| Cinta Ditolak anak Digasak | |
| Kamis 14 September 2006, Jam: 9:05:00 | |
| Ada-ada saja kelakuan manusia. Mentang-mentang Muhtar, 55 tahun, jadi guru, ketika cintanya ditolak si wali murid, anaknya yang kemudian jadi tiban. Sudin, 12 tahun, nggak salah nggak apa, tahu-tahu dipukul. Keruan saja Ny. Wiwik, 39 tahun, terpaksa mengadukan kasus penganiayaan ini ke Polres Jakarta Utara. Tak mandang muda tak mandang tua, jatuh cinta memang bisa dialami siapa saja. Seperti pak guru Muhtar I dari Jakarta Utara ini misalnya, meski usia sudah 11 pelita, di rumah juga ada anak istri, masih juga menebar asmara ke mana-mana. Belakangan dia kasmaran berat pada Ny. Wiwik, seorang janda yang menjadi ibu dan wali murid salah satu murid Muhtar yang bernama Sudin. Ihwal perkenalan itu dimulai beberapa minggu lalu, ketika Ny. Wiwik datang ke sekolah putranya di SDN Tanjungpriok. Anaknya kala itu tak masuk karena sakit, dan surat ijin dokter itulah yang dibawa sendiri dan diserahkan kepada Pak Muhtar yang jadi gurunya Sudin. Maaf Pak, anak saya sakit jadi belum bisa mengikuti pelajaran, begitu kata Ny. Wiwik ketika itu. Ketika si wali murid menyerahkan surat ijin tersebut, titik perhatian Pak Guru Muhtar bukan pada isi surat , melainkan justru pada sipembawa surat.Maklum ibunya Sudin ini memang lumayan cantik, bodinya seksi pula. Jadi sebagai lelaki normal, menyaksikan rejeki macam begitu, jakun Muhtar turun naik. Sambil membuka surat itu, Pak Guru menyempatkan diri bertanya, kenapa ibunya Sudin sendiri yang membawa? Agak sulit sebetulnya Ny. Wiwik mau mengatakan yang sebenarnya. Tapi karena kejujuran itu harus berlaku dari segala lini, sambil tersipu-sipu dia bilang bahwa di rumah memang tak ada siapa-siapa, karena dirinya seorang janda. Wah, kata terakhir itu membuat kuping Muhtar njepiping bagaikan kelinci. Wah, ini sebuah peluang, batin Muhtar sambil mengukir senyum. Hari berikutnya, tiba-tiba Muhtar mengirim SMS ke Ny. Wiwik. Awalnya hanya menanyakan perkembangan sakit si Sudin. Tapi setelah dijawab, Pak Guru mulai melenceng ke mana-mana, di antaranya mengajak makan bersama. Ketika dijawab terima kasih sebagai isyarat sampai di situ saja SMS-nya, Muhtar malah makin nekad tanya segala hil-hil yang mustahal. Di kesempatan lain, Muhtar berani mengirim SMS I love you, dan kata-kata aku sayang kamu selalu ngedrel masuk dalam HP Ny. Wiwik. Justru ibunya Sudin ini jadi tersinggung atas sikap Muhtar. Segatel-gatelnya perempuan janda, tak mungkinlah melayani ajakan lelaki beristri dan sudah punya banyak anak. Salam ya buat bu Muhtar, begitu Wiwik menutup SMS Pak Guru yang gencar ngegombal itu. Ee, dasar Muhtar ndableg, kalimat SMS yang bunyinya begitu tak juga membuat dia ingat pada keluarga. Muhtar terus saja merayu-rayu janda si wali murid itu. Bahkan sekarang sudah berani telepon lewat HP-nya, tapi memilih waktu pukul 23.00 ke atas, ketika tariff pulsa sudah murah. Maka setan pun tersenyum: payah lu, selingkuh kok masih mikir ngirit! Wiwik benar-benar kesal dengan cara-cara ngerayu Pak Guru. Rupanya meski guru Muhtar tak tahu sopan santun, dan tak paham perkataan orang. Maka dengan sangat terpaksa, janda muda ini mengirim SMS yang lumayan kasar. Aku memang masih membutuhkan suami untuk pendamping. Tapi bukan lelaki tua yang sudah punya anak istri ., kata Wiwik dan tiiiit ., nyampai dah ke HP Muhtar. Ikatan moral dan tali iman Muhtar agaknya sudah putus. Dapat SMS begitu tak juga malu dan berkoreksi, tapi malah sakit hati. Dalam sepanjang sejarah hidupnya, dia tak pernah ditolak cintanya oleh seorang wanita. Lha kok ini ada janda berani-beraninya menampik, lewat SMS pula. Wih, sungguh memalukan , gumam Muhtar dengan gigi bergemeretak. Kemarahan Muhtar diwujudkan dengan cara tidak terpuji, tapi mirip-mirip penguasa Orde Baru. Mentang-mentang di sekolah punya kuasa, sekarang Sudin anak Wiwik yang dijadikan sasaran. Hanya kesalahan kecil saja Muhtar tega main pukul, dari tangan langsung maupun penggaris langsung. Pokoknya ada saja cara Pak Guru untuk menteror Wiwik berikut jajarannya. Ujung-ujungnya memang ke Ny. Wiwik juga. Dia sangat kasihan Sudin putranya jadi sasaran Pak Guru yang sedang kasmaran. Karena kemarahan Muhtar tak proporsional, janda dari Koja Utara ini mengadu ke Polres Jakarta Utara. Kalau pak guru itu tak dipindah, saya yang harus memindahkan Sudin ke sekolah lain, katanya di depan polisi. | |
| (LM) | |
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
Milis e-ketawa : tempat orang2 keren yg NO SARU & NO SARA
peace yo..!!
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
