| - SUAMI istri
buka-bukaan di kamar, itu soal biasa dan wajar-wajar saja. Tapi jika
mereka buka-bukaan didepan pamong desa tentang rahasia pasangannya
masing-masing, ini mungkin baru dialami keluarga Kuswara-Mintarsih dari
Sumedang (Jabar).
Tinggalah kini Pak Kades dan jajarannya
geleng-geleng kepala, rumahtangga cap apa ini?
Ini memang kisah rumahtangga yang lumayan parah.
Padahal ketika menikah dulu, Kuswara-Mintarsih berangkat dengan cinta.
Karenanya selama dua pelita perkawinannya, mereka kelihatan sangat
bahagia. Baik Kuswara,40 maupun Mintarsih,34, saling bisa menerima akan
kelebihan dan segala kekurangannya masing-masing. Mereka tak pernah
ribut, mereka tak pernah berseteru. "Tingali luh kahirupan Kuswara jeung
Mintarsih jadi ngiri anu ningali (lihat tuh kehidupan Kuswara-Mintarsih,
bikin iri saja)," begitu komentar tetangga.
Tapi itu duluuu! Kini, ketika Kuswara terkena
penyakit diabeter melitus (kencing manis), dia tak bisa lagi menawarkan
kemesraan di ranjang. Bila sebelumnya minimal seminggu tiga kali
menjalankan sunah nabi sekaligus hobi, sekarang sudah bertahun-tahun
Kuswara tidak lagi menyentuh istrinya. Boleh dikata, Mintarsih
kondisinya bagaikan kain bagus yang berdebu karena lama dibiarkan
tergantung di kapstok!
Ironis sekali! Padahal dalam usianya yang 4 windu
lebih, istri Kuswara yang guru SD itu masih tampik menjanjikan.
Disamping wajahnya yang ayu, bodi seksi dan kulit bodas ngeplak (putih
bersih) dia wanita desa yang modis. Pergi resepsi misalnya, sementara
yang lain berkebaya atau berbusana punggung sehingga tali kutangnya yang
terbuat plastik itu tampak nyata. "Maksudna mah ngarah saru jeung rupa
kulit, udah kampungan pisan atuh) maksudnya biar menyatu dengan warna
kulit kuno amat sampeyan)," jawab Mintarsih sekali waktu ketika suami
mempermasalahkan tampilannya.
Apapun kelebihan dan nilai plus Mintarsih, kini
kemana tak berarti apa-apa bagi Kuswara. Maklum, antara wil (keinginan)
dan onderdil tidak lagi sinkron. Seminggu dua kali diperlakukan begitu,
Mintarsih masih bisa tahan. Tapi jika sampai bertahun-tahun? Apa mungkin
seorang istri jadi mati beku karena katilisan (kedinginan) gara-gara
ditelantarkan suami!
Ternyata Mintarsih tak bisa setia pada komitmen
cintanya dulu. Disaat Kuswara makin kurus digerogoti penyakit kencing
manis, diam-diam dia menjalin cinta dengan tukang ojek motor, Adeng,30,
yang kebetulan masih tetangga satu kampung. Memang bersamanya semua
rasanya bung," jalinan selingkuh itu digelar terus. "Kuring kareg
ngadahar daging embek siap-siap wae bu (saya baru makan kambing guling,
siap-siap saja bu)," kata Adeng manakala mengajak kencan Mintarsih.
Ilmu selingkuh Adeng-Mintarsih boleh tinggi, tapi
tidak ada jaminan tanpa tercium. Maka akhirnya asmara bawah tanah
pengojek dengan guru SD itu menjadi rahasia umum di kampungnya. Kuswara
kaget sekali, sehingga ia berani mencoba klarifikasi. Ternyata Mintarsih
ini seperti pengacara, pinter ngomong, ketika dituduh begitu, jawabnya
enteng saja, kalau niat selingkuh kenapa dengan tukang ojek lha wong
pejabat dan pengusaha saja banyak yang mau!
Kecemburuan dan kekesalan Kuswara hilang
sementara. Tapi lain hari isyu selingkuh bininya kembali marak. Sehingga
dia jadi penasaran untuk membuktikan. Beberapa hari lalu, pegawai negeri
di Sumedang itu membuntutinya. Alamak dia melihat sendiri. Di kamar
rumah pengojek itu tampak Mintarsih istrinya yang bugil ditindih Adeng.
"Ya ampun tos narik ojek giliran narik ojek gantian istriku ditarik ke
ranjang)," ratap Kuswara.
Andaikan mengitu emosi, dia ingin menggedor
segera kekamar itu, tapi agar rencana berjalan mulus, Kuswara langsung
lapor pada pamong desa. Dalam waktu singkat pasangan mesum itu segera
digelandang ke balai desa. Celakanya ketika Kuswara membeberkan segala
kebutuhan istrinya, balik Mintarsih membuka aib suaminya yang impoten
dan burungnya tak bisa lagi serr aduh penake!
Hanya sekedar asesori saja, kalau begitu ;-)!
[poskota
online] |