*langsung loncat berdiri anggun dalam hitungan detik*

*Monyong,,,,ternyata dibo'ongin yayuk,,,,*

*bobo lagi,,, dengan gaya tengkurep ala cicak*


Vie


On 10/24/07, yayuk kondang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>     Bangun bangun bangun bangun jangan molor muluk....
> ada tomingse datang tuh................
> huahahahaa......
>
>
> yayuk kondang
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: anastasia novie <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, October 24, 2007 1:55:56 PM
> Subject: Re: e-ketawa :-) FW: 8 Tanda Cinta Menjadi Hambar
>
>  Grrrooooookkkkkk, ,,,,,,,Grrrooooo okkkkkkkk, ,,,,,,,,, Grrroooookkkkggg
> kkk,,,,,, ,,,,
> Grrrooooookkkkkk, ,,,,,,,Grrrooooo okkkkkkkk, ,,,,,,,,, Grrroooookkkkggg
> kkk,,,,,, ,,,,
> Grrrooooookkkkkk, ,,,,,,,Grrrooooo okkkkkkkk, ,,,,,,,,, Grrroooookkkkggg
> kkk,,,,,, ,,,,
> *bobo celentang diatas meja kerja,,, sambil ngeces*
>
>
> Vie
>
>
> On 10/24/07, Fransiska Ike <blackzero85@ gmail.com <[EMAIL PROTECTED]>>
> wrote:
> >
> >   ...the best email I've had received today. You have my gratitude.
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED] s.com <e-ketawa%40yahoogroups.com>[mailto:[EMAIL 
> > PROTECTED]
> > s.com <e-ketawa%40yahoogroups.com>] On Behalf
> > Of Akmal - Gmail
> > Sent: Wednesday, October 24, 2007 1:25 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <e-ketawa%40yahoogroups.com>
> > Subject: e-ketawa :-) FW: 8 Tanda Cinta Menjadi Hambar
> >
> > 8 Tanda Cinta Menjadi Hambar
> >
> > Rutinitas, kesibukan, tekanan, serta masalah kantor seringkali membuat
> > cinta
> > Anda berdua-cinta yang bergairah, cinta penuh kehangatan, cinta yang
> > indah,
> > serta cinta yang manis-tiba-tiba terasa hambar. Tandai ciri-cirinya dan
> > cari
> > jalan keluarnya secepat mungkin.
> >
> > Biasanya dia tak pernah lupa mengatakan betapa cantiknya din Anda saat
> > pulang kantor. Tak jarang dia pun ritemberikan aneka hadiah kecil yang
> > membuat Anda tersanjung. Sering pula Anda tertawa terbahak-bahak ketika
> > dia
> > menceritakan hal bodoh yang dilakukannya di kantor. Anda pun tahu jelas,
> > siapa saja yang membuat onar di kantor pada hari itu karena selalu dia
> > menceritakannya sambil berkeluh kesah saat makan berdua. Tak terhitung,
> > mata
> > Anda dan matanya bertatapan sehingga secara tak sengaja mengetahui apa
> > yang
> > Anda atau dia pikirkan.
> >
> > Ketika bepergian ke luar kota ia pun tak pernah absen menghubungi Anda
> > di
> > mana saja Anda berada. Begitu tiba di tempat tujuan, saat malam tiba,
> > bahkan
> > saat-saat jam tidur si kecil. Sepertinya kesibukan bukanlah suatu
> > kendala
> > yang serius. Sesibuk apa pun si dia di kantor, Watau sesibuk apa pun
> > Anda
> > berkegiatandi ru , tau pun di luar rumah-Anda berdua selalu berusaha
> > menyisihkan sedikit waktu. Saaf itu tampaknya kehidupan rumah tangga
> > Anda
> > tak memiliki cela sedikit pun. Suami penuh cinta, Anda penuh bakti, dan
> > anak-anak pun tak pernah dirundung masalah.
> >
> > SEMUANYA SUDAH BERLALU?
> > Tampaknya semuanya itu hanyalah kisah manis saat tahun-tahun pertama
> > pernikahan Anda. Sekarang semuanya hanya tinggal kenangan. Dia selalu
> > pulang
> > larut malam dengan keadaan yang terlalu penat dengan wajah yang selalu
> > kuyu.
> > Kalaupun dia mengecup kening atau pipi Anda, hal tersebut hanyalah
> > kecupan
> > rutin yang tak memiliki makna sama sekali. Hubungan intim? Bisa dihitung
> > dengan jari dalam dua atau tiga bulan belakangan ini. Saking sibuknya,
> > dia
> > sering lupa kegiatan apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini.
> > Sebaliknya,
> > Anda pun tak ingat lagi siapa tim sepak bola favoritnya atau hari apa ia
> > selalu bermain tenis dengan temanteman kantornya. Saat ini tampaknya tak
> > ada
> > lagi waktu bagi Anda berdua untuk bercakap-cakap atau berbincang dari
> > hati
> > ke hati. Semakin jarang Anda berdua berhubungan intim. Setiap hari Anda
> > hanya menjalani tugas, kewajiban, dan rutinitas.
> >
> > Ke mana perginya semua keindahan, kenikmatan, serta kehangatan cinta
> > yang
> > pernah Anda rasakan di tahun-tahun pertama perkawinan. Hilang, lenyap,
> > sirna! Jangan putus asa dulu. Tak usah berpikir terlalu negatif dan
> > menyangka hal-hal yang bukan-bukan. Anda-dan swami Anda
> > tentunya-hanyalah
> > menghadapi suatu kejenuhan yang membuat cinta Anda berdua tidak lagi
> > indah,
> > tidak lagi menggairahkan, dan tidak lagi manis. Cinta Anda berdua
> > menjadi
> > hambar. Tapi tak usah terlalu khawatir karena keadaan ini merupakan
> > keadaan
> > yang wajar. Keadaan yang dialami oleh hampir semua suami istri di dunia
> > ini.
> >
> > CINTA MENJADI HAMBAR
> > Keadaan seperti ini sebenarnya agak membingungkan. Jika diperhatikan tak
> > ada
> > yang salah dalam kehidupan perkawinan Anda, namun sebaliknya, berjalan
> > dengan mulus pun tidak. Biasanya keadaan ini muncul karena Anda terlalu
> > sibuk, terlalu lelah, atau sedang dalam keadaan stres berat akhirakhir
> > ini.
> > Demikian pula dengan pasangan Anda. Saking sibuk, lelah, atau stres,
> > Anda
> > seolah-olah merasa tak ada yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan
> > hal-hal tersebut, bahkan bicara dengan suami sekali pun.
> >
> > Keadaan ini tidak hanya disebabkan oleh tekanan atau akibat stamina yang
> > menurun, tetapi bisa pula disebabkan oleh keadaan fisik yang memburuk.
> > Dari
> > serangan flu sampai saat penyembuhan akibat kecelakaan atau pembedahan.
> > Bisa
> > jugs timbul akibat kelelahan yang kronis atau akibat obat-obatan yang
> > diberikan dokter. Namun tak jarang pula keadaan cinta yang hambar ini
> > terjadi akibat kemarahan atau depresi yang selama ini dipendam. Tak
> > tertutup
> > kemungkinan pula keadaan ini tercipta akibat masalah keluarga, masalah
> > di
> > kantor, sebab-sebab eksternal lainnya yang secara tak sadar telah
> > menyerap
> > seluruh energi Anda, termasuk energi yang Anda simpan untuk menyayangi
> > dan
> > mencintai si dia. Pun demikian sebaliknya.
> >
> > DIALAMI PASANGAN PALING ROMANTIS
> > Lucunya cinta yang menjadi hambar ini tak hanya dialami oleh
> > pasanganpasangan sibuk. Pasangan yang paling romantis di dunia pun tak
> > kebal
> > dengan keadaan seperti ini. Paling tidak, terjadi sekali atau dua kali
> > dalam
> > kehidupan perkawinan mereka. Kehidupan perkawinan yang rutin serta
> > kegiatan
> > yang itu-itu saja-ditambah dengan tekanan serta masalah kantor dan rumah
> > tangga, didakwa menjadi penyebab cinta menjadi hambar.
> >
> > Keadaan seperti ini bukanlah sinyal bahwa perkawinan atau rumah tangga
> > Anda
> > sedang "guncang", namun sebaliknya keadaan ini justru merupakana tanda
> > bahwa
> > Anda harus memperbarui hubungan cinta Anda dengan si dia. Sebaliknya,
> > jangan
> > anggap enteng dan membiarkan keadaan ini berlarut-larut. Bukannya tak
> > mungkin cinta yang hambar akan menciptakan perselingkuhan yang berakhir
> > dengan perceraian. Untuk membuat cinta Anda kembali manis, kembali
> > indah,
> > dan kembali bergairah, tentu saja Anda harus mengetahui penyebabnya.
> >
> > TANDA CINTA HAMBAR
> >
> > 1. Merasa tidak aman. Mungkin dalam hati kecil, Anda pernah merasa si
> > dia
> > akan meninggalkan Anda (mungkin dia sangat ganteng sehingga sering
> > diburu-buru oleh banyak wanita di kantor). Padahal sebenarnya ia cinta
> > mati
> > pada diri Anda.
> >
> > 2. Terlalu posesif. Rasa cemburu pada suami yang muncul pada diri Anda
> > dan
> > tercermin lewat tingkah laku, wajar-wajar saja. Tapi jika rasa cemburu
> > ini
> > muncul secara berkesinambungan ini harus dicurigai. Mengapa hal ini
> > tiba-tiba muncul?
> >
