Yth Bung Khalid, Apa kabar, terima kasih masukannya. sebenarnya untuk mengatasi masalah NIK yang mau tidak mau harus di selesaikan DepDagri pada tahun 2011, akan jauh lebih murah apabila para pejabat yang ada mau membuka diri dan mau "menyingsingkan lengan baju" dengan brgotong royong memanfaatkan semua potensi nasional. Tanpa Entry data Ulang NIK bisa dibentuk dengan hemat, karena kita sudah punya intangible asset data penduduk yang ada dimana2, yang selama ini karena statusnya intangible dan belum dikapitalisasi nilainya, maka dengan enak saja dibuat kebijakan yang mengabaikan asset dan potensi yang sudah ada, dengan memaksakan solusi entry ulang tanpa ada analisa manfaat dan biaya, atau bila ada, analisa dilakukan dengan menyembunyikan nilai intangible asset yang dalam sistem akuntansi accrual merupakan kekayaan negara yang harus di kapitalisasi dan diperhitungkan dalam analisa manfaat dan biaya.
Kembali kepada potensi asset data base kependudukan yang selama ini di abaikan dan sepengetahuan saya tidak diperhitungkan dalam perencanaan antara lain adalah: 1. Data kependudukan Daerah lengkap yang sudah dimiliki hampir disemua Pemerintah daerahsebagai dasar pembuatan KTP. 2. Sebagian dari data Penduduk Nasional meliputi data elemen yang diperkirakan 95% telah teruji antara lain nama, alamat + RT/RW, tempat lahir, tanggal lahir dan jenis kelamin, yang dipergunakan untuk melaksanakan pemilu per tahun 2004. 3..Data penduduk Nasional yang belum dewasa, yang sudah lama dihimpun oleh DepDikNas. 4. Data penduduk pemilik passport dan data penduduk asing yang dipelihara oleh DepHukHam/DJImigrasi. Untuk pembentukan NIK nasional dapat disederhanakan dengan membuang project entry data ulang , tanpa harus dijalankan bersamaan dengan pembuatan KTP, dilaksanakan dengan penggunaan data penduduk yang sudah ada sebelumnya, dengan melakukan beberapa tindakan manajemen data kependukan, yang harus diselesaikan dalam jangka pendek, antara lain : 1. Menetapkan data elemen yang disimpan untuk data kependudukan Nasional, dengan hanya menyimpan data utama kependudukan berikut kunci data referensi terkait, hal ini dimungkinkan karena kebutuhan nasional bersifat statis sebagai pusat identifikasi dan referensi Nasional, yang jauh lebih kecil dari pada kebutuhan daerah yang transactional dan dinamis.. 2. Menetapkan standar data element dan struktur data base kependudukan nasional yang akan digunakan.. 3. Persiapan data oleh Pemda dengan urutan: a. Memisahkan copy data kependudukan terbatas sesuai kebutuhan data nasional dan sekaligus melakukan konversi kedalam format dan struktur database dengan standar nasional. b. Melakukan verifikasi atas kemungkinan data rangjkap dengan menjalankan program cek double, hasilnya akan menghimpun dan memisahkan seluruh data yang berindikasi rangkap, untuk diteliti kelayakannya secra manual. sementara data yang sudah bersih dari kemungkinan rangkap bisa langsung dikirim Pusat kendali NIK Nasional untuk proses lebih lanjut. 4. Di pusat kendali NIK dilakukan beberapa tugas antara lain: a. Memisahkan data kependudukan yang bersumber dari Database KPU dan Dikmenjur/Diknas sesuai kebutuhan data nasional dan mengkonversi kan dalam format dan struktur database kependudukan Nasional untuk selanjutnya dipergunakan sebagai data pembanding. b. Melakukan merging data daerah yang diterima dengan duplikat data kependudukan Nasional yang sudah ada, untuk di lanjutkan dengan proses cek double, data bersih menjadi data nasional baru, dan data ber indikasi rangkap disimpan terpisah untuk baru di merge setelah ada konformasi tidak rangkap dari daerah. c. Proses pusat bisa dilaksanakan sekaligus atau bertahap, sesuai peinjadwalan. d. Bila data nasional sudah lengkap, maka dapat dilakukan proses pembandingan antara data base ex KPU2004 dan database pendidikan dengan data kependudukan nasional yang sudah terhimpun,. hasil pembanding ada 3 jenis data, yaitu datapenduduk yang sudah ada di 3 database, data penduduk dewasa yang belum tercatat, dan penduduk anak2 yang belum tercatat, selanjutnya ketiga data tersebut dapat di merging sebagai data kependudukan nasional. e. Bila ternyata data kepolisian maupun data