Assalamu'allaikum Wr Wb Ingat nggak ................ para pejabat orde baru -----pas ada yang diintrogasi eee.... jawabanya Ooooo ini harta hibah dari sipengusaha A ini hadiah dari pengusaha B ( entar gua bagi dech ) ada juga warisan cuma sedikit dan ini gaji saya yang saya kumpulkan dari seminar - seminir.
Oh yaa ... aku inget nich kebetulan dari delapan bersaudara cuma aku yang kerja swasta. Pak De saya bilang " kerja koq di partikelir kapan bisa kaya kamu, lihat tuch adik kamu saja rumahnya sudah gedong ---- masmu punya Loji, kesian amat kamu entar tua nggak punya pensiunan " trus mau makan dari mana ??? Untuk membela diri dan sok suci aku jawab sekenanya " Pak De tapi entar kalau dihisap gampang jawabnya, yang saya cari habis dimakan ....." Wassalam Djayus Sunarso Mail to : [EMAIL PROTECTED] http: //www.schott.com __________________ Assalaamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh, Hare gene Anda(2) masih nanya bagaimana mungkin kok pejabat bisa kaya? Ini dunia bung, ini Indonesia. Awalnya, orang bilang kalau mau kaya harus jadi pejabat berpangkat. Sekarang, kalau mau jadi pejabat (atau orang yang ngatur penjabat) harus kaya. Tapi jangan lupa, ujung2-nya KUBURAN juga. Saya lebih mau bertanya, apa sih definisinya korupsi? Saya seorang pensiunan pejabat menengah yang merasa tidak pernah korupsi (astaghfirullah). Tapi, lama2 dipikir saya sekarang harus banyak bertaubat karena tanpa sadar saya telah korupsi selama masih menjabat dulu. Minimal, yang saya sadari adalah bahwa saya telah banyak "korupsi waktu" karena harus ngobyek/berbisnis dalam jam2 kerja atau memanfaatkan jam kantor untuk kepentingan2 pribadi/kongkow/dll semacamnya. Entah bagaimana pendapat orang lain, saya hanya memanfaatkan waktu hidup saya yang tersisa ini untuk mempersiapkan diri di hari dimana saya akan dihisab nanti. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya, juga kepada Anda(2) yang sefaham. Aamiiin. Wassalaam, [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ----- From: A Nizami To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; lisi ; sabili Sent: Tuesday, June 26, 2007 8:52 AM Subject: [ekonomi-nasional] Dosakah Mencalonkan Pemimpin yang Korup? Assalamu'alaikum wr wb, Saya heran juga melihat kekayaan para calon gubernur DKI saat ini. Fauzi (pegawai negeri) kekayaannya Rp 40 milyar sementara Adang yang polisi Rp 28 Milyar. Dari mana mereka bisa sekaya itu? Kalau dari gaji, seandainya mereka kerja dari umur 20 tahun selama 40 tahun dengan gaji Rp 30 juta per bulan, maka paling banter mereka hanya dapat Rp 14,4 milyar saja. Ayah saya sendiri yang pensiunan pegawai negeri dengan pangkat equivalen dengan Mayor Jendral hartanya tak lebih dari Rp 500 juta. Padahal kami hidup sederhana dan tidak sekolah di sekolahan yang elit (cuma sekolah negeri). Jadi terus terang saya sekali lagi heran dengan prestasi mereka menumpuk kekayaan? Kiranya bukan hanya KPUD saja yang memeriksa total kekayaan. Tapi harusnya KPK juga meneliti dari mana kekayaan tersebut di dapat. Apakah dapat warisan, usaha sampingan, atau dari jalan yang haram? Apalagi setahu saya para pejabat tidak dibolehkan untuk berbisnis. Allah saja ketika menghisab manusia tidak hanya menghitung total kekayaan. Tapi darimana kekayaan itu didapat dan kemana kekayaan tersebut digunakan. Apakah kekayaan itu didapat dengan jalan halal dan dihabiskan untuk sedekah. Atau didapat dengan jalan haram dan digunakan untuk menumpuk kekayaan dan foya-foya? Orang yang menumpuk harta kekayaannya dengan korupsi dan untuk foya-foya tidak akan punya kepedulian pada rakyat. Seandainya uang itu haram, maka mencalonkan dan memilih orang tersebut juga haram. Tadi pagi ada ceramah yang bilang bahwa orang yang membantu orang lain melakukan kejahatan, maka dia juga berdosa. Kemudian ada hadits yang menyatakan bahwa dalam kejahatan riba, bukan hanya pelaku riba saja yang berdosa, tapi juga penulis dan saksinya. Kenapa? Karena jika calon tersebut adalah koruptor, maka ketika mendapat kekuasaan lebih dia akan korupsi lebih hebat lagi. Maka berdosalah orang yang mencalonkan dan memilihnya jika dia tahu ada yang aneh dengan kekayaan calon yang dia dukung, tapi dia tidak berusaha mencari tahu apakah harta calonnya itu halal/haram. Menjauhi syubhat itu lebih utama. Lebih baik memililh pemimpin yang cerdas, amanah, jujur, bersih, dan sederhana ketimbang memilih calon yang kaya tapi korup. Pada akhirnya niat dakwah yang ada pada aktivis parpol Islam hendaknya tidak luntur. Jangan sampai semboyan bersih dan dakwah akhirnya berganti jadi "Berani Kotor itu Bagus" seperti kata seorang seniman. Kita berharap ada kejelasan informasi kekayaan calon-calon pemimpin kita. Mudah-mudahan didapat dari jalan yang halal. Wassalamu'alaikum === Kekayaan Fauzi Rp 40 M, Adang Rp 28 Miliar - KOMPAS CYBER MEDIA Daftar kekayaan ini juga akan diumumkan di depan perwakilan parpol pengusung para calon. Adang-Dani diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fauzi ... www.kompas.com/ver1/Pilkada/0706/15/030346.htm === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________________ Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with the Yahoo! Search weather shortcut. http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather [Non-text portions of this message have been removed]
