Pak Dedy,

Jarang Saya lihat yang buat kriteria "Consumer and Business Adoption" dalam 
penuturan sehari-hari, maupun rencana pengembangan ICT di Government Indonesia.
Apalagi bobotnya sampai 25%.....

Mungkin kita harusnya "mendalami" sebenarnya "Kepada Siapa ICT" itu seharusnya 
ditujukan....

Salah satu faktor lain seperti, Interseksi di "Government-to-Government". 
Kita belum ada, khan....??

Misalnya; 
Saya punya perusahaan di Pekanbaru-Riau dan akan buka cabang di Lampung. 
Bisa ngga seperti proses kita daftar Domain ke Pandi. Semua selesai dengan 
Online. Termasuk Proses Pembayaran melalui Bank-nya....
Setelah itu..., Saya ke Pemda Kota Surabaya urus perijinan secara online pula...

Kapan Saya bisa, ya...??

Oh ya lupa... Informasi saja, "asumsi"-kan Saya Pengusaha..... :D

CMIIW.

Salam,
Sulzer Jusman





________________________________
From: dedy cahyadi <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; CIO MTI UGM 
Angkatan II 2007 <[email protected]>; [email protected]; 
KALTIM Net <[email protected]>; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Wed, December 30, 2009 10:50:09 AM
Subject: [eGovIndonesia] eReadiness Indonesia tahun 2009

  
dh,
Iseng-iseng mencari bahan buat evaluasi akhir tahun, ketemu bacaan ttg
eReadiness (http://www.eiu. com/site_ info.asp? info_name= ereadiness& 
page=noads),
Indonesia dari peringkat 68 di tahun 2008 naik ke peringkat 65 pada
tahun 2009 ini (walau tidak lebih baik di tahun 2006 di posisi 62),
adapun kriteria penilaian tahun ini :

- Connectivity and technology infrastructure 20%
- Business environment 15%
- Social and cultural environment 15%
- Legal environment 10%
- Government policy and vision 15%
- Consumer and business adoption 25%

Apakah ada yang tau kira-kira dari 6 kategori tersebut, mana yang
memberikan kontribusi penilaian eReadiness negaraku tercinta ini bisa
naik cukup signifikan, setelah tergeser turun dari tahun 2007-2008 &
bagaimana proyeksi eReadiness tahun depan dengan Kabinet yang baru ?

salam,
dc




      

Kirim email ke