PENGGREBEKAN SALAH PROSEDUR
 
Kamis,10/21/2004 12:35:39 PM
- BUKAN anggota BIN (Badan Intelejen Negara) tapi pemuda warga Desa Pesantren (Pemalang) getol banget mengembangkan budaya curiga. Ada ayah mengunjungi putrinya sendiri, digerebek, dianggap selingkuh. Keruan saja Sapri,55, tidak terima. Karena meskipun dugaan tidak benar, tapi tubuhnya terlanjur babak belur digebuki penduduk.

Ketika orde baru masih berkuasa di negeri ini, pejabatnya dari menteri hingga presiden suka bercuap-cuap tentang perlunya meningkatkan kewaspadaan nasional, tapi jangan pula mengembangkan budaya curiga. Sebab sangga runggi (kecurigaan) menimbulkan suasana tidak saling percaya, memancing ketegangan satu sama lain. Ujung-ujungnya bisa terjadi kerusuhan disana sini. Dan itu telah terbukti, ratusan nyawa melayang percuma gara-gara kecurigaan tersebut.

Mungkin karena Orde Baru sudah tumbang, pesan moral bapak-bapak pejabat itu kehilangan gaungnya bagi para pemuda Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang (Jateng). Dengan mengatasnamakan ketentraman desa, demi stabilitas kampung, segala sesuatu hal yang tak nampak mustahal, dicermati dan diwaspadai. Siapa tahu, dibalik hal-hal yang nampaknya biasa itu terkandung hal yang menghebohkan.

Adalah Sapri, warga Desa Kendalrejo kecamatan yang sama. Belakangan ini dia sering berkunjung ke rumah Ny Lastri,35, yang tinggal di Desa Pesantren. Wanita itu adalah anaknya sendiri, meskipun usia 7 tahun tak pernah diurusnya karena Sapri bercerai dengan Kaminah,53, ibunya Lastri sejak 28 tahun lalu. Apa makna kunjungan itu, murni sekedar silahturahmi sekaligus islah atau rujuk nasional, mengingat usia mereka semakin meninggi.

Di kala usia semakin tua, biasanya orang mulai sadar akan sangkan paraning dumanid (asal muasal kejadian). Manusia mulai berkoreksi diri akan langkahnya selama ini. Dia mencari nilai tambah demi bekal hidupnya di kehidupan yang abadi kelak. Salah satunya adalah memperbanyak silahturahmi karena sebuah hadist nabi mengatakan: banyak silahturahmi akan memperpanjang umur.

Sapri termasuk yang melakukan itu. Dia kini rajin berkunjung ke rumah putri pertamanya tersebut. Disana dia bisa bercanda dengan kedua cucunya, bisa ketemu dengan bekas istrinya. Meskipun tak ada niat srabi kecemplung kalen (baca:rujuk kembali). Dan baik bekas istri Lastri itu sendiri, termasuk Ngatijo,40, sang menantu selalu menerima dengan lapang dada.

Kalau ada yang salah, kenapa kunjungan Sapri ke rumah putrinya kebanyakan ketika Ngatijo sibuk bekerja di Jakarta. Nah, masalah ini yang kemudian menjadi pokok pembahasan warga Pesantren, khususnya kaum pemudanya. Ditambah "track record" masa lalu Sapri yang tidak sedap, yakni doyan selingkuh, akhirnya pemuda pesantren mulai dihantui perasaan: mengko gek alias jangan-jangan. "Ngakunya nengok anak dan cucu, siapa tahu malah sianak kandung itu diajak masuk sarung," begitu terka penduduk.

Paling aneh, ada juga warga yang mencoba mengintip kamar tidur Lastri. Disitu dia pernah memergoki Sapri dan putrinya bisik-bisik merundingkan sesuatu. Nah, meskipun tidak ada kegiatan signifikan disana, temuan itu dijadikan pokok pembahasan sekelompok pemuda Pesantren. Mereka menuduh bahwa ayah dan anak itu hendak berbuat selingkuh.

Klimaksnya terjadi beberapa hari lalu. Melihat sore-sore Sapri datang kerumah Lastri, para pemuda mulai stelling (siap-siap). Kembali kamar istri Ngatijo ini diintip. Lagi-lagi mereka menemukan adegan ayah dan anak itu berbisik-bisik di kamar pribadinya. Entah siapa yang mengomando, mendadak sejumlah pemuda mendobrak kamar Lastri, sementara Sapri diseret keluar.

Tanpa ditanyai lagi, Sapri lalu dihajar ramai-ramai hingga babak belur. Setelah Ny Kaminah Ibu Lastri sekaligus bekas istri Sapri menjelaskan duduk dan berdirinya persoalan sebenarnya, barulah mereka mau berhenti. Meskipun mereka sudah minta maaf, tapi tubuh Sapri sudah terlanjur babak belur. Karenanya ayah malang itu segera melapor ke Polsek Ulujami.

Lebaran masih jauh, Sapri sudah dapat ketupat bangkahulu. Upgrade your email with 1000's of emoticon icons

(Pos kota online)

 



 Dove 
Wassalam ;-)
Y2nk
 







Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail � CNET Editors' Choice 2004. Tell them what you think.
--
CV. Global Intermedia - Information Technology for Everyone
Pahlevi Building 1st floor
Pogung Dalangan SIA XVI/IX/25 Yogyakarta 55663 Indonesia
Phone   : +62 274 511859
Website :
http://www.g-im.com/

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke