----- Original Message ----- From: "Lenna Sari" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Jannes (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>; "[EMAIL PROTECTED] com (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Sapta J Tandi (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>; "[EMAIL PROTECTED] com (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>; "Liebianto" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 30 June, 2004 9:09 AM Subject: [DM_Palmerah] FW: Siasat Jitu SOEHARTO!
> > > Sebuah gedung di Jl. Mampang Prapatan Jaksel sudah > > sejak 1 tahun terakhir ini kerap di kunjungi > > Wiranto. > > Biasanya setiap berkunjung ke situ Wiranto selalu > > ditemani "sang guru ngaji", seseorang yang begitu > > powerfull di pengurus elite parpol yang berkantor di > > jalan itu. Sebelum membahas lebih lanjut misteri jl > > Mampang Prapatan itu, lebih baik pelajari dulu > > kronologi dibawah ini. > > > > Siasat Jitu Seharto > > > > Selepas dicopot dari jabatan Menhankam/Pangab, > > Wiranto > > secara khusus dipanggil Soeharto untuk membicarakan > > "keselamatan dan keamanan" keluarga besar Cendana. > > Lewat berbagai pertemuan dan konsolidasi internal, > > akhirnya Soeharto memutuskan memakai 3 skenario: > > - Mencari jalan merebut kembali Golkar. > > - Membuat partai baru sebagai test case kesiapan > > publik memaafkan Soeharto. > > - Menciptakan "pemimpin" baru > > > > Skenario tersebut kemudian dijalankan secara > > sistematis dan penuh perhitungan matang. Cendana > > menyediakan dana 2T untuk memuluskan langkah ini. > > Agar > > Golkar terkesan "baru", Soeharto memerintahkan R > > Hartono untuk membuat parpol baru yang "identik" > > dengan Golkar lama. Bahkan agar makin menegaskan > > kepada publik bahwa Golkar sekarang sudah > > benar-benar > > "baru", R Hartono sampai rela menjadikan dirinya > > bahan > > caci maki publik karena menyebut partainya sebagai > > "antek Soeharto". Strategi ini berjalan mulus, > > karena > > kegeraman publik terhadap Soeharto mendapat tempat > > baru, PKPB. > > > > Sementara Golkar "baru" mendapat simpati dan > > kepercayaan publik, apalagi ditambah dengan perfoma > > pemerintahan Mega yang sarat KKN. Hasilnya, hanya > > butuh waktu 5 tahun, Golkar kembali menang di negeri > > ini. Kemenangan Golkar makin memperkuat keyakinan > > Soeharto bahkan Cendana akan selamat, survive, dan > > kembali jaya! Lewat Rizal Malarareng Golkar terbujuk > > untuk melakukan Konvensi. (Skenario Konvensi adalah > > cara jitu Soeharto mengkudeta Golkar. Dengan dana > > ratusan milyar, bukan hal yang sulit bagi Soeharto > > untuk meloloskan bekas ajudannya paling setia > > memenangi Konvensi.) > > > > Usaha Wiranto > > > > Selepas pertemuan dengan Soeharto itu, Wiranto > > segera > > aktif menyiapkan diri. Langkah pertama, mendekati > > "kalangan Islam". Langkah seperti ini gampang > > dilakukan Wiranto karena sudah mempunyai jaringan ke > > sana. Sejak adanya demo "anti Sidang Istimewa" pada > > masa Habibie dulu, Wiranto sudah menggalang hubungan > > dengan pihak Islam (walau dengan perbedaan > > kepentingan, mereka disatukan oleh "musuh bersama", > > yakni kelompok-kelompok anti SI yang waktu itu > > kental > > bernuansa "nasionalis" atau "nonmuslim". Seperti > > Forkot, Famred, Barisan Nasional, dan kampus-kampus > > Kristen). > > > > Wiranto bahkan menjadi sangat akrab dengan ketua > > KAMMI > > Fahry Hamzah, Ketua Senat UI Rama Pratama. Bahkan > > aksi-aksi mahasiswa pro SI ketika itu banyak sekali > > mendapat sokongan dana dari Wiranto. Wiranto > > (mendapat > > mandat khusus dari Soeharto, untuk pro SI, karena > > dengan itu keselamatan dan keamanan Cendana > > terjamin) > > juga mengumpulkan banyak massa dari > > pesantren-pesantren yang diwadahi dalam PAM > > SWAKARSA. > > Ketika kedekatannya makin intensif dengan kaum Islam > > ini, lagi-lagi Soeharto memerintahkan Wiranto untuk > > mulai "menampakkan" diri sebagai "muslim" beneran. > > > > Istrinya dan anaknya disuruh memakai jilbab. > > Keduanya > > juga disuruh aktif di Tarbiyah PKS. Padahal, kalau > > mau > > berpikir panjang, dimana-mana militer sangat > > "alergi" > > terhadap identitas-identitas muslim seperti ini. > > Seorang Jendral mencontohkan keluarganya berjilbab > > dan > > ikut tarbiyah segala ke lingkungan militer, sudah > > pasti akan ditentang habis-habisan (karena di > > militer > > yang diunggul-unggulkan