Wrm-Rgrds,


..::[EMAIL PROTECTED]::..
  

::} -----Original Message-----
::} From: Wahyu H [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
::} Sent: Friday, July 30, 2004 9:23 AM
::} Emas Fisika 
::} 
::} Oleh : Ade Armando (Harian Republika)
::} 
::} Pernah dengar nama Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis 
::} Sie? Atau, Ardiansyah? Andika Putra? Atau, Ali Sucipto? 
::} Kalau Anda menganggap nama-nama itu terasa asing di 
::} telinga, jangan berkecil hati. Maklumlah, mereka memang 
::} tidak cukup diekspos media massa. Jangankan tampang, nama 
::} mereka saja tidak hadir di halaman satu surat kabar, di 
::} halaman depan tabloid dan majalah, apalagi di prime time 
::} siaran televisi dan radio kita. Dibandingkan Veri, Kia, dan 
::} Mawar (tiga finalis AFI), misalnya, pemberitaan soal 
::} Yudistira dan kawan-kawan bisa dibilang 'cuma seujung kuku'. 
::} 
::} Padahal, prestasi mereka sangat membanggakan. Mereka 
::} berlima semua siswa SMA membawa Indonesia menempati 
::} peringkat lima besar dalam Olimpiade Fisika Internasional 
::} di Pohang, Korea Selatan, yang baru berakhir Kamis lalu. 
::} Dalam ajang prestisius yang diikuti 73 negara ini, 
::} Indonesia hanya berada di bawah Belarusia, Cina, Iran, dan 
::} Kanada. Negara-negara besar seperti AS, Jepang, atau Jerman 
::} dilibas. Yudistira merebut medali emas untuk kategori total 
::} ujian teori dan praktik (eksperimen), sementara keempat 
::} teman lainnya merebut medali perak dan perunggu. Tapi, 
::} begitulah Indonesia. 
::} 
::} Pencapaian dalam kemampuan menguasai atau mengembangkan 
::} ilmu pengetahuan tidak memperoleh perhatian besar. Remaja 
::} Indonesia, sejak kecil, diajarkan untuk justru mengagumi 
::} hal-hal tidak mendasar. Lihat saja bagaimana saat ini 
::} ribuan remaja Indonesia berduyun-duyun mengikuti berbagai 
::} ajang kompetisi adu tarik suara atau bahkan adu kecantikan. 
::} Impian 'menjadi bintang' terus dipompakan ke benak bangsa 
::} ini. Program seperti AFI dan semacamnya tidaklah buruk. 
::} Tapi, skalanya sudah menjadi begitu besar dan sama sekali 
::} tidak proporsional sehingga bisa menyesatkan rentang 
::} pilihan yang terbayang di benak bangsa ini.
::} 
::} Indonesia adalah negara miskin dan terbelakang. Salah satu 
::} syarat utama untuk mengatasi ketertinggalan ini adalah 
::} penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, 
::} negara ini membutuhkan penghibur (entertainer) dalam jumlah 
::} 'secukupnya' saja. Kita tentu perlu mensyukuri lahir dan 
::} tumbuhnya sebuah generasi muda yang cantik, gagah, pintar 
::} menari dan bernyanyi, atau berakting; namun kita memerlukan 
::} lebih banyak lagi orang pintar. Kepintaran rupanya memang 
::} tak dianggap punya daya tarik tinggi. Akibatnya, media 
::} massa tidak memberi tempat cukup bagi prestasi yang terkait 
::} dengan 'keunggulan otak'. Tanpa disengaja, media tidak 
::} mengondisikan masyarakat untuk menghargai 'kepintaran'. 
::} 
::} Bahkan, di siaran televisi, lazim kita melihat bagaimana 
::} kaum ilmuwan ditampilkan secara karikatural: sebagai 
::} profesor pikun beruban dan berkacamata tebal yang tidak 
::} punya kehidupan sosial. Pasokan sumber daya manusia unggul 
::} di negara ini dipinggirkan. Tentu saja bukan cuma media 
::} massa yang berkonstribusi. Kita misalnya juga tidak melihat 
::} upaya serius pemerintah untuk memelihara dan mengembangkan 
::} kualitas brainware ini. Yudistira dan kawan-kawan pun bisa 
::} saja akhirnya tidak akan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan 
::} bangsa ini karena mereka keburu digaet pihak asing. 
::} 
::} Yudistira misalnya dikabarkan sudah memperoleh beasiswa 
::} dari sebuah universitas teknologi di AS. Dikabarkan pula 
::} dua anggota tim Olimpiade Fisika sudah diterima Nanyang 
::} University of Singapura (NUS). Maklumlah, perguruan tinggi 
::} asing ini aktif mendekati para calon ilmuwan terbaik yang 
::} mereka dapati di ajang internasional, sembari 
::} mengiming-imingi beasiswa, jaminan hidup, dan bahkan 
::} jaminan kerja. Sementara Indonesia, hanya mengamati mereka 
::} dari jauh. Tidak pernah dengar nama Yudistira Virgus? Tidak 
::} apa-apa, kok. Ia cuma pemenang medali emas di Olimpiade 
::} Internasional! 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 



--
http://ketawa.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke