Saya juga bingung kaitan antara subject dengan isi karena tidak nyambung. Subject menyoroti dokter, isi menyoroti kebijakan pemerintah. Jika ngomong tentang dokter, tidak semuanya seperti itu. Saya punya dua pengalaman tentang dokter, yang satu menjengkelkan dan yang satu lagi menyenangkan dan saya berterima kasih kepada dokter tsb. Oleh dokter pertama anak saya (3 tahun waktu itu) divonis TBC dan dikasih obat untuk diminum selama 1 tahun dan tidak boleh telat (ngeri juga, anak saya dikasih obat terus menerus). Tapi saya tidak yakin dengan vonis itu karena berlawanan dengan pengamatan saya: ia riang, tidak kurus, dsb. Akhirnya saya cari second opinion kepada dokter lain yang spesialis paru. Dan menurut beliau anak saya tidak kena TBC. Beliau menjelaskan secara gamblang tentang TBC bahkan diperbolehkan ngobrol cukup lama. Penjelasan yang begitu jelas, masuk akal (beda dengan dokter pertama yang langsung memvonis tanpa ada penjelasan detail meski saya sudah meminta penjelasan) membuat saya puas. Dan sampai sekarang anak saya sehat wal afiat (alhamdulillah). Coba bayangkan kalo vonis itu saya percaya. Terima kasih. On Wed, 2006-06-28 at 14:02 +0700, SPSI K1 wrote:
> > hi all, > > dokter yang sudah diangkat sumpahnya waktu di wisuda tidak semuanya > diparaktekan dikehidupan sehari2, jarang sekali kita temui dokter apalagi > spesialis yang betul2 menolong rakyat terutama yang tidak memiliki uang > untuk berobat, sampai ada rumah sakit di kota saya yang harus memberikan > deposit dulu baru si pasien boleh opname, celakanya kualitas dokter di > indonesia masih diragukan ketimbang dokter di singapura, walaupun dengan > kelengkapan alat yang sama, disiplin dan servis dokter dan rumah sakit di > singapura lebih layak untuk diacungi jempol. > > contoh kecil, untuk pemesanan kacamata kir untuk para pelajar, pemerintah > terkesan menutup mata terhadap optik2 yang mematok mahal untuk pemesanan > kacamata, padahal kacamata penting untuk para pelajar membaca tulisan di > papan tulis yang nantinya akan berdampak pada prestasi belajarnya. belum > lagi masalah kesehatan gigi, terkesan "not responding" untuk hal itu, > apalagi saya dengar untuk pemasangan kawat gigi bisa menghabiskan dana > jutaan rupiah, apakah ada alternatif lain selain pergi ke dokter, padahal > tugas dokter sudah jelas untuk membuat masyarakat indonesia sehat dan segar > bugar seperti sayur :)? > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/wrSolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

