Kompas, Rabu, 07 Maret 2007
Gempa Sumatera, 52 Meninggal
Getarannya Terasa di Singapura
Padang, Kompas - Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter dengan dua kali gempa
susulan yang magnitudonya lebih besar, yakni 6,1 SR dan 6,3 SR,
meluluhlantakkan sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Sampai pukul 20.00 WIB, data di Posko Bencana Alam Provinsi Sumbar di Padang
menyatakan 70 orang korban meninggal dunia, 47 orang luka berat.
Episentrum tiga gempa itu relatif sama, di sekitar Malalo, pinggiran Danau
Singkarak, atau 16 km barat daya Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar.
Berdasarkan pengamatan Kompas di beberapa wilayah di sekitar Batusangkar,
Selasa (6/3), warga panik karena mendengar isu air di telaga di kawah Gunung
Marapi mengalir deras ke wilayah itu. Akibatnya, masyarakat panik dan dengan
kendaraan yang ada mereka berlari ke wilayah aman seperti di sekitar Danau
Singkarak, perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.
Syaiful (27) seorang sopir, mengatakan, sesaat setelah gempa seseorang
berteriak-teriak di dekat Kantor Cabang BRI Batusangkar menyatakan bahwa air
dari telaga Gunung Marapi mendekati wilayah Batusangkar. "Setelah mendengar
teriakan itu, semua orang panik dan berlarian keluar rumah. Mereka berupaya
menyelamatkan diri dan mencari tumpangan untuk mencapai tempat aman," ujarnya.
Keluarga Kerajaan Pagaruyung yang tengah mengadakan rapat keluarga besar di
Istana Silinduang Bulan, berhamburan keluar dari istana yang sudah berumur
lebih dari 40 tahun tersebut. Akibat gempa itu, salah satu gonjong (tanduk
kerbau) di bagian atap istana, patah.
Di RS Umum Padang Panjang, sekitar 60 orang korban gempa dirawat. Sebelum
terjadi gempa, rumah sakit ini merawat 20 pasien rawat inap. Akibat gempa,
mereka memulangkan 17 pasiennya ke rumah masing-masing. Tiga pasien tersisa
menjalani rawat inap di tenda darurat.
Direktur RSU Padang Panjang, Adi Zulhardi mengatakan, mayoritas korban gempa
mendapatkan perawatan karena luka-luka, seperti tertimpa balok kayu atau tembok
rumah. Sebanyak sembilan korban gempa, terpaksa dikirim ke rumah sakit di Bukit
Tinggi dan Batusangkar untuk menjalani operasi.
Kepanikan yang luar biasa juga dialami warga Kota Padang. "Komunikasi terputus,
jalanan macet. Anak-anak masih di sekolah, keluarga lain di rumah. Bagaimana
kalau tsunami terjadi, tapi mudah-mudahan tidak," kata seorang Ibu menghibur
diri meski raut wajahnya tampak panik.
Kompasyang sempat mengitari Kota Padang, mendapati sejumlah bangunan ruko
roboh. Bahkan, di kawasan by pass Kota Padang, sejumlah petak ruko roboh.
Bangunan ruko dua lantai (empat petak), lantai dasar rata tanah, yang tampak
hancur lantai duanya. Banyak bagunan rumah dan perkantoran retak-retak relatif
besar dan membahayakan, termasuk kantor Gubernur Sumbar di Jalan Sudirman,
Padang.
Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, mencoba menenangkan warga melalui siaran
langsung pascagempa di RRI Padang, namun boleh dikatakan hanya sebagian warga
yang mendengar, karena warga sudah keburu meninggalkan rumah dan atau berada di
perkarangan rumah. Listrik pun di sebagian lokasi padam.
Kondisi Kota Solok, yang menjadi salah satu pusat gempa terparah, sampai malam
ini masih gelap gulita. Hampir di seluruh sudut kota, masyarakat pergi ke tepi
jalan untuk mengamankan diri. Bahkan, ada yang mendirikan tenda di tengah
sawah.
