|
tentu saja itu hanya isyu......
dan kalaupun isyu itu benar, akhirnya toh PKS tidak
terpengaruh.
Karena PKS sudah menyatakan dukungannya pada Amin
Rais siang kemarin.
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 30, 2004 9:43
AM
Subject: [e-ketawa] Fw: [DM_Palmerah] FW:
Siasat Jitu SOEHARTO!
----- Original Message ----- From: "Lenna Sari"
<[EMAIL PROTECTED]> To:
"Jannes (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>; "[EMAIL PROTECTED]. com (E-mail)"
<[EMAIL PROTECTED]>;
"Sapta J Tandi (E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>; "[EMAIL PROTECTED]. com
(E-mail)" <[EMAIL PROTECTED]>;
"Liebianto" <[EMAIL PROTECTED]> Sent:
30 June, 2004 9:09 AM Subject: [DM_Palmerah] FW: Siasat Jitu
SOEHARTO!
> > > Sebuah gedung di Jl. Mampang Prapatan
Jaksel sudah > > sejak 1 tahun terakhir ini kerap di kunjungi >
> Wiranto. > > Biasanya setiap berkunjung ke situ Wiranto
selalu > > ditemani "sang guru ngaji", seseorang yang begitu >
> powerfull di pengurus elite parpol yang berkantor di > > jalan
itu. Sebelum membahas lebih lanjut misteri jl > > Mampang Prapatan
itu, lebih baik pelajari dulu > > kronologi dibawah ini. >
> > > Siasat Jitu Seharto > > > > Selepas
dicopot dari jabatan Menhankam/Pangab, > > Wiranto > >
secara khusus dipanggil Soeharto untuk membicarakan > > "keselamatan
dan keamanan" keluarga besar Cendana. > > Lewat berbagai pertemuan
dan konsolidasi internal, > > akhirnya Soeharto memutuskan memakai 3
skenario: > > - Mencari jalan merebut kembali Golkar. > > -
Membuat partai baru sebagai test case kesiapan > > publik memaafkan
Soeharto. > > - Menciptakan "pemimpin" baru > > > >
Skenario tersebut kemudian dijalankan secara > > sistematis dan penuh
perhitungan matang. Cendana > > menyediakan dana 2T untuk memuluskan
langkah ini. > > Agar > > Golkar terkesan "baru", Soeharto
memerintahkan R > > Hartono untuk membuat parpol baru yang
"identik" > > dengan Golkar lama. Bahkan agar makin
menegaskan > > kepada publik bahwa Golkar sekarang sudah > >
benar-benar > > "baru", R Hartono sampai rela menjadikan
dirinya > > bahan > > caci maki publik karena menyebut
partainya sebagai > > "antek Soeharto". Strategi ini berjalan
mulus, > > karena > > kegeraman publik terhadap Soeharto
mendapat tempat > > baru, PKPB. > > > > Sementara
Golkar "baru" mendapat simpati dan > > kepercayaan publik, apalagi
ditambah dengan perfoma > > pemerintahan Mega yang sarat KKN.
Hasilnya, hanya > > butuh waktu 5 tahun, Golkar kembali menang di
negeri > > ini. Kemenangan Golkar makin memperkuat keyakinan >
> Soeharto bahkan Cendana akan selamat, survive, dan > > kembali
jaya! Lewat Rizal Malarareng Golkar terbujuk > > untuk melakukan
Konvensi. (Skenario Konvensi adalah > > cara jitu Soeharto mengkudeta
Golkar. Dengan dana > > ratusan milyar, bukan hal yang sulit bagi
Soeharto > > untuk meloloskan bekas ajudannya paling setia >
> memenangi Konvensi.) > > > > Usaha Wiranto >
> > > Selepas pertemuan dengan Soeharto itu, Wiranto > >
segera > > aktif menyiapkan diri. Langkah pertama, mendekati >
> "kalangan Islam". Langkah seperti ini gampang > > dilakukan
Wiranto karena sudah mempunyai jaringan ke > > sana. Sejak adanya
demo "anti Sidang Istimewa" pada > > masa Habibie dulu, Wiranto sudah
menggalang hubungan > > dengan pihak Islam (walau dengan
perbedaan > > kepentingan, mereka disatukan oleh "musuh
bersama", > > yakni kelompok-kelompok anti SI yang waktu itu >
> kental > > bernuansa "nasionalis" atau "nonmuslim".
Seperti > > Forkot, Famred, Barisan Nasional, dan
kampus-kampus > > Kristen). > > > > Wiranto bahkan
menjadi sangat akrab dengan ketua > > KAMMI > > Fahry
Hamzah, Ketua Senat UI Rama Pratama. Bahkan > > aksi-aksi mahasiswa
pro SI ketika itu banyak sekali > > mendapat sokongan dana dari
Wiranto. Wiranto > > (mendapat > > mandat khusus dari
Soeharto, untuk pro SI, karena > > dengan itu keselamatan dan
keamanan Cendana > > terjamin) > > juga mengumpulkan banyak
massa dari > > pesantren-pesantren yang diwadahi dalam PAM >
> SWAKARSA. > > Ketika kedekatannya makin intensif dengan kaum
Islam > > ini, lagi-lagi Soeharto memerintahkan Wiranto untuk >
> mulai "menampakkan" diri sebagai "muslim" beneran. > > >
> Istrinya dan anaknya disuruh memakai jilbab. > >
Keduanya > > juga disuruh aktif di Tarbiyah PKS. Padahal,
kalau > > mau > > berpikir panjang, dimana-mana militer
sangat > > "alergi" > > terhadap identitas-identitas muslim
seperti ini. > > Seorang Jendral mencontohkan keluarganya
berjilbab > > dan > > ikut tarbiyah segala ke lingkungan
militer, sudah > > pasti akan ditentang habis-habisan (karena
di > > militer > > yang diunggul-unggulkan adalah
"nasionalisme"), tapi > > nyatanya tidak ada satupun yang meributkan
hal ini. > > Ini terjadi karena semua jenderal pernah
dikumpulkan > > di Mabes TNI untuk menjelaskan "fenomena"
jilbab > > keluarga Wiranto ini. Bahwa ini semata-mata taktik >
> dari Jenderal Besar. > > > > "Strategi" Soeharto lewat
Wiranto ini ditelan > > habis-habisan oleh sebagian elite PKS. Mereka
bahkan > > yakin, karena mereka yang "mengajari ngaji"
keluarga > > Wiranto, mereka bakal dengan mudah
"mengendalikan" > > Wiranto. Jalan pikir seperti ini adalah hal
lumrah > > di > > lingkungan tarbiyah, bahwa setiap "kader"
pasti > > "tunduk" kepada murobi-nya! > > > >
Sedikit Soal SBY > > > > Coba pikirkan dulu barang sebentar.
