Basmi Lalat dengan Jeruk Manis
Oleh ARDA DINATA
LALAT merupakan serangga dari ordo Diptera yang mempunyai sepasang sayap biru
berbentuk membran. Semua bagian tubuh lalat rumah bisa berperan sebagai alat
penular penyakit (badan, bulu pada tangan dan kaki, feces dan muntahannya).
Kondisi lingkungan yang kotor dan berbau dapat merupakan tempat yang sangat
baik bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan bagi lalat rumah.
Umur lalat rumah antara 12 bulan dan ada yang 6 bulan sampai 1 tahun. Selama
dalam siklus hidupnya lalat rumah mempunyai 4 stadium. Pertama, stadium telur.
Stadium ini lamanya 1224 jam. Bentuk telur lonjong bulat berwarna putih. Besar
telur 12 mm. Telur dikeluarkan oleh betina sekaligus sebanyak 100150 butir.
Di tempat kotoran yang panas dan lembab merupakan faktor yang dapat
mempengaruhi lamanya stadium ini. Makin panas makin cepat, makin dingin makin
lambat.
Kedua, stadium larva. Stadium larva ini ada tiga tingkatan. (a) Setelah keluar
dari telur belum banyak bergerak. (b) Tingkat dewasa, banyak bergerak. (c)
Tingkat terakhir, tidak banyak bergerak. Kalau kita lihat lebih jauh, larva ini
bentuknya bulat panjang dengan warna putih kekuning-kuningan dan keabu-abuan,
mempunyai segmen sebanyak 13 dan panjangnya 18 mm. Larva ini selalu bergerak
dan makan dari bahanbahan organik yang terdapat di sekitarnya. Pada tingkat
terakhir (c) larva berpindah dari tempat yang kering ke tempat yang sejuk.
Untuk berubah menjadi kepompong lamanya stadium ini 2-8 hari atau 2-5 hari
tergantung dari temperatur setempat. Larva ini mudah terbunuh dengan temperatur
73oC.
Ketiga, stadium pupa. Lamanya stadium ini 2-8 hari atau tergantung dari
temperatur setempat. Bentuk bulat lonjong dengan warna cokelat hitam. Stadium
ini kurang bergerak atau tidak bergerak sama sekali. Panjangnya lebih kurang 5
mm. Mempunyai selaput luar yang keras disebut posteroor spiracle yang berguna
untuk menentukan jenisnya.
Keempat, stadium dewasa. Stadium ini adalah stadium terakhir yang sudah
berwujud serangga yaitu lalat. Dari stadium telur sampai stadium dewasa memakan
waktu 7 hari atau lebih tergantung pada keadaan sekitar dan macamnya lalat.
Biasanya 8-20 hari.
Pengendalian lalat
Pada umumnya perkawinan lalat terjadi pada hari ke-2 sampai hari ke-12 sesudah
keluar dari kepompong. Dua sampai tiga hari kemudian sesudah kawin baru
bertelur yang jumlahnya sekali bertelur 100150 butir dan setiap betina dapat
bertelur 45 kali seumur hidupnya. Makanan yang utama adalah barang-barang
cair. Ada zat gula, sementara itu bagi benda-benda yang keras dicairkan
terlebih dahulu dengan air ludahnya supaya dapat dihisap. Pada waktu makan
sering kali memuntahkan sebagian makanan. Dengan demikian, memungkinkan untuk
penyebaran kuman-kuman penyakit.
Usaha pengendalian lalat dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, usaha
perbaikan lingkungan, terutama melalui pembuangan sampah yang memenuhi syarat
kesehatan. Usaha ini bertujuan untuk mencegah terjadinya sarang-sarang lalat.
Kedua, usaha pengendalian secara biologis. Usaha ini dilakukan dengan jalan
disterilisasi terhadap lalat jantan, dengan tujuan agar lalat tersebut bila
mengadakan perkawinan akan dihasilkan telur steril. Cara ini hanya dapat
dilakukan di laboratorium.
Ketiga, usaha pengendalian dengan menggunakan racun serangga. Racun serangga
dapat dibedakan berdasarkan tempat masuknya. (a) Stomach poison (racun perut).
Insektisida jenis ini masuk ke dalam tubuh serangga melalui mulut atau
termakan. Biasanya insektisida ini digunakan untuk serangga yang mempunyai alat
mulut menggigit, lekat isap dan bentuk penghisap.
