KPPU Indonesia Terbaik Se-ASEAN
Arin Widiyanti - detikcom 

Tabanan - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Indonesia dipuji sebagai KPPU 
terbaik di ASEAN. Pujian tersebut datang dari United Nations Conference on 
Trade and Development (UNCTAD), sebuah badan PBB bidang ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Chief, Advisory Services and Capacity Building Section 
Competition Law and Policy Branch UNCTAD Hassan Qaqaya dalam konferensi pers 
2nd ASEAN Conference dan Competition Policy dan Law di Hotel Le Meridien, 
Tabanan, Bali, Kamis (15/6/2006) malam.

"Kami kagum. KPPU paling efektif di ASEAN, ada di Indonesia. Terbukti dengan 
makin besarnya kepercayaan pebisnis dan makin sedikitnya komplain terhadap 
keputusan KPPU," ujar Hassan Qaqaya.

Menurutnya sejak UU 5/1999 tentang Persaingan Usaha diimplementasikan, masih 
banyak hakim yang kurang memahaminya. Namun itu bukan artinya yang terburuk. 
Negara maju justru butuh waktu 10 tahun untuk efektif menerapkan hukum 
persaingan usaha. 

"Australia butuh 40 tahun, Jepang 60 tahun, Jerman 25 tahun, Brazil 10 tahun, 
Uni Eropa sudah ada sejak 1950." kata Hassan.

Dia mengusulkan di Indonesia agar ada pengadilan yang terdiri dari 2-3 hakim 
khusus untuk menangani persaingan usaha.

Dia menyatakan KPPU Indonesia lebih maju dari Thailand dan Singapura. Sistem 
yang digunakan sangat baik dan KPPU bersikap independen dari pemerintah. Hal 
itu juga didukung dengan UU Persaingan Usaha yang sangat cocok.

"KPPU Thailand belum selesaikan 1 kasus pun, dan Singapura pemerintahnya masih 
intervensi," ungkap Hassan.

Di tempat yang sama, anggota KPPU Soy Martua Pardede mengatakan cepatnya KPPU 
berkembang di Indonesia karena adanya tenggat waktu jadwal penyelesaian perkara 
yang tertuang dalam UU Persaingan Usaha.

"Kita speedy up karena diwaibkan dalam UU. Kalau tidak bisa, kerjanya jadi very 
slowly," jelas Soy.

Dia menyatakan, 30 hari setelah laporan lengkap, KPPU harus memutuskan kasus 
tersebut perlu masuk perkara atau tidak. Atas pujian UNCTAD, Soy berusaha 
merendah.

"Kita tidak lantas merasa takabur dan jago. Kita masih perlu improve," kata 
Soy.(fay)




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/qlNZQC/hOaOAA/cosFAA/GEEolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke