Rekan2 se E-NKRI yth. Kita punya potensi 27GW listrik dari pembangkitan listrik panasbumi (geothermal) yg sejak lengsernya pak harto tidak pernah dioptimalkan percepatan investasinya akibat demagogi "hak2 otonomi daerah" yg implementasinya sudah overproporsional.
Silahkan baca di www.wgc2010.org kalau ingin lebih tahu bagaimana memerdekakan kebutuhan listrik NKRI untuk ratusan ribu tahun yad tanpa harus menggunakan sumber energi fossil. Salam E-NKRI yg swa-listrik dan swa-pitalebar internet! HM Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: <[email protected]> Date: Sat, 14 Nov 2009 02:03:51 To: <[email protected]> Subject: kenapa tidak beli genset ?[APWKomitel] PLN Byar-pet, saatnya memberikan kesempatan Publik, Swasta, Komunitas untuk supply listrik sendiri ________________________________ From: S Roestam <[email protected]> Subject: [APWKomitel] PLN Byar-pet, saatnya memberikan kesempatan Publik, Swasta, Komunitas untuk supply listrik sendiri Pak Ari Mukhlason dan Kawan2 Yth, PLN sudah kempis2 menyediakan pasokan listrik, maka kini saatnya Publik, Swasta, Komunitas menyediakan pasokan listrik sendiri yang lebih baik dan andal, dengan biaya yang kompetitif. --- [rr] pak mitro, masalahnya adalah jika kita mewajibkan publik dan swasta menyediakan pasokan listrik maka harganya akan sangat mahal... misalnya saja... sebuah warung terpaksa membeli genset karena seringnya byar pet... misalnya genset 2KVA harga Rp 4 juta. kemudian dia pakai satu hari 10 jam... artinya pakai bensin 10 liter = Rp 65.000 jadi sehari Rp 65.000 x 30 dan sebulan harus beli bensin utk listrik sebesar Rp 1950.000 ini khan 300% lebih mahal dari abonemen PLN... belum lagi ributnya dan polusinya. Jadi memang PLN menjadi badan usaha milik negara tujuannya memang menyediakan alternatif listrik yang jauh lebih murah...kalau tidak semua orang sudah pakai genset pak Mitro... Jadi ini menjawab kenapa tidak banyak yang pakai genset...karena akan berlipat lebih mahal daripada PLN.... karena kami sudah hitung. Artinya memang pemerintah harus membuat PLNnya berdaya dan jangan tidak berdaya akhirnya nanti kita jadi failed state kalau semua byar pet. Juga dipikirkan alternatif enerji bagi PLN... atau masyarakat misalnya solar power cuma sekarang lagi lagi masih mahal... tinggal pemerintah bikin riset dan kebijakan... Ini semua tidak mudah dan tidak bisa hanya diselesaikan dalam 100 hari... meskipun semestinya prioritas dalam 100 hari salam, rr - apwkomitel --- Langkah ini pasti akan dapat membuat PLN berusaha keras untuk memperbaiki layanannya kepada masyarakat, sebab akan ada saingannya. Menurut saya, beban PLN sudah terlalu besar untuk membuatnya efektif dan efisien, apalagi kalau harus menjangkau segenap pelosok tanah air. Dalam istilah Manajemen, Span of Control-nya terlalu luas, sehingga tidak efektif lagi. Ini akan merupakan salah satu Program 100-hari KIB-II yang akan dikenang bangsa Indonesia sebagai terobosan baru dalam menyediakan pasokan listrik bagi rakyat Indonesia, dari pada sibuk terus cari pinjaman untuk menyelamatkan PLN. Ini tentu memerlukan perubahan UU yang memberikan hak monopoli kepada PLN sebagai satu-satunya pemasok listrik di Indonesia. Kami yakin, dengan perubahan ini, akan makin banyak innovasi dan kreativitas dalam menyediakan pasokan listrik, serta pada saat yang sama, akan memberikan pekerjaan bagi rakyat Indonesia dan mengurangi pengangguran di Indonesia. Akan berkembang sumber-sumber alternatif daya listrik, seperi Energi Surya, Energi Angin, Energi Ombak, Listrik Mikrohidro, Biofuel dari berbagai bahan organik, dll. Mudah2an ini menjadi bagian untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia. Silahkan ditanggapi dan didukung. Wassalam, S Roestam http://sroestam. wordpress. com/?s=aqucadour a ============ ========= ========= ======= Pak Mukhlason menulis: terkait berita okezone di bawah, PLN sptnya "agak" menjilat ludah sendiri. sktr 2005, pabrik2 untuk memasang genset sendiri izinnya sulit banget. bahkan cenderung tidak boleh. tetapi, kini mau ndak mau, harus dilepas bebannya. Mmg sepertinya pemerintah bersama PLN terlambat mengantisipasi pertumbuhan konsumsi listrik yang sangat pesat. Yang dulunya klo di rmh tangga cukup tv dan lampu ndak pake AC, mesin cuci, mesing grinda, mesin las, dll, sekarrang sudah bermacam2. Coba misalkan sudah`ada program 10000 MW di tahun 93, sptnya sekarang ndak parah2 amat. Kira2 dulu litbangnya deptamben, pln, bappenas dan depkeu gimana ya ? apa ndak bisa memprediksi, apa malah tdak disetujui ? 2009/11/11 Dodiek EL <dodie...@yahoo. com> intermezzo . . Trafo PLN tidak bisa dibagi, kecuali 3 x 1 phase . . kalau bailout bank Century . . wuih daya serapnya 'unlimited' . . Kabarnya Indonesia punya banyak aneka ragam hayati sebagai bahan baku biofuel untuk konsumsi operasional genset (generator set) . . jadi bahan pengganti BBM cukup tersedia di bumi pertiwi . . Salam, Dodiek --- On Wed, 11/11/09, ricky cahya andrian <arreste...@yahoo. com> wrote: From: ricky cahya andrian <arreste...@yahoo. com> Subject: [indonesia] Bls: Re: Bls: Re: Call for Public and Private Partnerships To: indone...@nextbette r.net Date: Wednesday, 11 November, 2009, 9:02 AM tergantung WILL Pemerintah aja bos, jadi LANJUTKAN nih? beli Trafo aja utang 4.7T, bailout Century 6.7T LANCAR!!! kasihan dikau PLN -Ricky- "In Harmonia Progressio" EL97 Dari: CHPStar <chp...@yahoo. com> Kepada: indone...@nextbette r.net Terkirim: Rab, 11 November, 2009 09:44:00 Judul: [indonesia] Re: Bls: Re: Call for Public and Private Partnerships Rekan Ricky, .....makanya perlu ada "Cooperative CHP" yang jadi ujung tombak pemasaran Gas di Perumahan, dan Industri.... ...dan berdampak strategis (sulit)! Jadi, biikin lanjutan Seminar World Class Power Sector/ University saja di ITB!? tjahjokartiko@ djlpe.esdm. go.id --- On Tue, 11/10/09, ricky cahya andrian <arrester97@ yahoo. com> wrote: From: ricky cahya andrian <arreste...@yahoo. com> Subject: [indonesia] Bls: Re: Call for Public and Private Partnerships To: indone...@nextbette r.net Date: Tuesday, November 10, 2009, 7:59 PM pipanisasi GAS aja di ibukota Jakarta utk listrik di tiap rumah dan kantor ? -Ricky- "In Harmonia Progressio" EL97 Dari: Joko Julianto <joko_julianto@ hotmail.com> Kepada: "indone...@nextbette r.net" <indone...@nextbett er. net> Terkirim: Rab, 11 November, 2009 08:47:06 Judul: [indonesia] Re: Call for Public and Private Partnerships Bukannya itu karena mereka (hotel, mall dll) suka ngemplang PLN..? curi-curi listrik...? jadi, daripad ngemplang, mereka diminta mencari sendiri listrik yg mrk butuhkan. maksudnya baik. tapi memang bisa jadi masalah lingkungan kalau di kota2 besar. informasi ini saya peroleh dari pengacara yg bekerja untuk PLN untuk memperkarakan sejumlah mall dan hotel yg bermasalah tsb. Jadi....? Salam, Joko From: [email protected]. id To: indone...@nextbette r.net Subject: [indonesia] Re: Call for Public and Private Partnerships Date: Tue, 10 Nov 2009 17:37:24 +0700 Gimana bisa bersaing dengan luar negeri di bidang industri, hotel dan mall. Di beberapa negara justru rumah tangga yang dikorbankan. Gak ada kerja, rumah tangga gimana mau beli listrik? Kita harus pikirkan ini. Sebaiknya kalau mau swasta patungan untuk membeli pembangkit yang dikerjakan oleh PLN nantinya.Kalau masing2 beli genset, jadigak gren lagi. Contohnya kalau glodok mati PLN, masing2 nyalakan genset, luar biasa panas lingkungan jadinya. Thanks. From: CHPStar [mailto:chp...@yahoo. com] Sent: 10 Nopember 2009 10:54 To: ia-...@yahoogroups. com; it...@yahoogroups. com; indone...@nextbette r.net Subject: [indonesia] Call for Public and Private Partnerships Hotel, Mall, & Industri Dinego Tak Pakai Listrik PLN Senin, 9 November 2009 - 15:53 wib Image removed by sender. textTEXT SIZE : Image removed by sender. Image removed by sender. Andina Meryani - Okezone Image removed by sender. Foto: Koran SI. JAKARTA - PT PLN (Persero) sedang melakukan negoisasi dengan pelanggan-pelanggan besarnya seperti mall, hotel, dan industri untuk tidak lagi menggunakan listrik PLN dan meminta untuk menggunakan genset. "Itu untuk hotel, mall dan lain-lain supaya mereka bersedia melakukan pemadaman bergilir. Diatur waktunya supaya mereka tidak lagi menggunakan jasa PLN," ungkap Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono, di sela Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009) Dengan tidak lagi membeli listrik dari PLN bagi pelanggan- pelanggan besar tentunya akan menghemat daya PLN. Sehingga PLN tidak lagi melakukan pemadaman bergilir terhadap pelanggan rumah tangga. "Mereka (pelanggan besar) tidak lagi menggunakan listrik PLN sampai selesainya perbaikan gardu induk yang terbakar kemarin," ungkapnya. Sementara itu, terkait dengan pemadaman yang terjadi akhir- akhir ini, maka PLN harus memberikan kompensansi berupa potongan sebesar 10 persen dari beban pokok produksi. Dia pun mengharapkan pada pertengahan Desember 2009 tidak ada lagi pemadaman bergilir di Jakarta Raya dan Tangerang. "Itu sudah ada Permennya tapi itu baru berlaku pada bulan berikutnya," tukasnya. (rhs) tjahjokartiko@ djlpe.esdm. go.id Internal Virus Database is out of date. Checked by AVG. Version: 8.0.101 / Virus Database: 270.4.0/1513 - Release Date: 22/06/2008 7:52 Head to the Daily Blob on Windows Live For more of what happens online Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! -- m ari mukhlason -- e/GM/FB : mukhla...@gmail. com YM : MuhammadAri@ Yahoo.com blog : http://mukhlason. wordpress. com p1 : 0818-223-062 p2 : 031-8341-8998
