Meditate 
Gebuk di Ujung Selingkuh
 
 
Minggu 10 September 2006, Jam: 10:27:00
Asyik ngkali ya, di saat udara dingin kelonan berdua-dua sambil berbugil ria. Tapi kalau tiba-tiba digerebek warga, bagaimana enaknya? Yang jelas Helmi, 45 tahun, harus bersembunyi di kolong ranjang Ny. Adit, 38 tahun, rekanan selingkuhnya. Tapi dasar apes, meski sudah ngumpet dan mengecilkan tubuhnya sekecil mungkin, masih ketahuan juga. Setelah dipukuli warga, dalam kondisi nyaris seperti tarsan Helmi diarak ke kantor RW.

Teori perselingkuhan memang tak pernah berubah. Di mana ada pihak-pihak yang kesepian, di situlah setan masuk tanpa permisi. Dan itu pula yang kini tengah dialami oleh Ny. Adit, warga Desa Cibolang Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Punya suami cuma satu-satunya saja, jarang di rumah karena kesibukan kerja. Mending kalau gajinya besar, untuk makan sehari-hari saja pas-pasan. Tapi suami Adit memang sangat mencintai pekerjaannya. Pulang kerja selalu jam 23.00 malam, tanpa pernah mengeluh.

Istri cap apapun pasti jenuh punya suami model begitu. Atid juga merasakan itu. Suaminya sepertinya lebih menomersatukan pekerjaannya, daripada istri. Buktinya, kalau sudah sampai di rumah tidak juga istirahat dan masuk kamar, tapi masih juga ngetik di computer. Lha Atid sebagai istrinya kapan mau “diketik”? Padahal, sebagai wanita normal yang masih muda dan enerjik, dia juga membutuhkan kehangatan suami istri. Atid masih butuh diketik dan bermanja-manja di ketiak suami.

Kerinduan Atid akan belaian suami rupanya sudah mencapai titik kulminasi, tapi Dadang sepertinya tak mau tahu. Akhirnya, daripada kerinduan itu mengkristal jadi kemenyan, terpaksalah Atid mencari solusi dengan caranya sendiri. Kebetulan di kampungnya situ, ada lelaki yang sangat perhatian padanya. Buktinya, kalau ketemu dia, tetangga bernama Helmi itu matanya melotot seperti kucing melihat dendeng. Lalu nanti jika tak ada orang, dia lalu melempar sanjungan dan pujian bernada gombal.

Awalnya risih juga Atid dapat serangan seperti itu. Tapi dengan melihat kondisi di rumah, lama-lama terasa asyik juga dapat godaan si Helmi. Kemudian ada rasa bangga di sudut hatinya. Meski usia sudah menjelang kepala empat, eh masih ada juga lelaki lain yang tertarik padanya. Ah, masih cantik juga diriku, begitu batinnya. Atidpun lalu masuk kamar, berkaca. “Diam-diam kukunci kamar, kuberkaca berputar-putar, kuberkhayal seperti putri raja…..,” begitu batin Atid seakan menirukan lagu lamanya Lilis Suryani.

Hari berikutnya, kalau Helmi tak menggoda dirinya, Atid merasa ada sesuatu yang hilang. Soalnya, biasanya meski dia berjalan tegak lurus tanpa noleh kanan kiri, pasti ada saja sapaan tendensius si Helmi. Dan kini ternyata si lelaki tetangga itu semakin berani. Buktinya ketika Atid menang lomba Hut RI, saat nyalami Helmi sudah berani pakai mengorek dalam telapak tangannya. Dasar, hanya itu yang meluncur dari mulutnya.

Seterusnya semakin nekad saja. Helmi sudah berani datang malam hari ketika suaminya belum pulang. Keduanya lalu asyik ngobrol. Ketika tangan tangan Helmi itu makin kurang ajar, Atid tak kuasa menepiskannya, kecuali bilang: jangan, jangan. Nah, karena tak ada larangan berarti, Helmipun makin nekad. Atid digelandang ke kamar, lalu diajak bergulat dan terjadilah segalanya.

Oh, oh, hanya itu reaksi Atid. Sesuatu yang lama dirindukan, kini hadir kembali meski dari pihak lain. Ah ternyata Helmi memang lelaki jagoan di kelasnya. Dia berhasil meluluhlantakkan benteng pertahanan si tetangga idola. Dan sejak saat itu, kehadiran Helmi ke rumah Atid di malam hari sudah menjadi rutinitas. Di saat Dadang lembur di kantor, dia “lempengin burung” bersama Atid istrinya. “Tetangga yang baik adalah yang mampu memberikan sesuatu yang dibutuhkan tetangganya,” begitu prinsip Helmi.

Praktek TTM (Tetangga Tapi Mesra) antara Adit-Helmi ternyata tak berlangsung lama. Sekali tempo ada yang memergoki malam-malam Helmi masuk rumah Dadang di kala pihak yang berkompeten tak di rumah.Ketika diintip beberapa saat kemudian, ya Allah, Atid-Helmi ternyata sedang tumpang tindih dalam pakaian Hawa. Untuk meyakinkan pemandangan itu, si mata jeli kemudian mengecek ke rumah Helmi. Kata istrinya, Helmi sedang lembur di kantor.

Itu bukti dan fakta yang sangat akurat. Bersama warga yang lain pasangan selingkuh itu lalu digerebek. Dalam keadaan nanggung Helmi mencoba bersembunyi ke kolong ranjang. Tapi karena warga yakin bahwa dia masih ada di dalam, kolong itupun dilongok dan Helmipun diseret keluar dan kemudian digebuki. Ny. Atid hanya bisa menangis melihat rekanan mesumnya dibuat bulan-bulanan warga.

Nunggu apa lagi? Malam itu juga Helmi dalam kondisi seperti tarsan babak belur digiring ke kantor RW. Dia mengakui bahwa sudah lama menyelingkuhi bini Dadang. Berapa kali menggauli Atid, sudah tak ingat lagi. Sedangkan Atid ketika dikonfirmasi tentang data selingkuhnya, bisanya hanya menangis terisak-isak. “Kami memang khilaf, tapi aku sangat mencintai dia,” kata Helmi sebagai juru bicara.

Gombal ah, selingkuh kok pakai juru bicara segala. ....
(WK)
 
(Sumber: Poskota Online)







 Dove 
Maniezz ;-)
Y2nk
[EMAIL PROTECTED]


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___

Milis e-ketawa : tempat orang2 keren yg NO SARU & NO SARA

peace yo..!!

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke