Puisi-Puisi Chan (17) Saat kita merubah pikiran, kita telah memiliki sifat ke-Buddha-an Musim semi datang dan bunga di pegunungan bermekaran Gunakanlah lengan yang penuh cinta kasih Untuk melancarkan dan melembutkan semua pikiran makhluk.
---------------- SAAT KITA MERUBAH PIKIRAN, KITA TELAH MEMILIKI SIFAT KE-BUDDHA-AN. Dalam latihan adalah sangat penting untuk merubah khayalan menjadi pencerahan, mengganti aksi menipu menjadi niat yang baik. Kita hanya perlu merubah pikiran sedikit demi sedikit. Jika pikiranmu dengan mudahnya membalikkan keserakahan, kebencian dan khayalan menjadi moralitas, konsentrasi, dan kearifan maka dengan mudahnya kita mengubah neraka menjadi surga. Ada seorang ibu tua yang menghabiskan seluruh waktunya dengan menangisi kehidupannya atas kedua anak perempuannya yang telah menikah. Anak yang besar menikah dengan penjual payung, sedangkan anak terkecil menikah dengan pembuat mie. Saat matahari bersinar, sang ibu memikirkan anaknya yang menikah dengan penjual payung dan mengkuatirkan bahwa tidak ada orang yang membeli payung sehingga mereka tidak dapat menghidupi kebutuhan rumah tangganya. Sedangkan pada saat hujan, sang ibu mengkuatirkan anaknya yang menjual bakmi. Bakminya tidak akan kering tanpa adanya sinar mentari sehingga menghilangkan mata pencaharian. Jadi, saat matahari bersinar, sang ibu menangis untuk istri penjual payung dan saat hujan, sang ibu menangis untuk istri pembuat mie. Bulan demi bulan, sang ibu melewati hari-harinya dengan menangis untuk istri pembuat mie. Bulan demi bulan, sang ibu melewati hari-harinya dengan menangis dan terkenal sebagai wanita penangis. Suatu hari, sang ibu bertemu dengan guru Dharma yang mengatakan kepada dia bahwa dia harus mengubah pikirannya dan sudut pandangnya. "Saat matahari bersinar terik, pikirlah mie anak perempuannya. Dia dapat mengeringkannya dengan cepat dan menjual dengan banyak untuk menghidupi keluarga. Pada saat hujan, anak perempuannya yang tua akan mendapatkan pesanan yang banyak dan keluarganya akan makmur." Sang ibu tua tiba-tiba menyadari kebenaran tersebut dan merubah pikirannya. Saat matahari bersinar, dia tersenyum untuk anaknya yang menjual mie dan saat hujan, dia tersenyum untuk anaknya yang menjual payung. Tahu-tahunya wanita tua itu tidak lagi dikenal sebagai wanita penangis, melainkan sebagai wanita penuh senyum. Sejak saat itu dan selanjutnya dia selalu gembira dan tersenyum. Perubahan dalam sudut berpikir memiliki kekuatan untuk membalikkan alam semesta dan dapat menggantikan manusia biasa menjadi Tathagata. MUSIM SEMI DATANG DAN BUNGA DI PEGUNUNGAN BERMEKARAN. Jika kita mampu mengubah keadaan (sekitar), emosi, dan hubungan kita, jika dapat merubah kegelapan menjadi terang, dan mengganti kesulitan menjadi kemudahan, maka hati dan pikiran kita dapat jernih dan penuh kegembiraan. Apakah ini bukan sejenis musim semi? GUNAKANLAH LENGAN YANG PENUH CINTA KASIH UNTUK MELANCARKAN DAN MELEMBUTKAN SEMUA PIKIRAN MAKHLUK. Setiap orang dari kita memiliki sepasang tangan. Jangan biarkan lengan itu untuk membunuh, mencuri, memukul orang lain atau melakukan karma buruk. Rubahlah tangan itu menjadi tangan kebaikan, cinta kasih, kegembiraan, dan kemurahan sehingga selalu dapat melayani orang lain dan menolong orang lain untuk melakukan perbuatan baik. Kedamaian, Keharmonisan, dan Kegembiraan dunia tergantung dari tangan kita yang penuh cinta kasih.*** --------- sumber: Suara Bodhidharma, edisi 06/III/2003 : Ven.Master Hsing Yun, "Cloud and Water", An Interpretation of Cha'an Poems, Hsi Lai University Press, USA, 2000.
