Koreksi, ada salah ketik

"Interkoneksi data bukan merupakan suatu yang sulit bila direncanakan 
..... dst."

Harap maklum, dampak mata sudah mulai rabun tapi masih suka ngetik 
ditempat gelap.


On 3/17/2010 6:47 AM, hnoe...@indonet wrote:
>
> Yth Rekan,
> Interkoneksi antar data bukan merupakan suatu yang bisa direncanakan
> dalam rangkaian relasi dalam setiap rancangan sistem, khususnya dalam
> merencanakan design database.
>
> Untuk itu dalam penggunaan NIK sebagai identitas tunggal kependudukan
> wajib ada sebagai pemersatu sistem informasi tersebar di NKRI , hal
> tersebut tidak menyebabkan harus diikuti dengan penghapusan kode relasi
> yang sudah digunakan selama ini antara lain No.SIM, No Rekening Bank,
> no. Passport, NPWP dll. yang menjadi media relasi secara teknis.harus
> tetap ada. termasuk upaya penghapusan nomor penduduk lama dalam database
> kependudukan harus dihindari, karena bisa memutus relasi historis atas
> data baru dengan data lama..
> Soal bagaimana mencari nomor rekening Bank berdasar NIK hanyalah bagian
> dari cara mempermudah pencarian data melalui penggunaan identitas yang
> dikenal pula oleh sistem..
>
> Contoh terbaik dalam mempelajari relasi antar database antar sistem
> dapat dipelajari pada sistem transaksi antar bank, yang untuk satu
> proses transaksi bisa dijalankan diatas rangkaian puluhan entitas sistem
> yang dibuat dengan O/S , bahasa dan vendor yang berbeda beda, namun
> semuanya bisa berkomunikasi dengan mempergunakan standar
> interoperability antar sistem yang telah disepakati, sehingga tidak ada
> batasan dalam proses data antar sistem.
> sebagai contoh: Proses pengambilan ATM bersama,
> pemeriksaan kartu atm pertama kali dijalankan stand alone oleh program
> yang dibuat oleh produsen ATM, bila verifikasi OK maka dilanjutkan
> dengan proses antara atm dengan pusat kendali ATM dari Bank Pemilik ATM
> yang diteruskan oleh sistem milik operator ATM bersama . Selanjutnya
> sistem ATM bersama akan mencari relasi dengan bank pemilik kartu, pada
> sistem bank pemilik kartu akan dijalankan proses pada paket aplikasi ATM
> dengan status proses ATM diluar bank, untuk dihubungkan dengan sistem
> transaksi penarikan ATM, selanjutnya dilakukan pengecekan saldo sesuai
> dengan pilihan, bila saldo giro maka sistem akan berhubungan dengan
> aplikasi giro, yang melakukan pengecekan saldo dan pendebetan transaksi
> giro bila dana cukup, dan memberikan response ke sistem ATM untuk OK
> bayar sekaligus mencatat dalam sistem antar bank transaksi antar bank
> dengan bank pemilik ATM melalui ATM bersama., selanjutnya pesan OK Bayar
> estafet akan disampaikan antar sistem hingga ATM menerima OK Bayar dan
> aplikasi switching pada ATM bersama menghubungi sistem aplikasi ATM
> untuk memberitahukan Bank pemilik kartu telah mengambil uang di ATM bank
> pemilik ATM, selanjutnya pada bank pemilik ATM akan mengaktifkan sistem
> antar Bank untuk mencatat transaksi pengambilan uang oleh bank pemilik
> kartu pada ATM tertentu melalui ATM bersama. Semua ini berjalan Online
> real time antar sistem yang bermacam2 dan umumnya dibuat oleh vendor
> yang berbeda, semuanya diselesaikan dalam hitungan detik. Rekonsiliasi
> transaksi dilakukan dalam banyak cara, pada ATM dengan waktu penggantian
> uang, sisa uang di ATM harus cocok dengan catatan sisa uang pada data
> sistem kendali ATM. mutasi rekening antar Bank melalui ATM bersama harus
> cocok dengan data mutasi yang diterima dari operator ATM bersama. dst.
>
> Dari contoh tersebut, maka sleuruh data layanan publik dari semua K/L
> dan Pemerintah Daerah seharusnya dapat diproses secara tertib
> terkendali dan berkesinambungan.
>
> Hal yang kita sadari bersama, bahwa dalam menerapkan eGov secara
> nasional terpadu di Indonesia merupakan implementasi sistem yang sangat
> besar dan hampir tidak dimiliki oleh negara lain yang umumnya memecah
> entitas sistemnya per negara bagian. Untuk itu dalam menjalankan NKRI
> diperlukan terapan sistem e-Gov yang berkualitas dan setara dengan
> sistem pengolahan informasi pada perusaahaan multinational. Oleh
> karenanya seorang yang dianggap ahli eGov yang telah mendunia belum
> tentu mampu memberikan solusi Nasional di Indonesia, banyak masalah unik
> yang hanya ditemui di Indonesia, dan harus diselesaikan dengan cara kita
> sendiri yang belum tentu sama dengan kebiasaan global..
> Semoga bermanfaat.
> Wass.
> Hari S.noegroho
>
> On 3/16/2010 7:09 PM, as wrote:
> >
> >
> > maaf, saya awam,
> >
> > tetapi mestinya ada tautan kunci yang memungkinkan sistem data berbeda
> > bisa diintegrasikan. Apakah saya salah?
> >
> > On Tue, 2010-03-16 at 11:40 +0000, bondansapta wrote:
> > > Secara teknis bisa banyak cara solusinya, namun yang perlu kita
> > cermati adalah sikap keterbukaan dan kesadaran khususnya dari pihak
> > kemendiknas untuk mengkoneksikan/interkoneksi sistem data DAPODIK NISN
> > mereka dengan sistem NIK (SIAK).
> > >
> > > Secara teknis jika untuk interkoneksi tanpa harus merombak eksisting
> > sistem, solusi sederhananya memberdayakan fasilitas API (Application
> > Programming Interface).
> > >
> >
> >
>
> 
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com
> Version: 9.0.790 / Virus Database: 271.1.1/2750 - Release Date: 03/16/10 
> 14:33:00
>
>    


------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke