fyi,

> http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2267&Itemid=2
> 
> Jul 05 2010
> RFID, Presensi Canggih Muktamar Seabad        
> 
> Fariz Abi Karami      
> 
> Yogyakarta - Ada yang berbeda ketika peserta Muktamar
> Muhammadiyah ke-46 ini hendak memasuki ruang sidang.
> Mereka tak perlu lagi antri tanda tangan daftar
> kehadiran. Panitia Penerima Muktamar telah memasang
> sistem penanda kehadiran dengan menggunakan Radio
> Frequency Identification (RFID). Hal ini membuat
> peserta sidang cukup berjalan seperti biasa melewati
> mesin pendeteksi dan namanya akan secara otomatis
> masuk daftar kehadiran. Para peserta Muktamar pun
> merasakan teknologi ini sangat memudahkan. 
> 
> "Ini benar-benar membuat praktis kami sebagai
> peserta. Memang sudah jamannya seperti ini", ungkap
> Nur Siddiq, utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM)
> Kota Langsa Aceh. Nur Siddiq yang ditemui saat keluar
> dari ruang sidang Muktamar Muhammadiyah ke-46 di
> Sportorium UMY, Senin (05/07/2010), mengharapkan
> muktamar-muktamar selanjutnya juga akan menggunakan
> teknologi RFID ini. 
> 
> Senada dengan Nur Siddiq, Ahmad Zaenuri, utusan PDM
> Kabupaten Pemalang mengungkapkan bahwa Muhammadiyah
> sudah seharusnya menggunakan teknologi-teknologi
> seperti ini. "RFID sangat memberikan kenyamanan
> sehingga peserta sidang dapat lebih fokus dalam
> mengikuti sidang", papar Zaenuri yang ditemui pada
> tempat dan kesempatan yang sama. 
> 
> Sementara itu, ditemui di Sekretariat Panitia
> Penerima Muktamar Muhammadiyah di UMY, Iwan setiawan
> selaku anggota Seksi IT menjelaskan bahwa RFID
> bertujuan memberi kenyaman bagi peserta sidang
> sehingga tidak harus mengisi lembaran-lembaran
> presensi. "Dalam jarak 3 meter dari perangkat, nama
> peserta akan otomatis masuk ke dalam daftar
> kehadiran", jelasnya. Lebih lanjut Iwan menjelaskan
> penggunaan RFID ini dikarenakan penggunaan sistem
> barcode pada Muktamar Muhammadiyah ke-45 di Malang
> banyak mendapat keluhan dari peserta. "Saat itu
> beberapa peserta merasa keberatan karena ID Card yang
> digunakan harus ditarik-tarik oleh panitia", 
> terang Iwan. (haqqi) 
> 



/*-sig-


Argumen yang aneh, 
karena video itu jelas-jelas menunjukkan pasukan Israel menyerbu kapal. 
Mana ada pasukan menyerbu lalu tiba-tiba mengaku membela diri.

http://idiotnesia.com/2010/06/03/kisah-keoknya-pasukan-komando-israel/


-sig-*/






Kirim email ke