pasport cukup layak untuk menjadi media verifikasi, maka dapat dilakukan proses verifikasi dan merging data referensi passport dan SIM. 5. Tahap berikutnya adalah NIK Geneator di pusat, membuat NIK pertama kali untuk data kependudukan yang belum ada NIKnya, dengan syarat tetap menyimpan relasi data nomor penduduk lama sebagai referensi dan termasuk relasi no,NISN yang seharusnya langsung di catat pada data kependukan nasional 6. Untuk KTP bisa dilakukan pencetakan nasional bersama e-KTP, dicetak tanpa menunggu perekaman data sidik jari, untuk dibagikan kseeluruh daerah, sekaligus verifikasi awal keberadaan penduduk, sebagaimana pembagian kartu pemilih 2004. 7. Verifikasi akhir identitas tunggal setelah dilakukan proses perekaman sidik jari penduduk yang dilakukan cukup dengan merekam data untuk di rekam ke dalam e-KTP. Demikian sekedar pemikiran sederhana untuk proses pembersihan data bagi pembentukan cepat data kependudukan nasional yang dilaksanakan tanpa harus memulainya dari Nol dengan menghargai asset bangsa yang sudah ada. Dengan menerapkan solusi budaya bangsa yaitu solusi gotong-royong yang sekarang dikenal oleh orang barat sebagai Win-Win Solution, maka kita akan bisa menghemat pengeluaran negara dan menghindarkan diri dari risiko pemborosan uang rakyat. Semoga bermanfaat. Wass. Hari Note: Organisasi Tim Lak NIK dan data kependudukan Nasional harus di ubah dan ditingkatkan eselon nya, sehingga menjadi organisasi Nasional antar Kementerian/lembaga dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. On 3/16/2010 7:15 AM, Khalid Mustafa wrote: > > Sebuah pemikiran yang sedang bergulir di milis Dikmenjur > > > > > --- > Best Regards > > Khalid Mustafa > http://khalidmustafa.info <http://khalidmustafa.info> > > > > Begin forwarded message: > >> *From: *Soni Taslim <[email protected] >> <mailto:[email protected]>> >> *Date: *March 15, 2010 10:10:30 PM GMT+07:00 >> *To: *[email protected] <mailto:[email protected]> >> *Subject: **Re: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Nisn vs SIAK* >> *Reply-To: *[email protected] <mailto:[email protected]> >> >> >> Wah.bagus sekali itu Bp. sangat perlu untuk di realisasikan. >> >> sontas.malang. >> >> ------------------------------------------------------------------------ >> *From:* "[email protected] <http://ymail.com>" >> <[email protected] <http://ymail.com>> >> *To:* Dikmenjur <[email protected] <http://ps.com>>; Atdikbud >> milis <[email protected]>; Jardiknas <[email protected] >> <http://ps.com>>; Klubguruindonesia >> <[email protected]>; Pendamping Seamolec >> <[email protected]>; Ppsjabar >> <[email protected] <http://s.com>>; Sma network rsbi >> <[email protected]>; Sma network rsbi >> <[email protected]>; D3 madiun >> <[email protected]>; D4itb >> <[email protected]>; Alumni itb 70 >> <[email protected]>; Bondan Prakoso <[email protected]>; >> Adi Nuryanto <[email protected]>; Harry-kaligis >> <[email protected]>; Kusmayanto Kadiman >> <[email protected]>; Cahyana dekominfo >> <[email protected]>; Donny B.U. <[email protected]> >> *Sent:* Mon, March 15, 2010 10:04:05 PM >> *Subject:* [Maju,Cerdas&Kompetitif] Nisn vs SIAK >> >> Dear all, >> Mungkin kah ini akan terjadi? Sinergi nisn dgn nik dlm thn 2011..klo >> ini bisa dilakukan akan terjadi penghematan yg luar biasa dr sistem >> nomor induk kependudukan dan dlm pilkada atau pemilu yad tidak ada >> duplikat nama ..dll. >> Saran...? Mungkin biaya SIAK akan lbh murah ...kira2 10-15 o/o dr yg >> di usulkan sekarang sebesar 7 t...? >> Ayo kita sempurnakan sistem kita, siapa lagi yg mau memperbaiki dan >> menyempurnakan ? Kan bukan bangsa lain..klo bisa mandiri dan murah >> knp hrs keluar dan mahal...? >> Ayo kita. Kerja bareng utk NKRI .. >> Ghp >> >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >> Teruuusss... ! >> >> ------------------------------------------------------------------------ >> *From: * Bondan Jardiknas <bon...@jardiknas. org> >> *Date: *Mon, 15 Mar 2010 21:27:49 +0700 >> *To: *<minipo...@yahoo. com> >> *Cc: *p. ghp<gatotpriowirjanto@ ymail.com <http://ymail.com>>; Adi >> Jardiknas<adinuryanto@ jardiknas. org> >> *Subject: *Re: Bahan Tulisan >> >> FYI, >