> > 3. Melayani secara berlebihan. Jika si dia lelah atau sakit, layani
> > sewajarnya. Jangan melayani dan menyayangi dia secara berlebihan
> > seakanakan
> > suami Anda adalah anak kecil yang berumur lima tahun. Bagi pria,
> > pelayanan
> > secara berlebihan-dalam bentuk apapun: ucapan atau pun tingkah laku-dari
> > seorang istri membuat ia merasa tidak berdaya.
> >
> > 4. Curiga yang berlebihan. Jangan terlalu ingin tahu terhadap sikap atau
> > pola hidup si dia yang ke luar dari jalur. Tak usah langsung memeriksa
> > kantong celana atau jaketnya ketika suatu saat ia pulang larut malam.
> > Pulang
> > larut malam bukan berarti selingkuh. Sebaliknya, mengawasi si dia secara
> > berlebihan adalah bukti bahwa Anda tidak percaya pada susmi Anda. Cinta
> > tumbuh atas dasar saiing percaya. Bukan saling curiga.
> >
> > 5. Mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Jika sepanjang hari Anda mengeluh,
> > mengeluh, dan mengeluh terus, Anda harus curiga. Bahkan kesalahan kecil
> > sang
> > suami pun Anda keluhkan.
> >
> > 6. Mengontrol. Jika Anda sudah mulai mengatur seluruh kegiatan di dalam
> > rumah dengan cara Anda sendiri tanpa menghiraukan cara suami, sudah
> > seharusnya Anda curiga. Apa yang terjadi dengan hubungan cinta Anda
> > berdua
> > sehingga segala sesuatunya harus berjalan menurut kehendak Anda, bukan
> > kehendak Anda berdua.
> >
> > 7. Berdusta. Dusta merupakan salah satu tanda yang sangat jelas bahwa
> > kadar
> > cinta Anda pada dirinya tak lagi seperti dahulu. Jika Anda ketahuan
> > berdusta, maka suami tak akan percaya lagi pada Anda. Ingatlah, cinta
> > dibangun atas dasar kepercayaan,
> >
> > 8. Mengungkit kelemahannya. Mengungkit kelemahan-kelemahan si dia saat
> > bertengkar merupakan salah satu indikasi yang sangat jelas bahwa kadar
> > cinta
> > Anda mengalami perubahan. Ketahuilah, pasangan yang menerima sifat
> > masing-masing pasangan apa adanya tak akan saling mengungkit kelemahan
> > masing-masing.
> >
> > CIPTAKAN WAKTU UNTUK SALING MENCINTAI
> > Jika merasa cinta Anda sudah mulai hambar atasi segera. Jangan
> > menunda-nunda
> > lagi. Untuk itu buatlah waktu agar Anda dan si dia kembali memiliki
> > cinta
> > yang indah, cinta yang bergairah, dan cinta yang manis. Ciptakan waktu
> > untuk
> > saling mencintai. Ingat, yang penting, kualitas bukan kuantitas. Ada
> > lima
> > cara mudah untuk kembali membuat cinta Anda berdua menjadi lebih
> > bergairah.
> >
> > 1. Usahakan untuk berbicara berdua, dari hati ke hati minimal 15 menit
> > sehari. Jika sedang berada tak serumah, paksakan berbicara melalui
> > telepon.
> >
> > 2. Cobalah untuk berkilas balik dan membangkitkan kenangan-kenangan
> > indah
> > Anda berdua sesering mungkin.
> >
> > 3. Pergi dan nikmati hari-hari hanya berdua saja. Tanpa anak tanpa
> > keluarga.
> > Tak usah sampai menginap di luar kota. Cukup makan malam dengan suasana
> > romantis berdua.
> >
> > 4. Sesekali, ada baiknya Anda menyendiri. Tak harus keluar rumah. Bisa
> > saja
> > dilakukan di ruang kerja atau bahkan di dalam kamar tidur. Lakukan
> > segala
> > hal yang Anda ingin lakukan. Hal ini bisa dianggap sebagai kegiatan
> > mengumpulkan kembali energi emosional Anda sehingga Anda akan
> > berkomunikasi
> > lebih baik dengan si dia.
> >
> > 5. Jangan biarkan suami Anda merasa terlantar dan terasing-padahal ia
> > masih
> > ingin berdua dengan Andahanya karena Anda harus mengerjakan urusan rumah
> >
> > tangga atau mengurusi pekerjaan kantor. Cobalah kompromi agar dia tak
> > merasa
> > terasing, tapi pekerjaan kantor pun beres.
> >
> > < http://cyberwoman. cbn.net.id/ cbprtl/images/ elements/ 
> > _spacer.gif<http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/images/elements/_spacer.gif>>
> >
> > Sumber: Majalah Lisa
> >
> >
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> 
>

Kirim email ke