Di Kabupaten Tanah Datar sendiri, salah satu korban gempa yang meninggal,
Januar Saputra, siswa kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Subang Anak, Kecamatan
Batipuh, Tanah Datar. Menurut keterangan saksi mata, korban meninggal karena
tertimpa bangunan sekolah yang rubuh.
Tidak hanya di Solok, beberapa kota di Sumbar sampai Selasa malam aliran
listriknya masih terputus akibat banyaknya tiang listrik roboh akibat gempa.
General Manajer Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera PT PLN, Kikid S
Adibroto mengatakan, pemadaman masih terjadi pada sekitar 20 persen pelanggan
di Solok, 30 persen di Bukittinggi, 10 persen di Payakumbuh.
Di tengah padamnya listrik, Pasar Atas Bukittinggi dilaporkan terbakar.
Kebakaran yang diduga disebabkan hubungan pendek arus listrik ini menghanguskan
165 kios.
Walikota Bukittinggi, Djufri mengatakan, pemerintah kota berkonsentrasi pada
penanganan korban gempa mengingat sejumlah korban akan dirujuk ke Bukittinggi.
"Kami memerlukan bantuan tenda dan velbeld untuk merawat korban," katanya.
Hingga Selasa malam, sembilan korban meninggal dari 116 korban yang dirawat di
sejumlah rumah sakit di Bukittinggi.
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi menyebutkan, bencana gempa dirasakan di
19 kabupaten/kota di seluruh Sumbar, dan baru sebagian kecil daerah memberikan
laporannya. "Data yang kita himpun dari tujuh kabupaten kota, 70 orang
dilaporkan tewas, puluhan luka-luka, ratusan rumah hancur/rusak. Laporan itu
setiap waktu berubah karena belum seluruh nagari terpantau," katanya.
Guncangan gempa di Sumbar, juga dirasakan di Riau, Jambi, Batam dan bahkan di
Singapura. Bahkan, Mal Pekanbaru sempat ditutup karena getaran gempa dan
pengunjung panik. Adapun di Singapura, warga di perkantoran dan apartemen
berhamburan keluar gedung ketika getaran gempa terasa sampai di negeri itu.
Kepala Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumbar, Dody Ruswandi mengatakan,
pascagempa arus kendaraan di lintas tengah Sumatera jalur Padang-Bukittinggi
dan Padang-Solok, terputus akibat badan jalan tertimbun material longsoran di
sejumlah titik. Kendaraan tidak bisa lewat, sehingga ratusan kendaraan berbagai
jenis terjebak macet.
"Di jalur Padang-Bukittinggi, beberapa titik longsor terjadi di kawasan Lembah
Anai, material tanah dan batu jatuh sehingga ada dua mobil beserta sopir dan
penumpang tertimbun," katanya.
Sampai berita ini ditulis pukul 22.00, jalan lintas tengah Sumatera yang padat
itu belum pulih. Alat berat sudah dikerahkan ke sana, namun karena kondisi
labil, Dody meminta warga dengan kendaraannya yang terjebak untuk hati-hati dan
menjauhi kawasan rawan longsor.
"Untuk jalur Padang-Solok, yang longsor di kawasan Panorama II, Kota Padang,
sudah bisa teratasi, namun kendaraan harus antre, lewat satu per satu secara
bergantian dari arah Solok dan dari arah Padang. Yang terbuka baru satu jalur,"
tambah Dody.
Kepala Pusat Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
Surono menyebutkan, gempa di Sumbar disebabkan aktivitas sesar geser dengan
arah relatif barat laut - tenggara dengan strike 153 derajad dan dip 78 derajad
melalui Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok.
"Daerah selatan pusat gempa bumi tersusun endapan kuarter berupa alluvial
sungai, endapan alluvial pantai, endapan rombakan gunung api, endapan gunung
api serta endapan batu gamping tersier yang terlapukkan dengan kuat, bersifat
urai, lepas belum terkonsolidasi dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan
terhadap goncangan gempa bumi," tulis Surono dalam faksimil kepada Gubernur
Sumbar.
