|
Sedikit pelajaran dari milis sebelah untuk
yang mau kencan malam minggu besok, baca yang teliti sebelum terlambat kalau
tidka sempet di baca di cetak, dan baca nanti malam, ini hal penting yang harus
diketahui kaum cowok !!!!
Salah satu pertanyaan yang paling sering Prof terima dari cowok-cowok adalah mengenai caranya menutup perundingan dengan cewek untuk membuka tahap kencan berikutnya: pergulatan tanpa celana. Kadang-kadang Prof sampai nggak kuat menahan ketawa setelah membaca pesan-pesan pembaca cowok IndoDating, karena pertanyaan cowok-cowok tertentu memang lucu dan lugu sekali. Prof pikir ada baiknya masalah ini dibahas secara mendalam. Mula-mula, mari Prof jelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan menutup perundingan di sini. Interaksi antara cowok dan cewek di dalam dunia kencan sebenarnya merupakan serangkaian perundingan-perundingan di mana kedua belah pihak berusaha mendapatkan keinginannya. Tentu saja, kalau kamu adalah seorang pengikut setia IndoDating, target kamu adalah untuk mendapatkan keinginan kamu dari cewek sebanyak-banyaknya dengan modal/usaha sekecil-kecilnya. Yang diinginkan cowok dari cewek adalah sex (lainnya urusan belakang). Sayangnya, untuk mendapatkan sex dari cewek, di dalam tahap perundingan yang sedang kita bicarakan ini cewek akan berusaha mempersulit cowok sebanyak-banyaknya. Pernah dengar tentang cowok yang diharuskan untuk berenang menyeberangi lautan cinta, berlari menerobos hutan asmara, dan mendaki gunung tinggi untuk mencapai hati seorang cewek? Pada umumnya, seperti inilah cara cewek memperlakukan cowok dalam tahap perundingan di dunia kencan. Maka dari itu, semakin cepat cowok mampu menutup tahap perundingan ini, semakin cepat pula cowok dapat memasuki tahap berikutnya: pergulatan tanpa celana. Salah satu faktor yang berpengaruh besar pada kesuksesan kamu untuk menutup perundingan adalah pengertian cewek kamu mengenai keinginan kamu yang sebenarnya dalam berkencan dengan dia. Kalau kamu sama sekali nggak pernah menunjukkan keinginan kamu untuk melihat dia telanjang (atau hal sejenisnya), menurut Prof posisi kamu akan sulit sekali untuk menutup perundingan dengan dia. Ini terutama benar kalau kamu selalu menyembunyikan harapan tersebut dari si dia dan malah bersikap seperti cowok alim yang sama sekali nggak berminat untuk memenuhi memeknya dengan sperma kamu. Kapan terakhir kalinya kamu bersikap seperti cowok baik-baik di hadapan cewek yang kamu sukai tanpa mendapatkan hasil yang kamu inginkan? Sebulan yang lalu? Dua minggu yang lalu? Atau malah malam minggu yang lalu? Menurut hasil penelitian Prof, menyembunyikan ketertarikan kamu secara seksual terhadap cewek bukanlah cara yang efektif untuk mendapatkan kesempatan melepas BH dan celana dalamnya. Kalau selama ini itulah yang kamu lakukan dan kamu bertanya-tanya mengenai kegagalan kamu, itu salah kamu sendiri. Siapa suruh kamu bertingkah seperti cowok pussy yang biji testikelnya dititipkan kepada emaknya di rumah setiap malam minggu! Saat yang tepat untuk memberikan gambaran mengenai keinginan seksual kamu terhadap seorang cewek adalah pada waktu kamu berkenalan dengan dia untuk pertama kalinya. Itulah saat yang tokcer bagi kamu untuk memberikan dia kesan bahwa kamu tertarik dengan isi BH dan celana dalamnya. Kalau kamu telanjur memberikan kesan sebagai cowok pussy yang nggak pernah merasa horny, sulit sekali nantinya bagi kamu untuk mengubah gambaran diri kamu di hadapan cewek tersebut. Akibatnya, kemungkinan kamu untuk memboboli gawang berbulunya semakin kecil pula. Sejauh mana pentingnya kesan pertama yang kamu berikan terhadap cewek? Menurut Oom Leykis, pada umumnya cewek menentukan kesediaannya untuk berhubungan sex dengan cowok dalam 30 detik pertama ketika keduanya bertemu untuk pertama kalinya. Dalam waktu yang singkat ini, cewek gencar menggunakan indera pengelihatan, penciuman, dan pendengarannya untuk mengukur ketertarikannya terhadap cowok yang baru dikenal tersebut. Maka dari itu, kalau kamu berminat untuk melihat cewek itu telanjang, kamu nggak punya banyak waktu untuk membuat impresi (kesan) pertama yang tokcer (terutama sebagai cowok