Lama-lama gue curiga deh.. kok, kucing bisa tahu banyak tentang gue jangan-jangan dulu dia petugas yang masang kamera di ruangan gue... wah.. gue kan suka ganti baju di  situ...loe juga tahu dong... weleh2 sekarang mesti tengok kanan kiri neh... padahal kucing di kantor udah g umpetin... deh..
 
Nia lagi.. nia lagi.. kamu kok gak tahu seh, Pus.. puisi yang dulu g pernah g post di milis kan buat loe...Pus eh...Tom..
 
senyummu merekah bagai pagi nan indah..
membawa setumpuk harap di dada
namun kamu tak jua merasa bahwa ada
seseorang yang menanti diberi cinta...
 
 
 
Ps: Tom, coklat gak mahal kalo niat! lebih murah dari ongkos transport g ke kantor...
 
----- Original Message -----
From: Kucing
Sent: Saturday, February 05, 2005 9:10 AM
Subject: e-ketawa :-) Sehari Bersama Vivin

Vivin mempunyai seorang keponakan yang masih SD.
Namanya Nughi. Suatu hari Nughi pulang dari sekolah
sambil menangis. Katanya ia tidak bisa lagi melihat tulisan
di papan tulis dengan jelas. Kontan ibunya Nughi langsung
panik. Vivin pun ikut-ikutan panik juga.
Mereka membawa Nughi ke seorang dokter mata di dekat
rumah. Dengan cekatan dokter itu langsung memeriksa
mata Nughi dengan peralatannya. Tetapi ia tidak menjumpai
adanya kelainan pada mata Nughi.
Vivin dan ibunya Nughi tidak puas dengan hasil pemeriksaan
dokter itu. Buru-buru mereka membawa Nughi ke sebuah
klinik di pusat kota yang lebih lengkap dan modern
peralatannya. Dokter dan para suster langsung melakukan
pemeriksaan intensif pada mata Nughi.
Namun tetap saja mereka tidak menemukan adanya
kelainan pada mata Nughi. Hasil pemeriksaan menunjukkan
bahwa mata Nughi masih normal dan dapat melihat dengan
baik.
Ibunya Nughi menjadi tidak tenang mengajukan seribu satu
pertanyaan pada Nughi. Nughi menjadi bingung dan mulai
menangis.
Lalu dengan tenang dokter bertanya pada Nughi,
"Nak, coba ceritakan yang jelas bagaimana kamu tidak
dapat melihat dengan baik tulisan di papan tulis?".
Sambil terisak Nughi menjawab,
"Sebab Junian sekarang duduk dibangku di depan saya, Pak.
Dia murid paling tinggi di kelas.".


***

Dari kantor, Vivin pulang ke rumahnya dengan naik bis.
Hari ini bis yang dinaikinya lumayan penuh. Vivin mengeluh dalam
hati karena kakinya sudah pegal berdiri sedari tadi dan tangannya
sudah berkeringat memegang tiang penyangga.
"Kiri, bang", terdengar teriakan seorang pria, lalu bis itu berhenti
di pinggir jalan.
Tetapi hingga beberapa lama, tidak ada seorang pun yang turun
dari bis. Semua penumpang saling berpandangan.
Seorang pria menepuk pundak Vivin dan berkata,
"Neng, saya turun di sini nih, Neng.".
Vivin melongo.
"Loh, turun ya turun aja, Pak. Kok bilang-bilang sama saya?",
jawab Vivin dengan kesal.
"Tapi tiang yang ini punya saya, Neng. Saya beli barusan di toko
untuk tiang jemuran di rumah. Tolong lepaskan pegangan Neng.".

***

Vivin baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan penerbangan
di Jakarta. Ruang kantor tempat Vivin bekerja berada di sebelah
ruang pemeriksaan dan interogasi, dan ada sebuah jendela kaca
yang besar yang menghubungkan kedua ruangan tersebut
.
Suatu hari, di ruang interogasi tersebut, Vivin melihat dua petugas
keamanan sedang berdiri menghadapi seorang pria bertopi yang
duduk di meja interogasi. Pria bertopi itu bajunya lusuh sekali.
Ketika itu terdengar suara announcer dari interkom. Lalu kedua
petugas keamanan tersebut bergegas keluar ruangan.
Kelihatannya mereka sedang diperlukan di ruangan lain.

Tetapi Vivin melihat bahwa mereka keluar tanpa menutup pintu
ruang interogasi. Amat berbahaya sekali, karena pria lusuh bertopi
itu dapat melarikan diri dari ruangan. Vivin menyampaikan hal ini
pada rekan kerja di ruangannya yang semuanya wanita. Mereka
menjadi amat takut sekali. Pria itu mungkin saja seorang penyelundup
yang tertangkap oleh pihak keamanan bandara, atau seorang
penjahat kriminal.

Dan benar saja, setelah beberapa lama,  pria itu mulai terlihat gelisah
dan memperhatikan suasana di sekelilingnya. Lalu perlahan dia mulai
bangkit dan perlahan berjalan ke arah pintu.
Vivin berpikir bahwa harus dilakukan tindakan secepatnya sebelum
pria itu melarikan diri. Lalu Vivin meraih pesawat interkom di dekat
mejanya dan berseru pada pria di ruangan itu,
"Hei, kamu!! Jangan keluar ruangan! Kembali dan duduk dikursimu!".

Pria itu mendengar suara Vivin, dan kelihatan takut sekali.
Ia kembali ke kursinya dan duduk sambil menundukkan kepala.
Vivin dan teman-temannya menarik nafas lega.
Kira-kira sejam kemudian kedua petugas keamanan yang tadi pergi,
datang kembali. Vivin buru-buru menghampiri mereka dan
menceritakan peristiwa yang baru saja terjadi.
Tetapi kedua petugas keamanan itu kemudian tertawa terbahak-bahak.
Lalu mereka memanggil pria bertopi itu, menanyakan apakah
pekerjaannya memperbaiki pesawat telepon sudah selesai. Pria itu
menjawab, sudah. Lalu pria petugas telepon yang malang itu pun
diperbolehkan pulang.

***

Regards,
Kucing
*untuk NIA*

NB : Coklat harganya mahal.

pinter






SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2556 &
TAHUN BARU HIJRIYAH 1 MUHARRAM 1426 H.
Buat yang merayakannya

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2556 &
TAHUN BARU HIJRIYAH 1 MUHARRAM 1426 H.
Buat yang merayakannya

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




Yahoo! Groups Links

<<tw-hottie1.jpg>>

<<els.gif>>

Kirim email ke