| Tembakan All In Bin Palsu | |
| Selasa 12 September 2006, Jam: 21:36:00 | |
| Revolver atau pistol memang
senjata yang biasa dibawa anggota BIN (Badan Intelejen Negara).Tapi kalau anggota BIN palsu macam Supri, 30 tahun, pistol apa yang dibawanya? Jelas pistol gombyok, senjata organik bawaan sejak lahir. Celakanya, ada juga wanita yang simpati dan takut padanya. Ny. Situn, 38 tahun, dari Semarang misalnya. Saking takutnya pada Supri, ketika ditembak pakai pistol gombyoknya dia pasrah saja. Dia baru berani lapor polisi, setelah selain kehormatan, perhiasan miliknya senilai Rp 4 juta juga digondol si BIN palsu. Ini kisah kreatifisme seorang penganggur. Daripada nganggur akhirnya jadi bantalnya setan, tipu-tipu sedikit nggak apalah, begitu prinsip warga Jalan Tanjung II, Gayamsari, Semarang ini. Supri kemudian menyadari bahwa ada nilai terpendam pada tubuhnya yang kekar dan atletis. Orang yang berpotongan demikian kan biasanya jadi anggota TNI. Kayaknya kalau aku ngaku orang BIN atau Kostrad, pas banget, begitu Supri mengukur-ngukur diri. Nomer satu langkah yang diambilnya adalah, beli pakaian doreng di toko perlengkapan anggota TNI lengkap dengan tanda pangkatnya. Setibanya di rumah baju itu dikenakan dan dicoba bercermin di lemari. Wih , sudah seperti Jendral Prabowo atau Hendropriyono saja tampilannya. Supri pun tersenyum bangga. Dalam pakaian begini pasti mudah melancarkan proyek tipu-tipu. Dengan pakaian kebesaran anggota TNI, Supri keluar rumah untuk menebar pesona. Sasaran paling mudah biasanya kaum hawa. Mereka kaum yang selalu mengutamakan tongkrongan, baru tangkringan. Maksudnya, bila sudah tertarik pada tongkrongan anggota Kostrad gadungan ini, biasanya ditangkringi mau saja. Kupeluk orangnya, kupalak duitanya, begitu Suprih bersemboyan. Untuk sasaran perdana, Suprih mendekati Ny. Situn, wanita lumayan cantik dari Sawah Besar Kecamatan Kaligawe. Kebetulan wanita ini janda muda, dan nampak mrabot (banyak perhiasannya) sekali. Ke mana-mana gelang kroncong tak pernah lepas dari tangannya yang mulus. Kalung melingkar di jenjang lehernya, anting menggantung di kupingnya yang caplang. Pendek kata penampilan Ny. Situn bagaikan toko emas berjalan! Apa lacur? Situn memang terpikat pada penampilan Supri yang persis anggota TNI itu. Apa lagi lelaki ini juga pinter ngomong, maka segala pengakuannya yang di seputar kemiliteran, Situn percaya saja. Katanya, Supri ini pernah dikirim ke Aceh, Poso, pokoknya semua daerah konflik. Saya sebetulnya juga mau dikirim ke Lebanon, tapi lagi males, katanya sekenanya. Supri lupa bahwa militer tak ada kamusnya nolak tugas. Tehnik mendekati si janda memang piawai, sehingga Situn akhirnya malah mengundang lelaki ini main ke rumahnya. Wah, itu pertanda bahwa jaringnya bakal dapat ikan gede. Maka Supri pun main ke sana. Tidak hanya sekali itu, tapi menjadi sering. Dalam sebuah kesempatan, Supri yang ngaku anggota Kostrad merangkap BIN itu menunjukkan sebuah pistol. Keruan saja sijanda Situn makin percaya. Ironisnya, setiap Supri datang tak pernah bawa oleh-oleh. Bahkan dia yang sering numpang makan di situ. Lebih gawat lagi, sering pula Supri minta menginap dengan alasan kemalaman tak ada kendaraan umum. Karena sudah percaya, meskipun risih Situn mengijinkan saja. Tapi untuk menjaga hil-hil yang mustahal, Supri selalu diberi tempat tidur sendiri. Situn memang takut ditembak anggota BIN merangkap Kostrad ini. Kelonggaran yang selalu diberikan Situn akhirnya menuai petaka. Suatu malam Supri menyusul ke kamar tidurnya. Situn yang tengah tidur nyenyak diraba-raba daerah musykil nan nyempil-nya. Kasarnya, lelaki ini mengajak hubungan intim sebagaimana layaknya suami istri. Sebetulnya Situn takut. Tapi karena takut kena melinjo pistol Supri, akhirnya dilayani saja. Weh, weh, ternyata enak juga! Aku ingin mengawinimu nanti, kata Supri setelah entuk-entukan (memperoleh segalanya). Akan tetapi, simpati Situn pada Suprih mendadak hilang, ketika sejumlah perhiasan di almarinya lenyap. Dugaan langsung mengarah pada oknum ini, karena sejak itu Suprih minggat. Dengan kerugian tak kurang dari Rp 4 juta, Situn melapor ke polisi Semarang. Berdasarkan cirri-ciri yang diberikan, beberapa hari kemudian Supri dibekuk. Ternyata betul, dia bukan anggota BIN atau Kostrad, bahkan pistul yang pernah dipamer-pamerkan, cuma pistol mainan belaka. Hla kalau mau pistol yang asli, tanyakan pada si Situn lagi. | |
| (KR) | |
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
Milis e-ketawa : tempat orang2 keren yg NO SARU & NO SARA
peace yo..!!
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