asshole yang ingin melihat isi BH dan celana dalamnya). Apakah pernyataan Oom Leykis itu ada benarnya? Sebagian besar pengalaman dan penyelidikan Prof membuktikan kebenarannya. Dengan kata lain, lebih banyak benarnya daripada salahnya. Karena itulah, jangan sekali-sekali kamu menampilkan diri kamu sebagai nice guy atau cowok pussy setiap kali kamu berkenalan dengan cewek. Cewek yang masih mau berkencan dengan kamu bahkan setelah mengetahui tentang minat kamu terhadap isi BH dan celana dalamnya adalah cewek yang berpikiran bahwa dia nggak keberatan untuk berhubungan sex dengan kamu kalau saatnya tiba. Kelompok kata yang perlu kamu pelajari baik-baik di sini adalah "kalau saatnya tiba." Mengapa Prof bilang bahwa kelompok kata di atas sangat penting? Jawabannya mudah sekali: karena kamu ingin saat itu tiba secepat mungkin. Seperti dalam Leykis 101, kalau bisa kamu ingin saat itu tiba dalam tiga kali berkencan. Tentu saja, pilihan untuk menganut Leykis 101 adalah urusan kamu sendiri, dan Prof nggak akan kotbah panjang lebar lagi mengenai keuntungannya. Mari kita kembali ke kelompok kata di atas. Kalau saatnya belum tiba, kapankah saatnya boleh dibilang hampir tiba? Menurut pengalaman dan penelitian Prof, saatnya hampir tiba kalau kamu sudah diberikan akses untuk mencium bibir si dia. Ini terutama benar kalau si dia nggak menolak ciuman yang bukan hanya melibatkan bibir, tetapi juga lidah (French kiss). Kalau kamu sudah dapat berjalan sejauh itu, Prof perkirakan kamu juga telah mendapat akses untuk memeluk tubuh cewek kamu itu (dan bukan hanya merangkul). Semuanya ini adalah tanda-tanda yang positif. Perlu Prof peringatkan di sini bahwa kalau kamu belum sampai ke tahap di atas, jangan sekali-sekali bertanya atau meminta ijin kepada cewek untuk memegang tangannya, merangkul pundaknya, memeluk tubuhnya, atau bahkan mencium bibirnya. Cewek nggak suka cowok yang harus bertanya untuk hal-hal semacam ini, tapi kamu juga harus dapat melakukan semuanya tanpa menakuti atau mengejutkan si dia. Kadang-kadang Prof tertawa sampai sakit perut kalau mendengar laporan mengenai cowok yang bermaksud untuk melakukan hal di atas tanpa banyak tanya dan berakhir di penjara dengan tuntutan "berusaha memperkosa." Kalau kamu menggunakan akal sehat, seharusnya kamu dapat membaca situasi untuk memutuskan apakah kamu akan menunda atau maju terus dengan usaha kamu. Mari Prof jelaskan mengapa kamu akan kalah angin kalau kamu meminta ijin untuk memeluk, mencium, merangkul, menuntun, dan sebagainya. Sering kali cewek nggak mau dirinya dipandang sebagai cewek gampangan bagaimanapun tertariknya mereka terhadap kamu. Gimana kalau setelah kamu meminta ijin, dia menolak? Kamu mau jawab apa? Kalaupun akhirnya dia mengijinkan, situasinya sudah nggak enak. Maka dari itu, selalu terjemahkan tutup mulutnya sebagai lampu hijau. Selama si dia nggak menolak gerak-gerik kamu dengan perkataan atau gerakan, anggap saja ini berarti dia nggak keberatan. Situasi di sekeliling kamu dan si dia juga penting bagi kesuksesan kamu untuk menutup perundingan. Yang paling ideal adalah situasi di mana kamu dan si dia nggak akan diusik oleh orang lain (termasuk deringan telepon). Jangan sekali-sekali kamu berharap akan dapat menutup perundingan di tempat umum. Menurut Prof, kemungkinannya kecil sekali. Seperti yang kita ketahui, tentu saja kamar tidur adalah tempat yang paling tokcer. Kalau kamu merasa pasti bahwa nggak ada orang lain yang akan lewat atau datang, ruang tamu pun dapat menjadi arena pergulatan tanpa celana yang seru. Asalkan situasinya cukup private, kamu nggak perlu kuatir mengenai perbedaan antara kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan sebagainya. Kalau kamu merasa bahwa situasi dan kondisi sekitar kamu telah memadai, yang kamu perlukan adalah transisi yang mulus. Seperti apakah transisi yang mulus tersebut? Menurut Prof, semua itu ada dalam judul salah satu lagu dari The Fixx, band yang cukup populer di tahun 80-an: "One Thing Leads to Another." Kalau kamu nggak mengerti bahasa Inggris, kurang lebih terjemahannya adalah "dari satu hal (one thing) merambat ke hal berikutnya (another)." Kalau