Ebes ? Itu kan bahasa slank utk sebeh toh ? Sebeh itu = bapak = ayah ? Huhuuhuhu....
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of May Rosi Wibawa (Mr) Sent: Thursday, August 30, 2007 12:17 PM To: [email protected] Subject: Re: e-ketawa :-) "Hemangnya Ikke Vikirin" AIDS bahasa ayah ku " ebes " ----- Original Message ----- From: "Nugroho, Eko Sasmito " <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, August 30, 2007 10:59 AM Subject: RE: e-ketawa :-) "Hemangnya Ikke Vikirin" AIDS perkenalken bhs ibu ku .... ndeles ... BALADA WAKIDJAN Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, "Not a play! Not a play!" Nadine bengong. "Not a play?" "Yes. Not a play. Bukan main." Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. "Bukan main itu bukan not a play, Djan." "Your granny (Mbahmu)! Humanly I have check my dictionary kok. (Orang saya sudah periksa di kamus kok)." Lalu berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (mojok) yuk. But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) . I just want a meal together." "Ngaco kamu, Djan," Tukidjo tambah gemes. "Don't be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch?" Nadine cuman senyum kecil. "I would love to, but..." "Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)," sambut Wakidjan ramah. "Different river, maybe (Lain kali mungkin). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)." Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal. "Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor (Emang itu bahasa punya moyang lu)?" Tukidjo cari kalimat penutup, "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." (Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe). Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, "His name is also effort." (Namanya juga usaha) -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of maya Sent: Thursday, August 30, 2007 10:25 AM To: [email protected] Subject: Re: e-ketawa :-) "Hemangnya Ikke Vikirin" AIDS WAHH IKI BAHASANE EKO,,, [EMAIL PROTECTED] wrote: > Pelesetan Kata > /"Hemangnya Ikke Vikirin" AIDS// / > > **Rudy Badil** > > Sobat, hati-hati bahaya HIV di Papua! > > "Ah trapapa (tidak apa-apa), HIV itu hemangnya ikke vikirin!" > > Maksa banget pelesetan kata HIV, human immunodeficiency virus atau > virus penyebab AIDS, menjadi bahasa indo-gaul yang aslinya berbunyi > "emangnya ikke (saya) pikirin". Bahasa gaul teman-teman Papua di > Jayapura, selain seru, dinamis, dan ngocol dengan dialeknya, juga > terkadang ngagetin penuh kocak, baik berupa cerita rada jorok ala mop > Papua. Juga kekonyolan pelesetan dan permainan kata-kata, singkatan, > serta penggalan abreviasi dan short word-nya. > > Makanya kalau jalan-jalan ke kota-kota di Papua harus ingat kalau > "Sentani" (sendiri tanpa istri) bisa-bisa "Nabire" (nafsu bikin repot) > hingga harus "Wamena" (wajib menahan nafsu) karena banyak "Waropen" > (wanita romantis penuh nafsu) dan "Jayapura" (janda yang punya rasa). > Sebab, kalau sampai "Sorong" (senyum oke rayu oke naik gampang) > bisa-bisa "Sarmi" (saya rela meninggalkan istri) dan "Biak" (bila > ingat ingin kembali). Makanya sebelum "Timika" (yang ini tak baik > disebut kepanjangannya), sebaiknya bertanyalah "Merauke" (mengapa > engkau rayu aku untuk kupas engkau). > > Kata-kata beginian memang lagi model-modelnya di kalangan anak-anak > muda gaul. Makanya tidaklah aneh dan ajaib kalau Jack Morin MSi (39) > yang pegang Laboratorium Antropologi di Universitas Cenderawasih > (Uncen) mendokumentasikan daftar ratusan akronim itu sebagai bahan > studi sastra lisan atau telaah folklor yang disebut-sebut sebagai > "ilmu dongeng" yang dirintis Prof Dr James Danandjaja dari Universitas > Indonesia, Jakarta. > > Membaca daftar dokumentasi kata-kata seru itu memang semuanya bernada > melucu, kocak, meski beberapa terasa amat dipaksa-paksa tetapi lucu > juga, seperti kata HIV. Malah ada beberapa istilah yang kurang patut > dicantumkan dalam bacaan ini karena artinya yang vulgar dan terasa > tembak langsung. > > "Beberapa banyak yang sama dengan kata pelesetan Jakarta. Mungkin > karena kami juga baku kontak via e-mail," kata Jack yang menyebut > rekannya, Alfasis Ap, sebagai kolektor aktif "kamus pelesetan HIV" itu. > > Selanjutnya, daftar kata