Market Flash eTrading
Rabu, 12/08/2009 09:28 WIB
eTrading Securities - detikFinance 


Jakarta - Market semakin kokoh dengan value transaksi yang semakin tinggi dan 
stabil, kontribusi lokal yang cukup kuat membantu likuiditas pasar yang sejak 2 
minggu terakhir ini naik pesat menjadi Rp 6 triliun-Rp 8 triliun transaksi per 
hari dibandingkan rata-rata 2008 (Rp 3 triliun–Rp 4 triliun). Terima kasih atas 
infrastruktur internet (TLKM, ISAT) yang mendukung online trading terjangkau 
pada investor di luar kota maupun investor bersekala kecil. 

Saat ini penetrasi account pada bursa di indonesia hanya berkisar 300 ribu 
account (10% atau 30 ribu adalah etrading) di atas 250juta penduduk atau baru 
bekisar 0,1% dibandingkan negara tetangga yang sudah mencapai 30% - 80% dari 
total penduduk. Dengan target pertumbuhan penetrasi account hanya 1% maka total 
account yang bisa digarap masih bekisar lebih dari 2 juta account atau 6x -7x 
dari total account yang ada. Ini membuka peluang untuk effeciency market IHSG 
kedepannya. Artinya akan semakin sedikit institusi atau individu yang mampu 
memanipulasi harga sahamnya sendiri.  

Guru Says: "Wall Street people learn nothing and forget everything ."- Benjamin 
Graham

Dow Jones:  Saham US kembali mengalami penurunan terbanyaknya dalam sebulan 
dengan dipimpin oleh saham keuangan setelah JPMorgan Chase & Co. mengatakan 
kerugian kredit akan berdampak pada modal MBIA Inc. dan analis Dick Bove 
mengatakan pendapatan bank tidak akan mengalami peningkatan. MBIA - 13% setelah 
JPMorgan memangkas ratingnya menjadi "underweight". Hampir semua saham 
perbankan dalam KBW Bank Indeks turun setelah prediksi analis Bove. CIT Group 
Inc. -19% setelah terlambat mengeluarkan laporan keuangannya, sementara Sprint 
Nextel Corp. dan Yum! Brands Inc. turun akibat analis men-downgrade ratingnya. 

Indeks S&P 500 -1.3% menjadi 994.35 dan Dow Jones -1% menjadi 9,241.45. Saham - 
saham perbankan di S&P 500 turun 3.5% dan merupakan penurunan terbesar diantara 
10 industri. 

Regional Pagi: Bursa Asia melemah menyusul pelemahan Wall Street, dengan saham 
Jepang melemah setelah penguatan selama 4 sesi, dipimpin oleh Sompo Japan 
Insurance setelah mencetak kerugian kuartalan. Sapporo Holdings (+2.8%) yang 
dikabarkan akan bergabung dengan Meiji Holdings untuk mengakuisisi 20% 
kepemilikan Pokka Corp. Nikkei 225 Average (-0.8%) 10,500.87, dan Topix Index 
(-0.9%) 964.91. KOSPI INDEX (-0.72%) 1,567.77. S&P/ASX 200 INDEX flat 4,332.00. 
Straits Times (-0.67%) 2,579.89.

Commodity: Harga minyak naik tipis setelah turun di bawah US$ 70/barel di NYMEX 
kemarin menyusul pelemahan ekuitas AS dan sebelum pemerintah melaporkan 
prediksi untuk menunjukkan peningkatan pasokan minyak di AS. Harga minyak untuk 
pengiriman bulan September (+24 sen) US$69.69/barel di NYMEX. Kemarin, harga 
(-1.6%) US$69.45, yang merupakan pelemahan berturut-turut selama 4 hari dan 
pertama kalinya minyak berada di bawah US$ 70 bulan ini. Harga minyak berjangka 
(+56%) di 2009. Gold (+0.3%) US$950.4/oz, Nickel (-1%) US$20.295/tonne, Tin 
(-0.9%) US$14.785/tonne, CPO (+2.4%) 2,480 RMY.

Economic & Industrial news 

Economic: Bunga Penjaminan Turun Jadi 7%

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan bank umum 
untuk rupiah 7%, turun dibandingkan sebelumnya yang sebesar 7,25%. Keputusan 
tersebut didasarkan beberapa pertimbangan yaitu:

Perbankan telah menurunkan suku bunga simpanan secara bertahap, 
Tekanan inflasi ke depan yang cenderung rendah, 
BI rate sudah di level 6,5%, dan 
Untuk mendorong bank menurunkan suku bunga kredit sehingga perekonomian dapat 
lebih menggeliat. 

