ya....sama tuhhh.pernah sih kampus gue jadi pemenang robot kontes di jepang
tapi gak diekspos tuh.cuma koran lokal aja
----- Original Message -----
From: "..::[EMAIL PROTECTED]::.." <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, August 02, 2004 2:01 PM
Subject: [e-ketawa] Emas Fisika - Sebuah Renungan tentang Pendidikan


>
>
>       Wrm-Rgrds,
>
>
> ..::[EMAIL PROTECTED]::..
>
>
> ::} -----Original Message-----
> ::} From: Wahyu H [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> ::} Sent: Friday, July 30, 2004 9:23 AM
> ::} Emas Fisika
> ::}
> ::} Oleh : Ade Armando (Harian Republika)
> ::}
> ::} Pernah dengar nama Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis
> ::} Sie? Atau, Ardiansyah? Andika Putra? Atau, Ali Sucipto?
> ::} Kalau Anda menganggap nama-nama itu terasa asing di
> ::} telinga, jangan berkecil hati. Maklumlah, mereka memang
> ::} tidak cukup diekspos media massa. Jangankan tampang, nama
> ::} mereka saja tidak hadir di halaman satu surat kabar, di
> ::} halaman depan tabloid dan majalah, apalagi di prime time
> ::} siaran televisi dan radio kita. Dibandingkan Veri, Kia, dan
> ::} Mawar (tiga finalis AFI), misalnya, pemberitaan soal
> ::} Yudistira dan kawan-kawan bisa dibilang 'cuma seujung kuku'.
> ::}
> ::} Padahal, prestasi mereka sangat membanggakan. Mereka
> ::} berlima semua siswa SMA membawa Indonesia menempati
> ::} peringkat lima besar dalam Olimpiade Fisika Internasional
> ::} di Pohang, Korea Selatan, yang baru berakhir Kamis lalu.
> ::} Dalam ajang prestisius yang diikuti 73 negara ini,
> ::} Indonesia hanya berada di bawah Belarusia, Cina, Iran, dan
> ::} Kanada. Negara-negara besar seperti AS, Jepang, atau Jerman
> ::} dilibas. Yudistira merebut medali emas untuk kategori total
> ::} ujian teori dan praktik (eksperimen), sementara keempat
> ::} teman lainnya merebut medali perak dan perunggu. Tapi,
> ::} begitulah Indonesia.
> ::}
> ::} Pencapaian dalam kemampuan menguasai atau mengembangkan
> ::} ilmu pengetahuan tidak memperoleh perhatian besar. Remaja
> ::} Indonesia, sejak kecil, diajarkan untuk justru mengagumi
> ::} hal-hal tidak mendasar. Lihat saja bagaimana saat ini
> ::} ribuan remaja Indonesia berduyun-duyun mengikuti berbagai
> ::} ajang kompetisi adu tarik suara atau bahkan adu kecantikan.
> ::} Impian 'menjadi bintang' terus dipompakan ke benak bangsa
> ::} ini. Program seperti AFI dan semacamnya tidaklah buruk.
> ::} Tapi, skalanya sudah menjadi begitu besar dan sama sekali
> ::} tidak proporsional sehingga bisa menyesatkan rentang
> ::} pilihan yang terbayang di benak bangsa ini.
> ::}
> ::} Indonesia adalah negara miskin dan terbelakang. Salah satu
> ::} syarat utama untuk mengatasi ketertinggalan ini adalah
> ::} penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu,
> ::} negara ini membutuhkan penghibur (entertainer) dalam jumlah
> ::} 'secukupnya' saja. Kita tentu perlu mensyukuri lahir dan
> ::} tumbuhnya sebuah generasi muda yang cantik, gagah, pintar
> ::} menari dan bernyanyi, atau berakting; namun kita memerlukan
> ::} lebih banyak lagi orang pintar. Kepintaran rupanya memang
> ::} tak dianggap punya daya tarik tinggi. Akibatnya, media
> ::} massa tidak memberi tempat cukup bagi prestasi yang terkait
> ::} dengan 'keunggulan otak'. Tanpa disengaja, media tidak
> ::} mengondisikan masyarakat untuk menghargai 'kepintaran'.
> ::}
> ::} Bahkan, di siaran televisi, lazim kita melihat bagaimana
> ::} kaum ilmuwan ditampilkan secara karikatural: sebagai
> ::} profesor pikun beruban dan berkacamata tebal yang tidak
> ::} punya kehidupan sosial. Pasokan sumber daya manusia unggul
> ::} di negara ini dipinggirkan. Tentu saja bukan cuma media
> ::} massa yang berkonstribusi. Kita misalnya juga tidak melihat
> ::} upaya serius pemerintah untuk memelihara dan mengembangkan
> ::} kualitas brainware ini. Yudistira dan kawan-kawan pun bisa
> ::} saja akhirnya tidak akan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan
> ::} bangsa ini karena mereka keburu digaet pihak asing.
> ::}
> ::} Yudistira misalnya dikabarkan sudah memperoleh beasiswa
> ::} dari sebuah universitas teknologi di AS. Dikabarkan pula
> ::} dua anggota tim Olimpiade Fisika sudah diterima Nanyang
> ::} University of Singapura (NUS). Maklumlah, perguruan tinggi
> ::} asing ini aktif mendekati para calon ilmuwan terbaik yang
> ::} mereka dapati di ajang internasional, sembari
> ::} mengiming-imingi beasiswa, jaminan hidup, dan bahkan
> ::} jaminan kerja. Sementara Indonesia, hanya mengamati mereka
> ::} dari jauh. Tidak pernah dengar nama Yudistira Virgus? Tidak
> ::} apa-apa, kok. Ia cuma pemenang medali emas di Olimpiade
> ::} Internasional!
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> http://ketawa.com/
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 



--
http://ketawa.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke