"...kalau ada obat yg mujarab utk segala macam penyakit,
maka obat itu bukan obat penyembuh tetapi obat yg mengkamuflase
penyakitnya sendiri. "
Dokter Dony, saya bingung dengan maksud kalimat diatas. Apa maksudnya, obat
tersebut "berteman" dengan penyakitnya ?.
Wassalam,
Agus
"Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hello Rin,
Pernah kah ada testimoni ttg kegagalan produk yg diangkat, kemudian
dicari tau kenapa bisa gagal?
Jawabnya tdk pernah!
Yg selalu ada adalah keberhasilan agar produknya bisa laku n anda
sebagai unjung trombak bisa yakin n mempromosikan produk tadi agar
upline anda bisa bertambah kaya, dg komisi yg anda kerjakan buat dia,
dan anda getol mencari DL agar anda juga bisa dihidupkan oleh DL anda
(begitukan cara kerja MLM?)
Saya selama hidup saya belum pernah mau berpromosi seuatu sebelum saya
yakin pasti produk kesehatan tersebut bermanfaat dan berguna serta tdk
mencelakakan org lain; n karena itu ketika sasya dimasukan kedalam
kelompok2 tertentu, tdk atas permintaan saya, maka sayalah yg paling
rewel dg berabagi pertanyaan samapi produk tersebut menjadi jelas baik
isi kandungan, maupun apa yg berbahaya bagi pengguna produk yg tdk di
tampilkan.
Sementara utk produk2 yg benar bermanfaat, saya gunakan utk pasien yg
benar2 membutuhkannya sesuai dg kebutuhan terhadap kandungan dg manfaat
yg bisa di pergunakan utk kesembuhan dan perbaikan tubuhnya.
Dg demikian, saya menjadi sukar utk menaggapi pertanyaan anda apakah
produk yg anda dengar adalah prdouk yg sekedar iklan, atau benar2
bermanfaat?????
Ambil contoh dlm judul produk diatas; Madu, apakah anda tau bahwa madu
yg anada gunakan adalah benar2 madu yg baik?
Apakah anda tau bahwa madu itu cocok bagi org yg anda tawarkan?
Apakah anda pasti bahwa ybs setelah mengkonsumsi produk itu lalu tdk ada
reaksi alergy tubuh yg bisa menyebakan kematian baginya tdk terjadi?
Itu sekelumit kalau sang madu asli; nah kalau madu tersebut hasil rekayasa?
Apakah anda tau bahwa kekentalan madu adalah asli madu, ataukah dlm
produses produk telah dicampurkan dg bahan kimia pengental seperti CMCM,
yg kemudian ketika warna berubah ditambahkan dg bahan pewarna?
Apakah anda tau bahwa manis madu yg anda distributkan tersebut adalah
bnenar manis yg dibuat atau manis yg dikandung oleh madu dan tanpa
penambahan bahan2 lain sebagai pemanisnya, misalnya gula tebu?
Apakah dan masih banyak apakah yg perlu anda tanyakan sebelum anda
samapi pada hal:
Apakah benar bermanfaat bagi tubuh anda dg madu tersebut, ataukah malah
membuat hormon anda porak poranada karena nya?
Apakah hanya madu yg anda pakai sebagai bahan zat gula bagi tuibuh anda,
atauakah madu merupakan tambahan zat gula yg sebenarnya tdk anda
butuhkan kerna anda sdh menggunakan banyak zat gula di teh, kopi,
makanan, minuman, kue2 dstnya???
Apakah reaksi tubuh anda memberikan anda sehat dan bukan menambah
timbunan lemak anda sebagai akibat dari zat gula yg tdk terpakai dan
diolah utk disimpan tubuh sebagai cadangan yg kemudain tdk pernah terpakai?
Perlu anda ingat bahwa manusia adalah mahluk yg sangat berbeda dg mahluk
ciptaan Tuhan lainnya, manusia ber akalbudi, penegtahuan dan kepandaian,
manusia juga diberikan tugas menguasi bumi ini dg segala isinya; artinya
bahwa dg kepandaian, akalbudi, kebijaksanaan manusia perlu belajar,
mengerti mengamalkan semua pengetahuan yg ada, bagi kesejahteraan
manusia juga.
Sementara saya juga bukan pendeta, pastur, kiayi atau pemuka agama
manapun yg dg demikian apa yg saya sampaikan wajib diikuti, akan tetapi
menurut apa yg saya pelajari, kalau ada reaksi tubuh yg karena sang madu
membuat ybs mengalami kenaikan berat badannya meningkat, maka perlu
disikapi apa yg terjadi sehingga berat badan tadi naik; apakah, lagi2
apakah, yg bertamabah ototnya, atau lemaknya?
Kalau lemaknya, maka berarti bahya mengancam, karena lemak dan
penyumbatan karena lemak merupakan musuh yg menjadikan manusia menderita
kelainan jantung!
Satu hal lagi Rin, kalau ada obat yg mujarab utk segala macam penyakit,
maka obat itu bukan obat penyembuh tetapi obat yg mengkamuflase
penyakitnya sendiri.
Contoh soal adalah obat sakit kepala, dimana sakit kepala bukan suatu
penyakit melainkan pertanda adanya penyakit, lalu minum obat sakit
kepala, dan hilang sakit kepalanya, mujarab tetapi sakit sebenarnya
masih ada yg bukan sakit kepala.
Dg demikian mudah2an jawaban saya ini bisa masuk akal sehat dan berguna,
Wassallam,
[Non-text portions of this message have been removed]