Sebelumnya sudah saya bilang, benerin yang kecil2 dulu, yang kita sanggupin dan mampu, niscaya yang besar2 akan jadi benar.
Gimana yang besar bisa di atur, yang kecil2 aja ga mau di atur.

Apakah tidak terbalik ini Pak, setahu saya yang besar dulu memberi contok kepada yang kecil, baru nanti yg kecil akan menurut. Seperti halnya dalam rumah tangga Orang Tuanya dulu memberikan contoh yg baik kepada anaknya baru nanti anaknya akan menurut.


Agus Supriadhie wrote:
Alesan sesuap nasi ini seperti liat derap hukum.
"Kenapa kamu maling?" maaf pak saya mencari sesuap nasi.

Bung Johan yang pinter ini sebelum nya sempat salah kaprah dengan ingin menghancurkan aturan di muka bumi ini. Hanya Binatang yang ga punya aturan bung, dan kita (minus anda mungkin) bukan binatang. Kedua, dengan mencari sesuap nasi. Hehehe saya cukup bales dengan anekdot diatas bung :)

Sebelumnya sudah saya bilang, benerin yang kecil2 dulu, yang kita sanggupin dan mampu, niscaya yang besar2 akan jadi benar.
Gimana yang besar bisa di atur, yang kecil2 aja ga mau di atur.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, kalau benar, kenapa takut?!
Btw, Bung Johan ini sedang berbuat salah ya ? kok takut bener kesannya :P
Apakah termasuk "ISP gelap"? "NAP gelap"? Jelas tidak dunk sepertinya .. anda kan BERMARTABAT :)





-- Informal ISP Technical ( sometimes dirpji :p ) Discussion.

Kirim email ke