Yth. Bp. Hari,

Kami mendukung penuh penerapan INSW, Bapak. Seperti halnya penerapan SI e-Gov 
lainnya yang selalu mendapatkan halangan dan persepsi yang berbeda, namun jihad 
e-Gov yang lebih baik dan lebih baik tetap harus diteruskan. Kami bangga dan 
selalu kami banggakan setiap kali memperoleh kesempatan berbicara tentang 
e-Gov. Thanks

Sukses selalu,
Ibenk

On Jan 30, 2010, at 12:57 PM, hnoe...@indonet wrote:

> Yth. rekan Pengawal e-Gov Indonesia,
> 
> Dibawah ini saya kutip berita dari Detik Finance/Detik.Com, Per tanggal 29 
> Januari 2010 , jam 18:03, yang isinya meski tidak bohong namun dipotong 
> sedemikian rupa dan diberikan judul yang secara total sangat menyesatkan bagi 
> pembaca yang tidak tahu.
> 
> Isi sebenarnya adalah wawancara SBY dengan pengusaha dari surabaya yang 
> intinya akan menyatakan bahwa pengalaman pengalaman pribadi sang pengusaha 
> mempergunakan portal INSW memang sangat membantu memperingan proses usahanya, 
> berbeda dengan film yang diputar sebelumnya wawancara, yang isinua tentang 
> ilustrasi INSW , yang hanya filem yang di rekayasa, maka apa yang dialami 
> sang pengusaha adalah pengalaman pribadi yang benar-benar terjadi dan bukan 
> rekayasa, karena dengan mempergunakan fasilitas INSW maka proses export 
> barangnya dapat dilakukan secara elektronik dan cepat dan mudah, demikian 
> pula fasilitas tracking proses layanan dapat mempermudah menjejagi sampai 
> dimana tahap prosesnya secara online langsung oleh pelaku usaha sendiri. Sang 
> Pengusaha juga mengingatkan dengan adanya ketergantungan proses import export 
> sepenuhnya pada sistem INSW perlu juga dilengkapi dengan sarana back-up dan 
> prosedur tindakan petugas bila ada gangguan sistem. Suatu hal yang tentunya 
> sangat menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masukan yang baik bagi INSW. 
> Namun dengan teknis penulisan dan pemotongan cerita hanya sebagian yang di 
> paparkan akan menyebabkan siapapun yang tidak pernah tahu proses INSW akan 
> memperoleh informasi yang berbeda, karena mereka bisa berpikir bahwa 
> Pengusaha Curhat ke SBY kalau NSW hanyalah rekayasa
> 
> Cara pemberitaan ini sangat menyakitkan lagi bagi para PNS pelaksana proyek 
> yang nyaris selama 3 tahun terakhir lebih banyak meluangkan akhir pekannya 
> untuk melaksanakan penyempurnaan INSW, para Rekanan yang mendukung kolaborasi 
> proses antar lembaga negara tanpa tambahan biaya dari Semua Kementerian 
> Lembaga yang mendukung terlaksananya INSW. Demikian pula bagi kami sekelompok 
> relawan profesional TIK dan para pensiunan Purna PNS yang sejak 2007 terlibat 
> aktif mendukung realisasi INSW tanpa imbalan jasa profesional dan tidak 
> membebani negara.
> Semuanya adalah bentuk kerja nyata untuk membuktikan bahwa kami dalam Tim 
> Pelaksana bukan hanya bisa bicara, kami bisa buktikan bahwa reformasi 
> birokrasi layanan publik dapat dilaksanakan dengan berbasis terapan e-Gov 
> secara benar dinegeri ini dan dilaksanakan sendiri oleh Anak Negeri. 
>   
> Kami sangat menyayangkan upaya untuk memperbaiki negeri ini yang telah 
> dilaksanakan secara serius oleh Tim Pelaksana Gabungan yang bekerja tanpa 
> pamrih, tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan, dan tanpa bantuan 
> dan supervisi asing, ternyata telah tidak dihargai oleh oknum2 tertentu yang 
> menyesatkan citra publik, 
> 
> Semuanya yang dilakukan dalam terapan INSW telah membuktikan bahwa dengan 
> kemauan dan kebersamaan Bangsa Indonesia sanggup menerapkan e-Gov secara 
> benar dan saat ini justru menjadi contoh bagi negara ASEAN besar lainnya yang 
> punya kesamaan kompleksitas terapan e-Gov, yang semuanya bisa menjadi contoh 
> nyata untuk dapat disebarkan dan menjadi ukuran dalam memperbaiki tata 
> kehidupan bangsa dan citra Indonesia .
> Kami pahami dengan adanya INSW memang sangat banyak pihak yang telah 
> dirugikan, uang bawah meja semakin sulit diperoleh, karena mereka lebih 
> banyak berinteraksi hanya dengan komputer, peran Makelar ijin dan proses 
> Import/Export semakin sempit dan menuntut profesionalism tinggi, proses 
> penyelundupan barang import  dan export menjadi makin sulit untuk 
> dilaksanakan melalui jalur formal, Pertukaran data antar lembaga negara 
> menyebabkan sulitnya manipulasi import exort antar negara.
> 
