Pak Arief... Tindak pengobatan untuk hepatitis B dilakukan bila penderita yang memang mengidap gejala hepatitis, atau yang biasa masyarakat awam sebut dengan penyakit kuning. Gejalanya antara lain; badan tampak kekuningan-- dimulai dari selaput mata putih (Sklera) sampai seluruh tubuh (bila memberat), selera makan hilang, badan lemas, muntah dan mual, kadang disertai demam ringan. Tapi, tindak pengobatannya pun hanya bertujuan untuk mengurangi gejalanya, bukan untuk membasmi virus Hepatitis ini. Beberapa antivirus telah ditemukan dan pernah dicobakan untuk mengobati kasus hepatitis, tapi ternyata efek samping dan budget yang terlalu besar melebihi efek terapi yang diinginkan membuat beberapa literatur tidak menganjurkan hal ini. Dalam kasus hasil HBsAg positif, ini tidak berarti anda sedang menderita hepatitis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, positifnya pemeriksaan ini berarti di dalam tubuh anda sudah hidup virus hepatitis. Tapi, selama tidak muncul gejala penyakit kuning seperti yang dijelaskan diatas, berarti anda belum menderita hepatitis. Banyak orang yang positif HBsAg-nya tapi tidak jatuh menjadi penderita hepatitis sampai akhir hidupnya. Jadi, tidak perlu terlalu kuatir, tetap mesti jaga kondisi badan, terapkan pola hidup sehat, olahraga dan cek up rutin ke dokter langganan. Ada pemeriksaan lain yang bisa dilakukan bagi yang HBsAg-nya positif, yaitu HBeAg (Hepatitis B envelope-Antigen). Dengan mendeteksi HBeAg, kita bisa tahu kondisi virus dalam tubuh kita ini apakah sedang aktif atau pasif. Kalau positif, berarti virusnya sedang aktif bertumbuh dan potensial untuk menyebabkan seseorang menderita hepatitis. Kalau negatif, berarti kondisi virusnya sedang pasif, tidak aktif bertumbuh. Pemeriksaan ini berguna untuk memutuskan perlu tidaknya pemberian vaksinasi. Untuk istri Pak Arief, saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan ini, sekedar mencari tahu kondisi virus yang sedang bersarang di dalam tubuh istri anda. Soal penyebarannya, memang virus ini menyebar lewat pertukaran cauran tubuh, seperti liur, lendir, darah, dsb. Jadi, kemungkinan besar akan menular ke bayi yang sedang dikandung. Tapi, beberapa teori mengemukakan bahwa terdapat proteksi parsial terhadap janin yang sedang dikandung, sehingga pemberian imunisasi hepatitis pada bayi yang baru dilahirkan dari ibu yang positif HBsAg sangat dianjurkan. Sebagai suami, semestinya Pak Arief juga memeriksakan diri, karena proses penularannya juga bisa melalui hubungan sex. Seandainya hasilnya HBsAg masih negatif dan AntiHBs titernya <100, berarti anda harus divaksinasi untuk mencegah tertular hepatitis B. Sekian, Husen.
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, August 30, 2007 3:35 PM To: [email protected] Subject: RE: [Dokter Umum] Tanya Hasil cek laboratorium jd pengobatan yg dilakukan u hepatitis B ini adalah dgn obat apa? kl pada wanita yg sedang hamil bgmn? kebetulan istri sdh cek dan utk keterangan HBsAg adlh positf..apakah ini berbahaya bagi si ibu & bayi nya?mohon info Arif "Latief, Muh Husen \(PTI - SOR\)" < [EMAIL PROTECTED] <mailto:latiefm%40inco.com> com> Sent by: dokter_umum@ <mailto:dokter_umum%40yahoogroups.com> yahoogroups.com 08/30/2007 01:33 PM Please respond to dokter_umum@ <mailto:dokter_umum%40yahoogroups.com> yahoogroups.com To < dokter_umum@ <mailto:dokter_umum%40yahoogroups.com> yahoogroups.com> cc Subject RE: [Dokter Umum] Tanya Hasil cek laboratorium Mbak Witari yang baik... GPT adalah salah satu enzim yang dihasilkan di hati, dan bisa dijadikan indicator baik tidaknya fungsi hati. Akan tetapi enzim ini tidak hanya dihasilkan di hati saja, di tempat lain seperti otot, juga menghasilkan enzim yang sama. Ini berarti pemeriksaan ini tidak terlalu spesifik untuk mengabarkan kondisi hati yang sebenarnya. Dari hasil pemeriksaan yang ada, tampak kalau nilai GPT anda masih dibawah nilai rujukan (<34). Ini berarti kadar enzim GPT yang ditemukan dari sample darah anda yang diambil di laboratorium belum menunjukkan peningkatan, dengan kata lain, saat ini kadarnya masih dalam batas normal. HBsAg (Hepatitis B surface-Antigen) adalah salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya virus hepatitis B di dalam darah. Dari hasil pemeriksaan anda, ternyata hasilnya non-reaktif, artinya pada saat sample darah anda diambil tidak ditemukan jejak virus ini di dalam tubuh anda, artinya untuk saat ini bisa dikatakan anda tidak terinfeksi hepatitis B. Yang patut dipertimbangkan adalah pemeriksaan Anti HBs. Pemeriksaan ini untuk mengetahui ada tidaknya antibody/kekebalan tubuh terhadap Hepatitis B. Karena, walaupun sekarang anda terbukti tidak terinfeksi, bukan berarti besok sama. Dengan pemeriksaan ini kita bisa mengetahui derajat kekebalan tubuh kita terhadap infeksi virus Hepatitis B. Bila hasil pemeriksaan titernya < 100, berarti system kekebalan anda masih kurang dan perlu dibooster (ditambah) dengan vaksinasi. Kalau titernya > 100, berarti system kekebalannya cukup tangguh untuk melawan virus ini dan tidak perlu lagi di-boost. Salam, Husen. ________________________________ [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

