oh...sepertinya asik juga ya dibikin puisi...
Ada yg mau bikinin puisi tentang saya dan buat saya ga?
ada door prize'nya lhoo... 10 pengirim pertama dapat kalender cantik
-----Original Message-----
From: arghandhi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 24 Januari 2005 14:11
To: [email protected]
Subject: e-ketawa :-) Fw: toek jasmine'97

 
jasmine
maaf kan lah aku
yang telah menyakitimu
jadikan dirimu obyek setiap puisiku
dan rasa itu ,
maaf kan lah aku ,
 
 
 

Kunyalakan lampu kamarku

Ku goyangkan pena biruku

Kusunting sebuah puisi kerinduan

Senyum mu sekan hadir ditiap bait ku

 

Getarkan jiwaku

Bayang mu hadir di setiap kata

Gemulai bak sampur tarimu

Perlahan namun pasti

 

Syarat exotisme

Rambut mu terurai

Bagitu indah , sangat jelita

Langkah mu jiwai garak tarimu

 

Perpustakaan adalah saksiku

Tambatkan hati ketika tatapan itu menyatu

Tertunduk tanpa tahu mengapa tertunduk

Dan seakan berat tu tengadah

 

Tatapan itu telah membayangiku

Menggodaku , membuatku tersipu

Malam kian larut

Tak kuasa tahan kantuk ku

 

Tapi kau masih jadi ispirasiku

Semoga bayang mu menyertai mimpiku

Ikrarkan jiwa tautkan hati

Jalin ikatan yang hakiki

 

Ghanezha jan ‘ 05

 

 Pantaskah

 

Pantaskah ku  . . .

Gerakkan sampur di taman bunga

Yang penuh dengan warna

 

Panataskah ku  . . .

Berjalan di rerumputan nan hijou

Yang diselimuti embun pagi

 

Pantaskah ku  . . .

Rangkai-kan kata- kata

Yang mungkin bagimu tak bermakna

Dan bagiku sangat berharga

 

Pantaskah ku  . . .

Memakai gaun putih  tanpa

Corak dan noda

 

Pantaskah ku  . . .

Lukiskan pemandangan dari hati

Yang sedang dilanda kasamaran

 

Pantaskah ku . . .

Terima tepuk tangan dan sorak sorai

Dari hati yang gembira

 

Jasmine ‘ 97

 

 

Melati

 

Lihatlah jurang itu

Disana kan kau temui arti hidup

Disana kau dapat mendengar suara marga satwa

Disana kau dapat melihat bunga melati di tepi

 

Melati putih yang tumbuh diantara duri

Tertutup diantara semak belukar

Terjebak  . . .

Hanya dapat ia merintih

 

Karma tak satupun kumbang

Yang mau mendekatinya

Melati putih terdampar di tepi jurang

 

Yang terjal dan curam

Jaga empat panji kehidupan

Dengan harapan di tangan kanan

 

 

 

 

Cinta adalah dusta

Rindu adalah palsu

Namaun dua adalah

Mulia  . . .

Tapi mengapa kita sering lupa

Dalam hidup ku

Kuingin kau berikan sinarmu

Sinar , oh lilin ku

 

 

Jasmine ‘ 97

 

Bukan foto tapi cintamu

 

Sobat buat apa kumiliki fotomu

Di dalam bingakai emas ku

Bila tak ada ikatan diantara kita

Tak da jiwa yang menyatu

 

Buat apa bila kita seakan tak saling kenal

Buat apa ku merespon bila tak ada respon

Percuma ku beraksi bila tak ada interaksi

Walau kau tawarkan fotomu dengan harga satu rupiah pun

 

Aku tak akan membelinya

Sobat buat apa kumiliki fotomu

Bila tak serta merta cintamu

Hanya kan membawaku dalam ilusi diantara halusinasi

 

Bagai berdiri di atas gunung fantasi

Bak mendirikan istana dialam maya

Aku tak ingin terkena depresi

Hidupku penuh lamunan

 

Hayalan tiada berpangkal

Membayangkan yang serba indah

Kau tak inginkan itu

Maka  . . .

 

Buat apa kumiliki fotomu

Bila tak juga miliki dirimu, kasih mu, cintamu

Walau bak menggarami air laut

Bak punggu merindukan bulan

 

Tapi aku akan sangat bahagia , bila

Kau  sudi jujur kepadaku

Walau kejujuran itu

Kan membuat mu kecewa dan dirimu pergi

 

Ku akui aku pengecut, Tapi aku bukan penakut

Yang kuingin darimu

Bukan foto dalam bingkai emas mu

Tapi yang kuingin adalah dirimu, cintamu, dan kasih mu

 

 

 

 

Putra kelana ghanezha arghandhi ‘97

Sinten

 

 

Sahabat  . . .

Siapa yang tawarkan foto di bingkai emasmu

Siapa yang menilai foto dengan harda satu rupish pun

Siapa wartawan dalam media masa

 

Mengapa bunga di taman tak kau sirami

Mengapa tinta yang tumpah dalam bukumu

Kau rangkai kembali dan kau tujukan padaku

Kau bilang coretan itu sadis

 

Namun bagiku begitu magis

Dalam ratapan seorang gadis

Dalam hujan yang gerimis

Ku tak ingin menangis

 

Ku tak tahu arti tulisan di batu

Hatikupun tak menentu

Terombang ambing di lembah hantu

Pohon mangga bercabang dua , kejujuran lebih berharga  dari pada emas permata

 

 

 

Jasmine ‘ 97 

 

Aku Adalah

 

 

Aku,  aku adalah

Yang hadir, diantara lalu lintas cintamu

Saat hilir mudik  keluh kesahku

Resah menyeretku kedalam kebukan pastian

 

Kebukan sungguhan  . . .

Kau beri aku jalan kehancuran, keruntuhan

Bukan sayang atau pun cintamu

Aku adalah  . . .

 

Yang tertindas di bawah bayang-bayang cintamu

Menanti belas kasih mu

Saatnya mati segala semangat hidup, gairahku

Resah menghantuiku, memojokkan ku

 

Kau beri aku bilur-bilur luka

Bukan canda, bukan tawa

Aku adalah  . . .

Yang mati

 

Tak hidup dalam dunia cintamu

Ya . .  aku adalah yang mati

Tapi bukan berarti jiwaku serta mati

Aku adalah aku, kamu adalah kamu

 

 jasmine’ 97

 

Aku sang kelana 

 

Aku sang kelana 

Di antara puing dan reruntuhan

Mengapa ungkapan beda dengan kenyataan

Terlalau bodoh kah aku , atau tak punya empati kah

 

Akankah hati dan jiwaku telah mati

Cintaku telah sirna kah

Tersapu angin dan terhempas ombak

Atau aku terlalau angkuh

 

Begitu dalam kah rasa itu

Seakan hanya kepedihan yang terpendam

Tak adakah sesungging senyumku

Dan perhatianku yang kau rasa

 

Maafkan lah aku

Tak ada dalam benakku rasa itu

Rasa ingin meyakitimu

Yang ada dalah sayang dan cinta

 

Tapi aku begitu takut

Aku begitu pengecut

Tak berani akui dan nyatakan

Aku hanya terdiam dan membisu

 

Begitu besar rasa itu

Hingga membelenggu ku

Aku mungkin terlambat

Maaf kan lah aku bila telah menyakitimu

 

Harapku kau bahagia

Dan dapatkan seperti dalam ingin mu

Semoga tak ada lagi lara dan duka

Tak lagi mati, tapi bangkit

 

Ghanezha argandhi sang putra kelana 05

 



Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke