Setuju dg Pak Sulzer, diperlukan langkah2 proaktif utk pro-open source movement ini. Saya yakin TS mendukung ide ini. Selain soal kebanggaan thdp bangsa sendiri, ini juga berpotensi memperbaiki cadangan devisa dg mengurangi penukaran rupiah ke mata uang asing utk beli software. Kami juga mendukung ini di Kaltim dalam skala kecil, tapi susah jg kadang2 karena dg open source proyeknya gak ada atau kecil aja, kebanyakan mikirnya. Oleh karena itu diperlukan gerakan sosial, seperti sekarang gerakan sosial membela KPK.
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Sulzer Sent: 09 Nopember 2009 11:32 To: [email protected] Subject: Re: [eGovIndonesia] Bersama Kita Bisa Lanjutkan! Re: [Telematika] More than 70 percent of Malaysian government offices are running open source software (Thu, 2009-11-05 07:57) Waahhh... KEBIASAAN FEODAL dan MONARKI, nih.... !!! Minta Arahan Terus..... Berikan masukan dan argumentasi donk....!! Pimpinan itu juga Manusia..., Manusia Pencerna Informasi.... Berikan masukan.., beri waktu untuk dicerna, lalu minta "Masukan"--Bahasa kerennya "Feedback". "Arahan"...??? Arahan = Feedback ??? Jangan terlalu menganggap Pimpinan Serba Tahu, lah... Mereka adalah Manager yang Baik..., bukan SERBA TAHU.... Tidakkah kita belajar dari masa lalu... :) Salam, Sulzer Jusman. _____ From: "[email protected]" <[email protected]> To: Telematika <[email protected]> Cc: APWKomitel <[email protected]>; egov-indonesia <[email protected]>; Idtugboard <[email protected]>; [email protected] Sent: Sun, November 8, 2009 9:42:19 PM Subject: [eGovIndonesia] Bersama Kita Bisa Lanjutkan! Re: [Telematika] More than 70 percent of Malaysian government offices are running open source software (Thu, 2009-11-05 07:57) Rekans se E-NKRI yth. Justru di sini kita bisa melihat bagaimana besarnya keinginan komunitas telematika-telekomu nikasi-informati ka NKRI untuk mendapatkan arahan langsung dari Menkominfo NKRI yth. mengenai "Memaksimalkan penggunaan piranti lunak berbasis open source buatan NKRI" dengan (misal) nya memberikan catatan khusus pada setiap TOR dan dokumen lelang/tender pemerintah pusat dan daerah yang secara eksplisit menyatakan "Memberikan prioritas penggunaan piranti lunak berbasis open source buatan NKRI"! BERSAMA KITA BISA LANJUTKAN "Maju tak gentar membela pemberdayaan piranti lunak berbasis open source buatan NKRI yang berkeadilan sejahtera bagi seluruh warga E-NKRI"! Semoga Menkominfo NKRI akan segera memberikan arahan langsung melalui email dan media massa lainnya kepada kita semua. Salam E-NKRI! HM Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone _____ From: X <sangilalang@ gmail.com <http://gmail.com/> > Date: Sun, 8 Nov 2009 21:11:33 +0800 To: <telemat...@yahoogro ups.com <http://ups.com/> > Subject: Re: [Telematika] More than 70 percent of Malaysian government offices are running open source software (Thu, 2009-11-05 07:57) pada saat penyelenggaraan BlanKonf yaitu BlankOn KOnferensi di Universitas Pakuan Bogor (http://www.blankonlinux.or.id/berita/2009/06/17/konferensi-blankon-2009.html) beberapa waktu yang lalu, malaysia mengutus orang2nya untuk belajar tentang pengembangan blankon. luar biasa memang. Mungkin nanti kami dari developer blankon yang akan berguru lagi pada mereka. Error! Filename not specified.Error! Filename not specified.Error! Filename not specified.Error! Filename not specified.Error! Filename not specified.Error! Filename not specified. On Sat, Nov 7, 2009 at 6:28 PM, <henkmahendra@ yahoo.com <mailto:[email protected]> > wrote: Bpk. Menkominfo yth. Mohon ijin untuk meminta anda memimpin dan mengayomi kami semua untuk bisa mengalahkan Malaysia dalam persentase penggunaan nyata piranti lunak berbasis open source. Kita yakin bersama kita bisa! Mari kita lanjutkan! Salam E-NKRI! HM >>>> Open Source Progress in Malaysia Thu, 2009-11-05 07:57 — Michael Tiemann Here are some stunning facts that were published at the end of July in Malaysia: More than 70 percent of Malaysian government offices are running open source software, according to figures released by the country's Open Source Competency Centre. The centre was established as part of the 2004 Malaysian Public Sector OSS Master Plan, to guide and co-ordinate the implementation of OSS in the public sector. The latest OSS adoption figures, released on 24 July, show that 521 of the country's 724 public sector agencies (72 per cent) have adopted OSS. This is a significant increase from 354 agencies (49 percent) in 2008 and 163 (22.5 per cent) in 2007. Malaysia is certainly raising the bar in terms of open source adoption and leadership! http://www.opensource.org/node/489 Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ------------ --------- --------- ------ Yahoo! Groups Links -- M. Olan Wardiansyah (olanuxer) Linux User #468082, Ubuntu User #23039 ICT Kab. Bima SMKN 1 Bima Blog : http://ilalangmbojo <http://ilalangmbojo.blogspot.com/> .blogspot. com
