Saya agak bingung dgn maksud speaker TOA. karena banyak sekali spesifikasinya.
Di Puskesmas saya sendiri saya punya bbrp speaker TOA. yaitu
1. Portable wireless meeting amplifier (with speaker) spt buat kantor pd
umumnya.
2. Speaker seri F160 Water Resistant series. Saya pakai buat memanggil
pasien di ruang tunggu. Saya pakai dgn amplifier TOA juga serinya saya lupa.
3. Portable Horn Speaker yang biasa buat siaran keliling petugas penyuluhan
(biasannya saya taruh diatas mobil, dgn amplifier mobil seri CA).
Semuanya bila dipakai menurut petunjuk, tidak akan membuat telinga sakit,
karena TOA sendiri adalah pembuat audio yg professional yg memperhatikan
kaidah2 akustik dalam setiap produknya. Sebagai cth Amplifier saya punya
limiter output yg bisa di set sehingga bila outputnya lebih besar dari batas
toleransi, maka akan otomatis diturunkan levelnya, sehingga nggak akan
menganggu pendengaran audien.
Memang harganya lebih mahal tapi saya percaya akan kehandalan produknya.
Kalau yg dimaksud adl Horn Speaker (spt yg dipakai di masid/musholla/ tukang
jualan jamu etc) mmg seringnya bikin telinga sakit karena biasanya mereka
memakai amplifier murah yg tidak ada limiter-nya jadi asal kenceng.
Bila telinga rasanya sakit, pasti dB-nya tinggi. Paling baik ya menutup
telinga (bisa dgn ear plug).
Salam
Dr. Kristianto Budi Wibowo
Puskesmas Pamotan Kab. Rembang
Jimmy kosasih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kira2 apa kelebihan dan kekurangannya?
gmn tips supaya kita terhindar dari pengaruh buruk speaker toa yang
berlebihan volume suaranya?
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]