> Sayang sekali Media publik yang ada tampaknya juga kurang mampu menangkap 
> makna dibalik peresmian INSW, yang merupakan tonggak sejarah bagi terapan 
> e-Gov di Indonesia, karena dengan adanya INSW maka :
> - Tidak ada lagi Kementerian / Lembaga Negara atau Vendor TIK yang boleh 
> membuat alasan teknis hanya untuk mempertahankan sekat pulau2 Informasi antar 
> setiap satuan kerja yang banyak terjadi, 
> - Tidak ada lagi alasan bagi pejabat untuk tidak mempergunakan data 
> elektronik sebagai data utama dan persetujuan elektronik sebagai bukti hukum.
> - Tidak lagi ada layanan publik yang mengharuskan penerima layanan untuk hal 
> yang bukan bersifat penyidikan 
> - Tidak ada lagi alasan bahwa data elektronik suatu lembaga negara tidak 
> boleh dipergunakan oleh lembaga negara lain selama memenuhi ketentuan 
> keamanan informasi
> - Tidak lagi proses terhambat akibat pejabat sedang rapat, karena proses 
> tetap bisa dilakukan dengan persetujuan pejabat melalui sarana mobile. 
> - Tidak ada lagi alasan bahwa proses layanan publik tidak bisa di otomasi, 
> karena dengan layanan antar SATKER, sistem dapat dibuat untuk mengendalikan 
> tahap proses sesuai standar & prosedur operasi, sehingga dapat dilaksanakan 
> manajemen kinerja dan tracking proses secara online,
> - dan masih banyak perubahan besar lainnya 
> Semuanya ini merupakan bentuk nyata reformasi birokrasi hasil anak negeri, 
> yang seharusnya di dukung oleh semua insan yang mengaku ber kebangsaan 
> Indonesia, dan bukan penghianat bangsa.
> 
> Kami bekerja untuk membuktikan bahwa dengan gotong royong - kebersamaan, maka 
> Bangsa Indonesia pasti mampu memperbaiki dirinya sendiri, kami bekerja 
> sukarela sebagai bagian dari Amal & ibadah dengan membangun Negeri tercinta 
> dengan kerja nyata, bukan cuma bisa bicara dan mengkritik saja, namun kami 
> juga tahu apa yang harus diperbaiki dan mampu memperbaikinya.
> 
> INSW bukan rekayasa, dan juga bukan lagi hanya impian, tapi sudah merupakan 
> wujud nyata dari terapan e-Gov antar instansi, meski belum semuanya sempurna 
> namun sudah bisa menjadi contoh terapan e-Gov antar instansi untuk disebar 
> luaskan.
> Kami sadari bahwa Implementasi INSW merupakan mimpi buruk bagi banyak pihak 
> yang tidak lagi bisa memanfaatkan ketidak jelasan dalam layanan publik untuk 
> keuntungan pribadi dan memperoleh uang haram..
> 
> Saya tidak perlu menyampaikan unek2 ini ke Detik .Com ataupun Detik Finance, 
> karena saya yakin redaktur Detik.com yang profesional pasti tahu apa yang 
> harus dilakukan untuk melakukan perbaikan kedalam, agar Masyarakat tetap 
> percaya bahwa Detik akan selalu menjaga beritanya untuk selalu akurat,
>  
> Kiranya sekian unek2 kekecewaan kami, atas pemberitaan yang sangat tidak 
> menghargai upaya anak negeri.
> Semoga terapan eGov Indonesia semakin berkembang lebih luas- lebih baik lagi, 
> untuk membuat kehidupan bangsa kita semakin nyaman dan bisa menjadi Tuan di 
> Negaranya sendiri.
> 
> Wassalam,
> Hari S,noegroho
> Relawan Tim Ahli INSW.
> 
> 
> 
> 
> 
> Curhat ke SBY, Pengusaha Anggap NSW Adegan Rekayasa 
> Ramdhania El Hida - detikFinance 
> 
> Jakarta - Dalam acara peresmian layanan National Single Window (NSW) di 
> Pelabuhan Tanjung Priok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan 
> tanya jawab melalui teleconference dengan berbagai kalangan pengusaha di 
> daerah.
> 
> Dalam sesi tersebut, salah satu importir asal Surabaya bernama Suwondo 
> menegaskan kepada SBY dalam film pendek mengenai National Single Window (NSW) 
> yang dibuat Ditjen Bea dan Cukai, dirasakan layanan NSW ini hanya sebuah 
> adegan rekayasa.
> 
> "Bapak (SBY) kalau nonton di film itu terkesan rekayasa, nah ini saya memberi 
> kesaksian," ujarnya.
> 
> Namun, sebelum Suwondo melanjutkan bicara, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono 
> (SBY) memotongnya. 
> 
> "Kalau begitu, Bapak bersedia main film? Tapi royaltinya bagi dua ya. Tapi 
> jangan lupa pajaknya, ya," ujar SBY sambil bercanda, yang langsung ditanggapi 
> derai tawa para tamu undangan yang hadir.
> 
> Ternyata tawaran royalti tersebut ditanggapi panitia di akhir dialog. Pihak 
> panitia akan menyertakan Suwondo dalam film pendek yang akan dibuatnya lagi 
> dengan pembagian royalti kepada Presiden SBY.
> 
> (nia/dnl)
> 
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke