Pak RR yth. 

Saya setuju dengan semangat nob-consumerism yg bisa kita lihat dampaknya di 
amrik hingga saat ini ..

Tapi menanggapi info anda di bawah ini saya cuma mau memberikan info bahwa 
banyak (ribuan) pedagang pengumpul biji coklat di sulawesi yg berstatus UKM 
telah tertolong dengan adanya blackberry prabayar karena mereka bisa saling 
tukar info terkini mengenai perkembangan harga biji coklat secara lebih instan 
via email dan BB messenger dan Yahoo Messenger yg membuat mereka lebih bisa 
menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah bila mereka saling tukar info 
melalui telp suara dan sms mengingat mobilitas yang tinggi. Mungkin mereka 
masuk dalam kategori "tidak pandai" menurut opini anda dibandingkan dengan 
teman2 sejawat mereka di RRC dan Taiwan dll. Tapi yg jelas mereka pandai 
sebagai pedagang UKM dengan penghematan biaya telekomunikasi yang mereka 
lakukan dengan adanya jasa2 blackberry yang humanisticapitalistic tsb :D

Salam E-NKRI berbasis BlackBerry yang sudah tidak ekslusif lagi hanya orang2 
kaya NKRI saja!

>> RR wrote:
di negara maju dan emerging country seperti taiwan, cina , BB tidak laku... 
karena masyarakatnya sudah pandai dan tidak konsumtif... juga di Amerika dan 
Canada juga sama... BB tidak se populer di Indonesia yang semua mau pakai BB 
bahkan yang palsu pun dikejar hanya sekedar untuk nampang... 

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Thu, 12 Nov 2009 15:51:49 
To: egov-indonesia<[email protected]>
Cc: APWKomitel<[email protected]>; 
Idtugboard<[email protected]>; Telematika<[email protected]>
Subject: [APWKomitel] Say no to Consumerism.. protectionism not 
necessary...BlackBerry = Neo Lib? Re: [eGovIndonesia] Opsi larangan impor 
laptop2 buatan NON-NKRI =nasionalisme berlogika? Re: [Telematika] Terapkan 
pajak impor setinggi2nyauntuk laptop2 impor yg anti-nasionalis?

Pak Lukman yth.,

Saya pengguna aktif blackberry, yang sama nikmatnya dengan naik busway setiap 
hari (sambil main blackberry tentunya hehehe) 

Blackberry saya kebetulan amat kencang kalo sedang browsing isu2 "Pro Neo-Lib 
Humanisticapitalism" dimana "Fair-Free Trade" bisa dilaksanakan tanpa paksaan 
politik-ekonomi-militer tanpa bentuk2 fasisme proteksionisme seperti yg 
dilakukan oleh amrik terhadap negara2 pemasok produk2 pasar global yg harganya 
"almost-impossibly absolutely-competitive" ..

Proteksionisme perdagangan adalah bentuk "pemaksaan negara terhadap 
warganegaranya untuk  membeli produk2 dengan kualitas dan harga tertentu" yang 
berpotensi menjadi pelanggaran HAM secara sistemik .. gak usah jauh2 .. 
proteksionisme berbasis SARA di dalam suatu negara saja pasti hanya akan 
merusak pembangunan kesejahteraan dan kemakmuran ..

Say NO to PROTECTIONISM .. 
Say YES to HUMANISTICAPITALISM of Original NEO-LIB ..

---
[rr] brur henk,
BB nya sendiri netral.. bkan neolibs dan bukan protectionism... tapi 
regulasinya... 

jangan dikit dikit neolibs ah... bosen :-)

masalahnya bukan neolibs atau protectionsim...tapi masyarakat kita terlalu 
konsumtif... so SAY NO to CONSUMERISM... mengenai mau menggunakan pola 
protectionism sih terserah regulator....

di negara maju dan emerging country seperti taiwan, cina , BB tidak laku... 
karena masyarakatnya sudah pandai dan tidak konsumtif... juga di Amerika dan 
Canada juga sama... BB tidak se populer di Indonesia yang semua mau pakai BB 
bahkan yang palsu pun dikejar hanya sekedar untuk nampang...

nih buktinya cerita dari Kompas soal gimana BB di Indonesia yang laku keras 
dikelas bawah menggunakan prepaid karena tidak bisa beli yang post paid... 
dimana di Canada (negara asal) dan Amerika tidak ada model seperti ini... hanya 
pasar di Indonesia yang aneh sendiri dan konsumtif...