(b) Contact poison (racun kontak). Insektisida jenis ini masuk ke dalam tubuh
serangga melalui spirakel alat pernapasan atau melalui integumen ke dalam
darah. Pada umumnya insektisida jenis ini digunakan untuk serangga yang
mempunyai bentuk mulut tusuk isap. (c) Fumigans (racun pernapasan). Insektisida
jenis ini masuk ke dalam tubuh serangga melalui sistem pernapasan berupa
spirakel yang terdapat di permukaan tubuh, biasanya insektisida jenis ini
digunakan untuk serangga yang tidak tergantung pada bentuk mulutnya.
Apa itu flavonoid?
Jeruk manis (Citrus aurantinum) berasal dari India timur laut, Cina selatan,
Birma utara, dan Vietnam. Pada saat sekarang jeruk manis sudah banyak ditanam
di daerah tropis maupun subtropis. Jeruk manis umumnya ditanam di daerah 2040
LU, dan 2040 LS, sedangkan di sekitar khatulistiwa dapat ditanam sampai
ketinggian 2.000 m dari permukaan laut. Temperatur optimal pertumbuhannya
antara 2530oC.
Buah jeruk yang semakin tua, kandungan gulanya semakin bertambah, tetapi
kandungan asamnya makin berkurang. Buah jeruk manis yang langsung terkena sinar
matahari akan mengandung gula lebih banyak, demikan juga kandungan vitamin
C-nya. Asam amino adalah persenyawaan yang dapat menjadi struktur protein.
Selama perkembangan buah, kandungan asam amino berubah-ubah secara kuantitatif
dan kualitatif.
Kandungan asam sitrat jeruk manis pada waktu muda cukup banyak, tetapi setelah
buah masak makin berkurang. Kandungan asam sitrat jeruk manis valencia yang
telah masak akan berkurang sampai dua pertiga bagian. Cairan buah jeruk manis
mengandung asam malat 1,41,8 mgm per liter.
Flavonoid adalah salah satu jenis senyawa yang bersifat racun/ aleopati
terdapat pada kulit jeruk manis, merupakan persenyawaan glucoside yang terdiri
dari gula yang terikat dengan flavon. Flavonoid yang tidak ada rasanya disebut
hesperidin, sedangkan limonin menyebabkan rasa pahit.
Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam yang terbesar. Golongan
flavonoid mencakup banyak pigmen yang paling umum dan terdapat pada seluruh
dunia tumbuhan mulai dari fungus sampai angiospermae.
Golongan flavonoid dapat digambarkan sebagai deret senyawa C6C3C6 artinya
kerangka karbonnya terdiri atas dua gugus C6 (cincin benzena tersubtitusi)
disambungkan oleh rantai alifatik ketiga karbon. Flavonoid mempunyai sifat yang
khas yaitu bau yang sangat tajam, sebagian besar merupakan pigmen warna kuning,
dapat larut dalam air dan pelarut organik, mudah terurai pada temperatur tinggi.
Flavonoid punya sejumlah kegunaan. Pertama, terhadap tumbuhan, yaitu sebagai
pengatur tumbuhan, pengatur fotosintesis, kerja antimiroba dan antivirus.
Kedua, terhadap manusia, yaitu sebagai antibiotik terhadap penyakit kanker dan
ginjal, menghambat perdarahan. Ketiga, terhadap serangga, yaitu sebagai daya
tarik serangga untuk melakukan penyerbukan. Keempat, kegunaan lainnya adalah
sebagai bahan aktif dalam pembuatan insektisida nabati dari kulit jeruk manis.
Sebagai insektisida nabati, di sini flavonoid masuk ke dalam mulut serangga
(lalat rumah) melalui sistem pernapasan berupa spirakel yang terdapat di
permukaan tubuh dan menimbulkan kelayuan pada saraf, serta kerusakan pada
spirakel akibatnya tidak bisa bernapas dan akhirnya mati.
Akhirnya, tidak berlebihan bila yang kita gunakan sebagai insektisida alami
untuk menekan populasi lalat itu adalah kulit jeruk manis. Sebab, pada kulit
jeruk manis apabila diolah dapat diperoleh persenyawaan hesperidin dan
flavonoid. Tepatnya, dari kulit jeruk manis dapat diperoleh tiga jenis pigmen
atau zat warna yaitu xanthophyll, violaxanthin, dan flavonoid. Nah, kandungan
flavonoid inilah yang mempunyai sifat insektisida. Oleh karena itu, dari kulit
jeruk manis ini apabila diolah secara tepat dapat digunakan sebagai racun
serangga.***
Arda Dinata
Teknisi Litkayasa di Loka Litbang Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang
(P2B2) Ciamis, Balitbang Kesehatan Depkes.
Tulisan ini dimuat di HU Pikiran Rakyat, Bandung edisi: 16 Februari 2006.
--
Posted By ardanews to ARDA NEWS at 7/15/2008 11:00:00 PM
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/