|
Liputan6.com, Jakarta:
Unjuk rasa yang dilakukan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
berlangsung ricuh dan berakhir anarkis. Buruh yang berjumlah ribuan ini
membobol pintu gerbang Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (3/5). Sejumlah orang
juga dikabarkan cedera dalam insiden ini.
Kericuhan berlangsung ketika sejumlah perwakilan buruh diterima Wakil
Ketua DPR Zaenal Ma`arif dan Soetardjo Soerjogoeritno. Kuat dugaan, mereka
kesal karena harus menunggu terlalu lama sehingga pagar yang baru
direnovasi dan menghabiskan dana miliaran rupiah itu dijebol. Selain
kesal, sejumlah demonstran juga meminta tak hanya pimpinan DPR yang
menandatangani surat pernyataan menolak revisi RUU Ketenagakerjaan. Tapi
seluruh anggota Dewan.
Sebelum gerbang rubuh, sempat terjadi pelemparan batu dari arah
demonstran. Menghindari konflik, polisi menarik diri. Kondisi ini langsung
dimanfaatkan demonstran untuk merangsek ke gedung MPR/DPR dengan
merubuhkan pagar gedung. Kobaran api juga terlihat di pihak demonstran
dari ban yang dibakar.
Untuk membubarkan demonstran, polisi menembakkan gas air mata dan
meriam air. Hingga berita ini disusun, belum diketahui pasti jumlah korban
cedera baik dari pihak polisi maupun demonstran. Seorang orator yang
memerintahkan rekan-rekannya merubuhkan pintu gedung MPR/DPR telah
ditahan.
Jumlah polisi yang mengawal demonstrasi ini sekitar seribu orang yang
berasal dari pasukan antihuru-hara hingga personel bersenjata lengkap dari
Brigade Mobil Kepolisian Daerah DKI Jakarta. Belum dapat dipastikan
demonstran yang telah dipukul mundur ini akan kembali atau tidak. Sebab,
sebelumnya, imbauan pimpinan demonstran untuk membubarkan diri tak
digubris massa.(YAN/Tim Liputan 6
SCTV) |