bisa jadi nasib BB sama seperti jaman dulu nokia communicator yang tidak laku 
di eropa dan di negara maju...eh jadi barang mejeng di indonesia..bahkan bonus 
proyek mintanya communicator... bukan maen :-)


nih beritanya dari kompas sudah minggu lalu:


GEMINI TERJANGKAU
Mendongkrak Pengguna Blackberry

Rabu, 4 November 2009 | 04:42 WIB

Tidak ada yang mengira kalau pasaran ponsel cerdas Blackberry buatan Research 
In Motion atau RIM, perusahaan teknologi komunikasi asal Kanada ini, mampu 
memacu pertumbuhan produknya di Indonesia sampai dengan sekitar 400 persen 
sejak pertama kali memasuki pasaran selama lebih dari setahun ini.

Yang selalu menjadi pertanyaan adalah apakah memang gadget Blackberry memang 
sangat cerdas secara teknologi, penggunaan, dan rancang desain, atau memang 
menjadi gaya hidup baru kelas menengah perkotaan yang terjerat dalam jejaring 
sosial digital mengakses situs seperti Facebook dan berinteraksi satu sama lain.

Atau memang ada alasan lain, seperti skema penggunaan layanan berbayar 
Blackberry yang memang dirancang digunakan untuk para pebisnis, menjadi produk 
eceran konsumen. Indonesia menjadi negara pertama jumlah pengguna Blackberry 
dengan pertumbuhan eksponensial yang menawarkan penggunaan dengan pola prabayar.

Pola ini tidak dikenal di negara pengguna Blackberry seperti di AS atau Kanada. 
Di Indonesia, layanan berbayar Blackberry skema prabayar telah memacu pengguna 
untuk memilih berdasarkan prabayar harian, mingguan, atau bulanan sehingga 
berbondong-bondong perangkat Blackberry menjadi tren, terutama di kalangan anak 
muda dan ibu rumah tangga.

Terjangkau

Fenomena ini kemungkinan yang mendorong RIM untuk memperkenalkan jenis ponsel 
cerdas baru yang murah dan terjangkau, masuk kategori entry level, ke berbagai 
pasaran. Blackberry 8520 dalam keluarga Curve dengan nama sandi Gemini belum 
lama ini diperkenalkan di pasaran dan langsung menarik minat banyak orang.

Berbentuk candybar, menggunakan papan ketik QWERTY, produk terbaru RIM ini 
setara dengan seri Curve lainnya dengan perbedaan pada tombol kendali yang 
sebelumnya menggunakan trackball putih di bagian tengah, sekarang diganti 
touchpad futuristik bergerak ke kiri kanan atau atas bawah.

Blackberry 8520 memiliki kamera digital resolusi 2 megapiksel, koneksi nirkabel 
Wi-Fi dan Bluetooth, serta waktu bicara 4,5 jam. Kehadiran Gemini akan menambah 
populer ponsel cerdas asal Kanada ini dan menjadi peluang bagi para operator 
seluler untuk memperluas basis pengguna Blackberry yang sekarang ini 
diperkirakan sekitar 400.000 pengguna. (rlp)

dari kompas: 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/04/04423390/mendongkrak.pengguna.blackberry


---




Gimana? Layak coba loh ..

Coba dulu yuk .. Kaya pake blackberry .. suatu saat bakal ada pabrik perakitan 
blackberry di NKRI .. Kapan? Silahkan tanya Menkominfo dan Menperin dan 
Menperdag deh .. 

Salam E-NKRI!

HM

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Lukman HDP <[email protected]>
Date: Thu, 12 Nov 2009 22:01:09 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [eGovIndonesia] Opsi larangan impor laptop2 buatan NON-NKRI =
 nasionalisme berlogika? Re: [Telematika] Terapkan pajak impor setinggi2nya
 untuk laptop2 impor yg anti-nasionalis? Re: [APWKomitel] kepentingan nasional
 lebih dari kepentingan asing meskipun AS yg libral

[email protected] wrote:
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Klo import blackberry gimana pak?



------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links





------------------------------------

--
Sponsor: www.apwkomitel.org www.java-cafe.net   www.micronics.info
Info Disti Ncomputing(1PC Many/ 30Users) http://www.indoasiateknologi.com 
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke