Hai Bro,

Saya belinya di toko buku Periplus, Galaxy Mall, Surabaya. 

Metta,

Tan

--- In [email protected], Wilim Hadiwijaya <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Hi,
> 
> bisa minta info, buku ini bisa dibeli dimana ya? apakah tersedia 
di toko2 buku seperti gramedia? Thanks.
> 
> Metta,
> 
> Wilim
> 
> dh4rm4duta <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                                  Dari The End of Faith karya 
Sam Harris: Banyak orang di muka bumi
>  ini meyakini bahwa sang mahadewa telah "menulis" sebuah "buku."
>  Malangnya, di muka bumi ini berlimpah "buku-buku" semacam itu. 
Orang-
>  orang lalu mulai mengorganisasi dirinya berdasarkan keyakinan
>  terhadap "buku-buku" semacam itu, yang terkadang mengangung klaim
>  ekslusifitas kebenaran. Hanya inilah yang "benar" dan itulah
>  yang "salah." Orang-orang yang tidak percaya pada "kata-kata"
>  mahadewa sebagaimana yang tertera pada "buku" yang diyakininya,
>  dianggap musuh atau sesat dan pantas menjadi pewaris kerajaan
>  neraka. Terjadilah perang dan bunuh membunuh karena "buku."
>  Sam Harris dalam buku tersebut mengajak pembaca untuk merenungkan
>  mengenai hakekat dari apa yang disebut "faith" itu sendiri. Apakah
>  hubungan antara "faith" dan "logika." Banyak orang yang memprotes
>  waktu keyakinannya dikritik dengan pisau "logika," dan mengatakan
>  bahwa "faith" itu tidak dapat "dilogika." Namun pandangan ini 
sangat
>  berbahaya apabila "faith" itu sudah mengandung ajaran bahwa 
membunuh
>  sesama manusia dapat dibenarkan. Apapun logika yang
>  dikemukakan "faith" semacam itu tidak dapat diubah lagi. Membunuh
>  orang lain yang dianggap musuh mahadewa-nya adalah sesuatu yang
>  sangat baik. Pelaku pembunuhan masuk surga, sedangkan yang dibunuh
>  (musuh mahadewa) masuk neraka.... benar-benar kemenangan
>  ganda. "Faith" tidak membutuhkan alasan rasional...titik! Demikian
>  padangan para pelaku kekerasan bernuasansa agama. Inilah yang
>  mengerikan, yakni mengesampingkan "rasio." Selama masih banyak 
orang-
>  orang yang berpikiran semacam itu, kekerasan bernuansa agama masih
>  terus berlanjut.
>  Sam Harris mengatakan bahwa umat Buddhis mungkin saja melakukan
>  kekerasan bernuansa agama, tetapi sungguh berat menjustifikasi
>  (membenarkan) hal itu berdasarkan Dharma (agama Buddha sendiri); 
>  sementara agama-agama
>  tertentu justru secara terang-terangan menyetujui hal itu dalam
>  kitab sucinya. Sam Harris menyatakan bahwa sungguh sulit untuk
>  menjelaskan kekerasan dalam kitab suci semacam itu, bahkan 
>  berdasarkan ilmu
>  hermeneutika yang paling modern sekalipun.
>  Sam Harris secara mengejutkan mengatakan bahwa justru mistisisme-
lah
>  yang rasional. Mistisime berasal dari pengalaman kesadaran, 
sehingga
>  lebih baik ketimbang "faith." Sebenarnya masih banyak lagi yang
>  dapat digali dari buku Sam Harris. Karena itu saya menyarankan 
umat
>  Buddha, untuk membaca buku tersebut. Sekian perkenalan kita dengan
>  Sam Harris.
>  
>  
>      
>                        
> 
>  
> ---------------------------------
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
>


Kirim email ke