Banking: Moody's Beri Rating Negatif Outlook Perbankan Indonesia

Moody's Investor Service memberi rating negatif terhadap outlook industri 
perbankan nasional. Mereka memprediksi kualtias aset terancam memburuk, 
mengikuti pelemahan kondisi makro. Selain itu restrukturisasi kredit belum 
maksimal, lonjakan NPL masih akan terjadi terutama di bank BUMN.  

Comment: kami menilai outlook Moody's sangat kurang berdasar atas rating 
negatif industri perbankan nasional. sebab 1. ekonomi Indonesia dengan konsumsi 
sebagai daya dorong, masih tumbuh positif dibanding regional. 2. rasio kredit 
terhadap PDB masih rendah dibanding negara regional, sehingga mematahkan 
outlook Moody's 133 bank akan sulit berbisnis sesuai skala ekonomi. 3. 
Indonesia masih mencetak positive real interest rate.

Economic: BHP Tunjuk UBS Jadi Penjamin Aset

Perusahaan pertambangan Australia BHP Billiton segera mengumumkan tender 
terbuka (beauty contest) pelepasan aset strategis tambang batubara Maruwai di 
Kalimantan Tengah. BHP telah menunjuk PT UBS Securities, lembaga keungan asal 
Swiss sebagai underwriter pelepasan aset tambang Maruwai tersebut. Enam 
perusahaan yang tertarik untuk membeli tambang tersebut adalah ADRO, BYAN, 
BUMI, INDY, MEDC, dan perusadhaan dari Jepang yaitu PT Itochu Indonesia. 

Corporate news 

ANTM: Dipastikan Masuk Newmont

Kemenneg BUMN memastikan ANTM memimpin konsorsium akuisisi 14% PT Newmont Nusa 
Tenggara sebagai bagian program divestasi periode 2008-2009 dengan menggandeng 
tiga Pemda di NTB. Keputusan finalnya akan dikeluarkan pada 14 Agustus 2009.

MNCN: Uji Tuntas Akuisisi Perusahaan Media Asia

Saat ini, MNCN melalui anak usahanya Linktone (China) yang terdaftar di bursa 
Nasdaq tengah melakukan proses due diligence terkait akuisisi perusahaan media 
di kawasan Asia. Pendanaan berasal dari kas internal. Namun, perseroan belum 
mau memberitahukan besaran dana dan saham akuisisi secara detail sebelum 
prosesnya tuntas. 
 
ELTY: Berniat Alihkan Pinjaman Dari Credit Suisse Ke Bank Lokal

ELTY berencana mengalihkan pendanaan dari Credit Suisse kepada bank-bank lokal 
khususnya BUMN karena suku bunganya yang mahal. Saat ini perseroan tengah 
bernegosiasi dengan Credit Suisse dan perbankan yang ditargetkan tuntas pada 
2H09. 

INTA: Jajaki Rights Issue dan Obligasi US$ 50 Juta

INTA menjajaki penerbitan rights issue dan obligasi senilai US$40-US$50 juta 
atau Rp400-500 miliar guna mendukung ekspansi di bidang pembiayaan dan 
penyewaan alat berat dan diprediksikan terlaksana pada 2010. 


Earnings Watch 

LSIP: Laba Bersih 1H09 Turun 40,7% yoy

LSIP mencatat laba bersih 1H09 turun 40,7% yoy Rp286,7 miliar, seiring 
penjualan -27,7% yoy jadi Rp1,44 triliun meliputi lokal Rp1,11 triliun dan 
ekspor Rp332,54 miliar. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya harga CPO dan 
karet serta volume CPO yang turun 5,7%. Namun, perseroan optimis akan mengejar 
ketertinggalannya seiring membaiknya cuaca dan rampungnya pabrik penggilingan 
baru pada Juli 2009. Selanjutnya, luas area yang ditanamkan di 1H09 mencapai 
75.595ha meliputi CPO 59.295ha, karet 13.325ha, kakao 2.373ha, dan lainnya 
602ha.




http://www.detikfinance.com/read/2009/08/12/092829/1181591/6/market-flash-etrading



      

Kirim email ke