adalah "nasionalisme"), tapi > > nyatanya tidak ada satupun yang meributkan hal ini. > > Ini terjadi karena semua jenderal pernah dikumpulkan > > di Mabes TNI untuk menjelaskan "fenomena" jilbab > > keluarga Wiranto ini. Bahwa ini semata-mata taktik > > dari Jenderal Besar. > > > > "Strategi" Soeharto lewat Wiranto ini ditelan > > habis-habisan oleh sebagian elite PKS. Mereka bahkan > > yakin, karena mereka yang "mengajari ngaji" keluarga > > Wiranto, mereka bakal dengan mudah "mengendalikan" > > Wiranto. Jalan pikir seperti ini adalah hal lumrah > > di > > lingkungan tarbiyah, bahwa setiap "kader" pasti > > "tunduk" kepada murobi-nya! > > > > Sedikit Soal SBY > > > > Coba pikirkan dulu barang sebentar. Kenapa SBY > > memakai > > kendaraan PD yang penuh kontroversial? Kenapa tidak > > membuat partai yang "aman-aman" saja. Bukankah yang > > dijual popularitas SBY, bukan platform partai? > > Jawabannya ada disini. > > > > Pertama, SBY pun termasuk dalam strategi Soeharto, > > dengan jalan "menciptakan" pemimpin boneka. Perlu > > diingat, 5 stasiun TV di Indonesia adalah kepunyaan > > Cendana. Dan TV-lah media paling efektif untuk > > menghitamputihkan seseorang. SBY yang "nyaris tidak > > terdengar" tiba-tiba melejit bak bintang film. > > Soeharto tentu saja lebih percaya kepada militer, > > bukankah semua jenderal Soeharto yang melantiknya? > > Bukankah semua jenderal, didoktrin lewat lemhanas > > dan > > sesko-sesko betapa "mulianya" Soeharto! Tapi > > soeharto > > juga tidak bodoh, meskipun popular, SBY diletakkan > > di > > "tempat yang salah", di PD yang penuh nonmuslim. > > Seharto tidak ingin memelihara anak macan, yang bisa > > mengganggu karir ajudan setianya Wiranto ke kursi > > presiden. > > > > Kedua, sebenarnya SBY sudah disediakan P Demokratnya > > Bambang W Soeharto yang lebih kental warna Islamnya. > > Tapi, istri SBY terlalu gampang diperalat Soeharto. > > Dengan alasan lebih at home di PD-nya S. > > Budisantoso, > > Ny Kristina yang nonmuslim (beragama Kristen seperti > > halnya Sarwo Edi Wibowo ayahnya) memilih menjadi > > pengurus PD. Hitungan Soeharto ternyata jitu, > > meskipun > > popular, SBY terpenjara dalam stigma yang terlanjur > > melekat kepada kehidupan pribadi dan parpol yang > > mengusungnya, lingkungan nonmuslim. SBY teramat > > terlambat mengetahui hal ini. Sehingga membuat > > keputusan yang membingungkan. > > > > Khawatir ditinggalkan suara muslim, Maret 2004 lalu > > memaksa istrinya menjadi muallaf. Terus disusul > > dengan > > keputusan "mengusung Syariat Islam" versi Yusril > > Ihza > > Mahendra. Tapi ditentang oleh banyak pihak, terutama > > donatur dan penumpang gelap gerbong PD yang > > bergabung > > karena "hitungan dagangnya" menguntungkan memback up > > SBY. Upaya SBY untuk "membersihkan diri" ini selalu > > dimentahkan oleh Soeharto lewat selebaran-selebaran, > > dan isu-isu sisi gelap SBY. Soeharto bisa > > meluncurkan > > isu itu karena Soeharto tahu betul siapa Sarwo Edi, > > siapa SBY, dan siapa PD. Apalagi Soeharto masih > > memiliki jaringan inteljen yang bisa dengan gampang > > masuk ke arsip paling rahasia TNI. Tidak aneh, > > hampir > > semua isu soal SBY selalu diikuti bukti-bukti yang > > sulit terbantahkan. > > > > Jasa Lain Soeharto > > > > Kerikil dan hadangan tentu saja banyak ditemui > > Wiranto > > untuk ke RI 1. Tapi selama ada dukungan Soeharto, > > rintangan apapun bisa dihadapi dengan tersenyum. > > Kasus > > BNI yang jelas-jelas menyeret dirinya, apalagi > > dengan > > keteledoran tim suksesnya memakai uang hasil > > membobol > > BNI untuk transaksi pembelian rumah, mustinya mimpi > > Wiranto sudah harus berakhir di LP Cipinang. Kasus > > BNI > > yang begitu kasat mata pun menjadi nampak rumit dan > > pelik karena campur tangan Soeharto. Tokoh-tokoh > > sentral kasus ini, yang sulit dijangkau polisi, > > terbukti beberapa kali menemui wartawan. > > > > Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 1Kor1:10 > > To Join, send a blank email to: [EMAIL PROTECTED] > > To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED] > > To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED] > > * Please note: > This mailing list is subject to Christianity (Christian Faith). > Although unmoderated, please no messages on non-related subject. > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -- http://ketawa.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