Kenapa SBY > > memakai > > kendaraan PD yang penuh
kontroversial? Kenapa tidak > > membuat partai yang "aman-aman" saja.
Bukankah yang > > dijual popularitas SBY, bukan platform
partai? > > Jawabannya ada disini. > > > > Pertama,
SBY pun termasuk dalam strategi Soeharto, > > dengan jalan
"menciptakan" pemimpin boneka. Perlu > > diingat, 5 stasiun TV di
Indonesia adalah kepunyaan > > Cendana. Dan TV-lah media paling
efektif untuk > > menghitamputihkan seseorang. SBY yang "nyaris
tidak > > terdengar" tiba-tiba melejit bak bintang film. > >
Soeharto tentu saja lebih percaya kepada militer, > > bukankah semua
jenderal Soeharto yang melantiknya? > > Bukankah semua jenderal,
didoktrin lewat lemhanas > > dan > > sesko-sesko betapa
"mulianya" Soeharto! Tapi > > soeharto > > juga tidak bodoh,
meskipun popular, SBY diletakkan > > di > > "tempat yang
salah", di PD yang penuh nonmuslim. > > Seharto tidak ingin
memelihara anak macan, yang bisa > > mengganggu karir ajudan setianya
Wiranto ke kursi > > presiden. > > > > Kedua,
sebenarnya SBY sudah disediakan P Demokratnya > > Bambang W Soeharto
yang lebih kental warna Islamnya. > > Tapi, istri SBY terlalu gampang
diperalat Soeharto. > > Dengan alasan lebih at home di PD-nya
S. > > Budisantoso, > > Ny Kristina yang nonmuslim (beragama
Kristen seperti > > halnya Sarwo Edi Wibowo ayahnya) memilih
menjadi > > pengurus PD. Hitungan Soeharto ternyata jitu, >
> meskipun > > popular, SBY terpenjara dalam stigma yang
terlanjur > > melekat kepada kehidupan pribadi dan parpol
yang > > mengusungnya, lingkungan nonmuslim. SBY teramat > >
terlambat mengetahui hal ini. Sehingga membuat > > keputusan yang
membingungkan. > > > > Khawatir ditinggalkan suara muslim,
Maret 2004 lalu > > memaksa istrinya menjadi muallaf. Terus
disusul > > dengan > > keputusan "mengusung Syariat Islam"
versi Yusril > > Ihza > > Mahendra. Tapi ditentang oleh
banyak pihak, terutama > > donatur dan penumpang gelap gerbong PD
yang > > bergabung > > karena "hitungan dagangnya"
menguntungkan memback up > > SBY. Upaya SBY untuk "membersihkan diri"
ini selalu > > dimentahkan oleh Soeharto lewat
selebaran-selebaran, > > dan isu-isu sisi gelap SBY. Soeharto
bisa > > meluncurkan > > isu itu karena Soeharto tahu betul
siapa Sarwo Edi, > > siapa SBY, dan siapa PD. Apalagi Soeharto
masih > > memiliki jaringan inteljen yang bisa dengan gampang >
> masuk ke arsip paling rahasia TNI. Tidak aneh, > >
hampir > > semua isu soal SBY selalu diikuti bukti-bukti yang >
> sulit terbantahkan. > > > > Jasa Lain Soeharto >
> > > Kerikil dan hadangan tentu saja banyak ditemui > >
Wiranto > > untuk ke RI 1. Tapi selama ada dukungan Soeharto, >
> rintangan apapun bisa dihadapi dengan tersenyum. > >
Kasus > > BNI yang jelas-jelas menyeret dirinya, apalagi > >
dengan > > keteledoran tim suksesnya memakai uang hasil > >
membobol > > BNI untuk transaksi pembelian rumah, mustinya
mimpi > > Wiranto sudah harus berakhir di LP Cipinang. Kasus >
> BNI > > yang begitu kasat mata pun menjadi nampak rumit
dan > > pelik karena campur tangan Soeharto. Tokoh-tokoh > >
sentral kasus ini, yang sulit dijangkau polisi, > > terbukti beberapa
kali menemui wartawan. > > > > Tetapi aku menasihatkan
kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia
sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya
kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 1Kor1:10 > > To Join, send a
blank email to: [EMAIL PROTECTED] > > To Post
a message, send it to: [EMAIL PROTECTED] > > To
Unsubscribe, send a blank message
to: [EMAIL PROTECTED] > > * Please
note: > This mailing list is subject to Christianity (Christian
Faith). > Although unmoderated, please no messages on non-related
subject. > Yahoo! Groups
Links > > > > > >
-- http://ketawa.com/
--
http://ketawa.com/
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|