kamu suka, silakan terjemahkan itu sebagai "dari bibir, turun ke toket, dan akhirnya turun ke MM." Tentu saja, urutannya nggak harus selalu seperti itu (tergantung kreativitas kamu). Transisi yang mulus secara "one thing leads to another" adalah transisi klasik yang digunakan oleh cowok-cowok sejak jaman kuno. Cara ini terutama sangat efektif kalau dimulai ketika kamu sedang berciuman dengan si dia. Tentu saja, kalau baru ciuman saja kamu sudah nggak bisa mengendalikan detak jantung kamu, mungkin kamu perlu lebih banyak latihan lagi. Pada dasarnya, yang harus kamu lakukan adalah menambah rangsangan seksual terhadap si dia sedikit demi sedikit. Mungkin saja dalam percakapan, kamu merangsang pikirannya. Hal-hal yang dapat menjadi topiknya adalah seperti omongan tentang posisi seksual tertentu; ukuran dan bentuk toket cewek; ukuran penis cowok; ukuran BH cewek kamu; warna, bentuk, dan ukuran puting susu kesukaan kamu; dan masih banyak lagi. Apa pun yang kamu bicarakan dengan si dia, usahakanlah agar semuanya menuju ke jurusan di mana kamu memiliki kesempatan untuk mendekati, memeluk, dan mencium si dia. Tentu saja, berbahagialah mereka yang sudah terbiasa memeluk dan mencium ceweknya. Kalau kamu adalah salah satu cowok tersebut, artinya kamu nggak perlu lagi pusing-pusing memutar otak agar diberikan lampu hijau untuk memeluk atau mencium si cewek. Saat yang paling menentukan dalam teknik "one thing leads to another" ini adalah saat di mana kamu mulai berciuman dengan cewek kamu. Inilah saat di mana rangsangan seksual meningkat secara drastis, dan kamu sebaiknya mulai menambah sedikit demi sedikit intensitasnya. Kalau si dia nggak memberikan tanda-tanda penolakan, jangan sekali-sekali kamu mundur! Begitu kamu mundur, salah-salah kesempatan kamu untuk mengosongkan isi kantong sperma kamu di dalam memeknya terbang melayang tertiup angin senja. Kalau kamu memutuskan untuk mulai menutup perundingan dengan menutup bibir si dia menggunakan bibir kamu, Prof harap kamu tahu mengenai seluk-beluk mencium, karena hal semacam ini sulit diajarkan tanpa praktek langsung. Pada umumnya, French kiss (melibatkan lidah di dalam ciuman) cukup memberi rangsangan bagi kedua belah pihak. Sementara itu, jangan lupa tetap menambah rangsangan sedikit demi sedikit dengan hal-hal berikut ini: pelukan yang erat, belaian rambut, usapan telapak tangan di seluruh tubuh, genggaman di pantat, ciuman di leher, dan masih banyak lagi. Bila sampai di sini masih nggak ada tanda-tanda perlawanan (penolakan), silakan tambah lagi rangsangannya dengan mulai meremas toket si dia. Silakan juga melepas pakaiannya, melepas BH si dia, atau memasukkan tangan kamu ke balik bajunya. Dalam situasi ini, cubitan di puting susu kadang-kadang dapat melontarkan hasrat seksual cewek. Yang penting adalah koordinasi antara ciuman, pelukan di badan, dan rangsangan langsung ke titik-titik yang sensitif. Untuk selebihnya, Prof rasa kamu tahu sendiri. Hal semacam ini memang sulit untuk diajarkan dan dipelajari. Yang lebih berpengaruh adalah praktek langsung di lapangan. Inilah sebabnya Prof selalu menganjurkan cowok dan cewek untuk sebanyak mungkin berhubungan sex sebelum menikah dengan sebanyak mungkin pasangan. Dengan demikian, ketika akhirnya tiba saatnya bagi mereka untuk menikah, mereka dapat membawa pengalaman dan pengetahuannya untuk memberikan sex terbaik yang dapat mereka berikan bagi pasangannya. Akhirnya, perlu Prof tekankan di sini bahwa ini bukanlah instruksi yang dapat diikuti tahap demi tahap. Teknik-teknik manipulasi dan eksploitasi ini memerlukan banyak kreativitas dan improvisasi dari diri kamu sendiri, karena setiap situasi yang kamu hadapi akan berbeda. Reaksi kamu terhadap situasi dan kondisi dalam interaksi kamu dengan si dia sangat penting peranannya. Mudah-mudahan semua ini akan membantu kamu untuk membuka perundingan tanpa celana dalam yang kamu idam-idamkan itu. SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2556 & TAHUN BARU HIJRIYAH 1 MUHARRAM 1426 H. Buat yang merayakannya Ketawa dot Com - http://ketawa.com/ CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/ Yahoo! Groups Links
|