kian terpeleset dan dirangkai menjadi, > "Ambon" (anak manis banyak orang naksir), "Anwar" (anak Waropen) dan > "Astuti" (anak Serui tukang tipu) suka berkata "Slank" (sudah lama aku > naksir kamu) serta "Adidas" (ayah dan ibu doakan aku selalu). Sebab > maunya "Cinta" (cari ilmu namun terhalang asmara), lalu terjadilah > "Kelapa" (kenalan langsung paku), karena ada "WTS" (wanita tetangga > sebelah) yang suka "Bupati" (buka paha tinggi-tinggi), hingga bikin > "PKK" (program pusing kepala) yang katanya dekat "Puskesmas" (maaf tak > perlu dipanjangkan). Untung "Kansas" (kami anak nakal selalu akan > sadar) dan "TNI" (terimalah nasib itu). > > Jack Morin sebagai antropolog lapangan menganggap gejala sosial ini > suatu demonstration effect akibat fenomena di sekitaran. "Efek latah > sosial ini karena pemerintah juga senang bikin singkatan-singkatan > yang bikin bingung, tidak menghibur, dan tidak lucu-lucu toh," ujarnya > sambil menyebut kata-kata potongan dari nama instansi tinggi sampai ke > kampung, termasuk kata NKRI dan otsus yang amat top di Papua. Makanya, > dalam daftar bikinan Alfasis Ap, masih ada "Sekwilda" (sekitaran > wilayah dada), "Pegawai" (perempuan gampang bawa AIDS) dan > ujung-ujungnya "RCTI" alias ramainya cuma tayangan iklan. > > **"Kamorang su tau"** > > Apa pun yang terjadi, gejala mengembangkan kata-kata gaul ini boleh > dibilang universal. Biasanya bersumber anonim alias tanpa nama, serta > tak jelas penciptanya. Juga kata folklorik itu tersebar dari mulut ke > kuping dan mulut-kuping dan seterusnya. Persebaran cepat meluas karena > ngocol, menarik, dan gampang dituturkan tanpa banyak teori dan teknis > metodik. Lebih hebat lagi, kata-kata gaul itu menjadi bumbu gurih > pergaulan, serta mudah menjadi materi komunikasi dua arah yang > multi-arah. > > Makanya, istilah kata pelesetan itu jadi materi penyuluhan yang akrab > dan intim. Malah beberapa brosur kampanye AIDS (acquired > immuno-deficiency syndrome), berani blak-blakan dan tidak jadi > dipersoalkan di masyarakat umum. Misalnya saat menebar brosur, KPA > (Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Papua juga tidak malu-malu > bagi-bagi kondom gratisan. Bungkus kondom itu bertuliskan, "tidak > diperjualbelikan". Malah ada rekan tertawa melihat adanya guratan > garis lingkaran di batang kondom kempes itu, entah apa gunanya ya. > > Yang menarik, brosur itu memakai bahasa dialek khas Papua. Misalnya > cuplikan kalimat, Kamorang su tau kaa (kamu orang sudah tahukah)... > kitorang tra (kita orang tidak) bisa atau yang kena virus HIV dari > dong pu penampilan ka... infeksi menular seksual (IMS)... cara berhubungan > seks atau baku naek yang tra pake kondom (lewat perem pu barang, dubur > atau mulut)... HIV ada dalam tong pu cairan tubuh... makanya tra baku naek > sama sekali... setia deng tong pu pasangan (maitua/paitua)... tra pake > alat suntik atau jarum bekas... tong tra usah takut untuk berkegiatan > sosial, bekerja atau hidup di sekitar dorang yang su kena HIV... HIV tra > menular melalui ludah pinang, gigitan serangga... berenang atau mandi di > kali... pake WC..., pake alat makan, minum, pakaian dengan dorang yang su > kena AIDS... baku cium, baku gandeng, baku polo dengan dong su kena > HIV... tra usah takut. > > Makanya, jangan takut HIV, selama orang tahu rambu-rambu dan batasan > bahaya dan amannya penularan virus HIV, HIV bukan hemangnya ikke > vikirin, tetapi kudu harus ikke vikir. Tingkat penularannya di Papua, > wuiih bahayanya te-o-pe alias top abis. Save Papua kata KPA Papua, > mewakili pemerintah pusat. Aksi ini jangan dipikir-pikir lagi untung > ruginya, apalagi kalau cuma angkat-angkat pundak dan bilang hemangnya > ikke vikirin. Lalu biarin? > > RUDY BADIL //Wartawan Tinggal di Jakarta // > > Add milis kita yg tercinta ini di Friendster kamu ya, "[EMAIL PROTECTED]" yukkk..... http://ketawa.com/ Yahoo! Groups Links Add milis kita yg tercinta ini di Friendster kamu ya, "[EMAIL PROTECTED]" yukkk..... http://ketawa.com/ Yahoo! Groups Links -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.484 / Virus Database: 269.12.10/977 - Release Date: 8/28/2007 4:29 PM Add milis kita yg tercinta ini di Friendster kamu ya, "[EMAIL PROTECTED]" yukkk..... http://ketawa.com/ Yahoo! Groups Links
