swadaya di depan rumah warga segera diangkut. Di
Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pun saat ini
tertumpuk barang-barang dan sampah berlepotan lumpur.

Petugas kurang

Di Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah,
Kota Tangerang, petugas pembersihan sampah belum
sebanding dengan tumpukan sampah yang ada. Akibatnya,
tumpukan sampah yang masih basah bercampur barang
rumah tangga memicu munculnya bau tidak sedap.

Selain sampah, di banyak lorong jalan di Pondok Bahar
masih dipenuhi lumpur tebal. "Kami khawatir jika
sampah dan tumpukan barang yang dibuang warga tidak
segera dievakuasi akan menimbulkan dampak negatif
baru. Sekarang saja, di kawasan kami sudah tercium bau
tidak sedap," kata Zakaria (64), warga Blok P1
Perumahan Pondok Bahar, Kelurahan Pondok Bahar.

Camat Karang Tengah M Syarif memperkirakan,
pembersihan sampah dan barang rumah tangga tidak akan
selesai dalam lima hari ke depan.

Sementara itu, pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Bantar Gebang, PT Patriot Bekasi Bangkit (PBB), sudah
menyiapkan lahan seluas lima hektar untuk menampung
sampah sisa banjir di Jakarta. Pascabanjir, kiriman
sampah ke TPA Bantar Gebang diakui meningkat tajam.

Humas PT PBB Sriyanto Susilo, Minggu, mengatakan bahwa
pihaknya belum dapat memastikan penambahan volume
sampah yang dikirim ke TPA Bantar Gebang.

"Dalam kondisi normal, kami menerima rata-rata 5.500
ton sampai 6.000 ton sampah dalam sehari," ujarnya.
(cas/ndy/hln/cok/tri) 


 
____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!  
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

Kirim email ke