Salam Metta, Meditasi membuat orang gila? hm... bisa saja terjadi kok, jika dia hanya berlatih saja tetapi tanpa di dasarkan pada pengetahuan, yang terjadi adalah pengetahuan dan hasil yang diperoleh akan mempengaruhi dirinya sendiri
Pertanyaannya adalah apakah dia dapat mengendalikan pikirannya untuk tetap sadar dan membedakan mana yang merupakan bayangan pikiran dan kenyataan, jika dia tidak dapat membedakannya maka yang terjadi adalah dia menjadi gila atau terbawa dengan pengetahuan dan hasil itu sehingga menghasilkan orang2 gila ( gila ilmu/dukun/paranormal/gila tidak waras ) serta menimbulkan pandangan salah. Tetapi jika dia tetep waspada dia akan bisa menuju ke tingkat yang lebih lanjut lagi dan lebih waspada lagi pada setiap tindakannya dan menambahkan pengetahuannya . Tiap object meditasi memang di ciptakan untuk memudahkan tiap individu melatih pikirannya dan dalam proses pengawasan pikirannya agar tidaklah menimbulkan banyak macam pikiran2 lainnya. Contohnya menggunakan object mayat , jika tidak memiliki pengendalian dan pengawasan pikiran yang kuat semua yang di lihat akan menjadi sama seperti object meditasinya, saya sendiri pernah menggunakan salah satu dari 10 macam object mayat2 tersebut, yang terjadi adalah selama hampir 2 minggu semua yang saya lihat adalah tengkorak saja, tidak ada lagi pria dan wanita, saya hanya bisa membedakan mereka dari suaranya saja, untung saja sejak kecil saya sudah sering melihat tumpukan tengkorak dan tipe2 mayat dari yang masih utuh sampai sudah proses membusuk parah sekali sehingga tidak terlalu takut lagi, coba di bayangkan saja jika yang mengalami hal tersebut tidak kuat pasti gila dia. Yang pasti nafsu makan saya jadi berkurang pada saat tersebut, karena selalu teringat2 dengan mayat tersebut jika yang menyajikan adalah orang lain, sehingga saya akhirnya memasak sendiri kebutuhan2 saya. Object api/sinar matahari memiliki kecenderungan membentuk karakteristik seseorang menjadi emosional, dan jika tanpa metode yang benar dapat merusak mata juga,mata kiri saya sedikit bermasalah karena mencoba berlatih terlalu lama dengan object api, karena mata kita akan cenderung berusaha menekan sinar yang di pantulkan oleh cahaya api atau sinar, sehingga mata kita jadi cepat kelelahan, selain itu juga object api membuat panas suhu tubuh menjadi meningkat, jadi banyak2 saja minum air sebaiknya untuk metode api, dan sinar harus ada pengawasan dari seorang guru pembimbing, karena dahulu saya berlatih tanpa ada guru pembimbing yang terjadi yah seperti itu, dan tangan saya jg pernah terbakar karena tiba2 saja api muncul dari telapak tangan saya, saya tidak akan melatih teknik ini lagi itu adalah beberapa dari pengalaman saya sendiri, tidaklah ada yg perlu di banggakan dari itu semua, yang terpenting adalah mendapatkan metode yang cocok untuk diri kita sendiri dan mencapai tujuan akhir. Saya setuju dengan Saudari Dian, agar tidak hanya bermeditasi saja , tetapi jg di imbangi juga dengan kegiatan olahraga, jika di perlukan olahraga outdoor, karena saat bermeditasi dengan posisi duduk jalur peredaran darah pada kaki kita sedikit tergangu, jadi kl bisa usahakan bermeditasi dengan berbagai posisi tubuh, seperti berjalan dan berbaring juga, tidak hanya duduk saja. selain itu jg usahakan bersosialisasi dengan sekitarnya, jika kurang bersosialisasi dan kita tidak dapat mengawasi pikiran kita yang terjadi adalah akan berkembang sifat kecenderungan untuk menyendiri dan tidak perduli dengan mahluk lain, ini sangat tidak baik karena membentuk sifat benci dan ketidak sukaan yang terselubung Jika bisa carilah guru pembimbing untuk bermeditasi, peran guru pembimbing ini gunanya memberikan object yg cocok untuk diri kita dalam bermeditasi, saya baru menyadari pentingnya guru pembimbing setelah berlatih dengan banyak metode, memang amat menghabiskan waktu saja jadinya. Carilah guru pembimbing yang dapat membantu tujuan meditasi anda untuk pengawasan batin Regard, Andri ----- Original Message ---- From: Dian Amalia <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, March 6, 2007 7:16:58 PM Subject: Re: Balasan: Re: [Dharmajala] Dengan Menggunakan Berbagai Alat2 Canggihkah??? Dear all, Serem juga ya kalau meditasi malah makin gila. Ya, kemungkinan motivasinya salah... ya salah satunya kalau cuma buat cari kesaktian sih lebih baik tidak usah. Tujuan Meditasi di Buddhis emang untuk memurnikan pikiran. Ampe bisa ke tahap2 yang gak bisa dijelaskan secara oral (jhana dsb).. tapi juga jangan melekat pada jhana karena tujuan di Buddhis bukan untuk itu. Memang sebaiknya meditasi itu disesuaikan dengan diri sendiri and ada pembimbing yang kompeten (bhikku/ni). Saya pribadi gol darah O dan kalau lama2 gak gerak peredaran darah bisa gak lancar. Karena itu saya imbangi dengan olahraga, selain meditasi (so far saya baru sanggup ikut yang 10 hari kursus). Dan soal marah2 bisa lebih sadar diri lah.. gak lost control. And ini sekedar info aja ya (boleh percaya boleh tidak). Dari info Naturotherapy yang saya dapet soal dis-ease (ketidakseimbangan pada unsur2 yang ada pada diri sendiri) itupun saya ambil dari Astrology Bible (saya belum menjalani praktik naturotherapy di tempat khusus, cuma coba2 sendiri). Kalau kelebihan unsur udara (dari latihan pernafasan) memang ada gejala2 kayak schizophrenia, restlessness dan nervous disorder. Cara ngimbanginnya dengan minum vit. B, Minum Chamomile, banyak minum, Moderate outdoor exercise, pakai pakaian hangat dan suhu lembab. So, emang harus ati2.. tiap orang ada kecenderungan khusus... metode yang satu belum tentu cocok bagi yang lain (itu saya kutip dari temen saya). Positifnya juga banyak sih kalau ngelatih pernafasan udara, seperti lebih pede, gak capek dan gak murung. Jadi rumit ya? emang lebih baik cocokin aja ama pribadi masing2, biar gak terjadi kesalahan2 fatal yg tidak diinginkan. Get a good teacher.. but b sensible also to yourself, jangan dipaksakan. Sekian sharingnya, Semoga tidak terkesan menggurui. Metta, Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