Berdasarkan informasi dari BMG, goncangan gempa bumi terasa di Riau dan
Pekanbaru dengan intensitas III - IV MMI dan menurut perhitungan USGS goncangan
gempa bumi di Padang dan Bukittinggi mencapai intensitas VI-VII MMI.
Gempa susulan masih dirasakan warga usai mahgrib, namun waktu tepatnya serta
kekuatan magnitudonya belum diketahui, jalur telepon ke BMG di Padang Panjang
sangat sibuk.
Badan Meteorologi dan Geofisika, Kamis (6/3), mencatat, dalam waktu satu hari
terjadi gempa bersusulan mulai dari wilayah Papua, Maluku Utara, dan Sumatera
Barat, menjadikan hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini rawan gempa.
"Kondisi gempa di suatu lokasi akan memicu kejadian gempa di wilayah lainnya,
sehingga Indonesia saat ini rawan gempa," kata Kepala Bidang Gempa Bumi BMG
Suharjono.
Gempa kedua, berkekuatan 5,5 SR pada pukul 07.09 dengan pusat gempa memiliki
koordinat 0,59 LS dan 127 BT, sekitar 60 kilometer barat daya dari Labuha,
Maluku Utara. Gempa ketiga, terjadi di Sumatera Barat dengan pusat gempa
memiliki koordinat 0,5 LS dan 100,4 BT di sebelah barat daya Batusangkar dengan
kekuatan 5,8 SR pukul 10.49.
Gempa keempat, dengan pusat gempa tak jauh dari gempa sebelumnya, memiliki
koordinat 0,5 LS dan 100,5 BT berkekuatan 5,8 SR pada pukul 12.49. Menurut
Suharjono, lokasi pusat gempa berada di darat ini akan melepaskan energi yang
bisa memengaruhi rentetan gempa ke wilayah lainnya.
"Khusus untuk gempa di wilayah Sumatera Barat, gempa yang terjadi pada segmen
Singkarak. Patahan yang ada di wilayah Sumatera, meliputi dari Andaman, Aceh,
hingga Selat Sunda memiliki 11 segmen yang dapat terpengaruh gempa di segmen
Singkarak," kata Suharjono.
Presiden ke Batu Sangkar
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono batal ke Simalungun dan Medan, Sumatera
Utara, 7-8 Maret untuk sejumlah acara. Presiden memutuskan untuk ke Batu
Sangkar, Sumatera Barat, Rabu (7/3) untuk mendatangi korban gempa bumi.
"Presiden ke Sumatera Barat. Dengan sangat menyesal, Presiden batal ke Sumatera
Utara. Acara di Sumatera Utara akan diwakili menteri terkait," ujar juru bicara
kepresidenan Andi Mallaraneng yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/7).
Rencananya, di Simalungun, tepatnya di Desa Raja Maligas, Kecamatan Huta
Bayuraja, Presiden akan melakukan panen raya dan menyerahkan sejumlah bantuan
kepada para melayan dan petani.
Usai panen raya, Presiden dijadwalkan menandatangani prasasti peresmian Taman
Hewan dan Moseum Zoologi di Kota Pematang Siantar. Presiden juga berencana
bertemu dengan para pengelola kebun binatang seluruh Indonesia untuk berdialog.
Rabu malamnya, di Medan, rencananya Presiden akan menghadiri Perayaan Jubileum
50 Tahun Dewan Gereja Asia. KamisPresiden direncanakan akan bersilaturahmi
dengan para ulama se-Sumatera Utara, penyerahan bantuan untuk pondok pesantren
se-Sumatera Utara, dan peresmian Masjid Al-Musannif.
(NAL/MHD/ART/ITA/FER/BIL/CHE/NAW/INU/BSW/AFP)
---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.