Dalam menggunakan hartanya, seorang Muslim juga dianjurkan untuk menyimpan atau 
menginvestasikan hartanya sesuai dengan petunjuk yang telah digariskan oleh Al 
Quran dan Hadist. Jika ia menyimpan hartanya, hendaklah ia mengeluarkan zakat 
dan kewajiban lain yang berhubungan dengan itu; dan jika ia menginvestasikan 
hartanya, maka ia harus memilih bisnis yang halal dan menjauhi bisnis yang 
diharamkan serta menghindari transaksi bisnis yang mengandung riba. Seorang 
Muslim diperintahkan menanamkan modalnya dalam bisnis yang halal, meskipun 
mungkin akan menghasilkan keuntungan yang sedikit jika dibandingkan dengan 
investasi pada wilayah-wilayah yang haram.
   
  Sistem pendistribusian penggunaan dan pembelanjaan harta kekayaan dalam Al 
Quran didasarkan pada anjuran infaq, yang akan memberikan garansi bagi 
tersebarnya secara meluas distribusi kekayaan. Sistem ini adalah sebuah 
antitesa dari praktek-praktek riba yang mengumpulkan kekayaan pada satu tangan 
dan pada saat yang bersamaan terdapat perlakuan eksploitatif terhadap 
masyarakat yang kurang mampu. Dua konsep itu, yakni infaq dan riba, sangat 
berseberangan secara mendasar, tujuan dan konsekuensinya. Konsep infaq, yakni 
membelanjakan harta kekayaannya demi kepentingan orang lain, sedangkan konsep 
riba adalah menggerogoti harta kekayaan orang lain secara tidak adil.
   
  Al Quran memberikan kebebasan bagi pemilik harta untuk menggunakannya demi 
kepentingan dan kepuasan dirinya beserta keluarganya sebagaimana yang 
diungkapkan dalam Surah Ath Thalaaq ayat 7, dan Al Quran juga mencanangkan 
kewajiban bagi pemilik harta kekayaan untuk menyisihkan sebagian harta yang 
dimilikinya bagi orang-orang yang berhak menerimanya sebagaimana diungkapkan 
dalam Surah At Taubah ayat 34-35 & 60.
   
  Seseorang yang membelanjakan harta di jalan Allah, berarti ia adalah seorang 
yang telah membangun hubungan dengan Allah dalam mencari nafkah hidup mereka, 
dan pahala mereka akan berlipat ganda. Rasulullah menyatakan bahwa seluruh 
manusia adalah satu “keluarga” Allah, dan manusia yang paling dekat kepada 
Allah adalah orang yang paling baik terhadap “keluarga” Nya.
   
  Seorang Muslim hendaknya membelanjakan hartanya di jalan yang akan mengantar 
dirinya kepada kebahagiaan di “Yaumil Akhir” dan juga memberikan kebahagiaan 
kepada orang-orang miskin.
   
  Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/ulNZQC/lOaOAA/cosFAA/GEEolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke