gampang saja jika ada pegawai pemerintahan yang kaya raya sementara rakyatnya
masih ada yang hidup dibawah garis kemiskinan pasti korup.
mau sengaja atau tidak sengaja, langsung atau tudak langsung pasti korup
contoh saya punya kerabat di pemda, jika mau membangun misal rumah sakit, 
sekolah,
sarana jalan, pasar, gedung, dsb, jika SK sudah turun mereka sibuk cari 
kontraktor atau developer,
karena para kontraktor juga pada rebutan proyek, mereka mau bayar asal bisa 
menang tender
itu uang pelicin yang milyar2an bisa habis dibagi2 dalam sehari dan semua 
kebagian mulai
dari pegawai rendahan sampai kabag bahkan bupati juga dapet, nanti tetap 
diadakan lelang
tender yg koleksi ya orang pemdanya dan dibuat skenario kontraktor tsb yang 
menang
wal hasil sikontraktor yg pakai pelicin akhirnya maju sebagai pemenang tender, 
dan karena
dana pembayaran proyek juga per term dari pemerintah, terpaksa si kontraktor 
menalangi
dulu saat pembangunan, makanya mereka membangun asal2an karena dananya pas2an
sehingga kualitasnya seadanya.
inilah yang menjelaskan kenapa jalan raya yg seharusnya umurnya 5th ngga sampai 
5 bln sudah rusak,
bangunan2 sekolah temboknya seharusnya bisa awet 10th ngga sampai 5 th pada 
ambruk
pokoknya kalau sudah berurusan sama pegawai pemerintahan, apasaja yang bisa di 
duitin
pasti diuber, mau korupsikek enggak kek yang penting dapet duit.
apalagi sekarang banyak yang tambah smart, permainannya lihai dan halus, bisa 
mengelabui
LSM, aparat hukum atau audit BPK, pokoknya good play maker
saya setuju sekali kalau korupsi di atas 1 m dihukum potong tangan saja 
dua2nya, diatas
2 m potong kaki tangan dua2nya, biar pada kapok.


  ----- Original Message ----- 
  From: Ahmadi Agung 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; lisi ; sabili 
  Sent: Tuesday, June 26, 2007 9:58 AM
  Subject: RE: [ekonomi-nasional] Dosakah Mencalonkan Pemimpin yang Korup?


  Wa'alaikumusallam Wr Wb.

  Yg membuat saya LEBIH HERAN adalah,...

  Mengapa Beliau-beliau semua mau capek-capek badan dng membuang duit milyaran 
rupiah hanya untuk BEREBUT ingin jadi Pemimpin ( gub & cawagub )..???

  Apakah Beliau-beliau itu LUPA bahwa jadi pemimpin itu TANGGUNG JAWAB-nya AMAT 
SANGAT BERAT di AKHIRAT nanti...

  Mengapa Beliau-beliau yg nota bene sudah pada SEPUH TIDAK mem-FOKUS-kan ber - 
IBADAH saja ( HambluminaLLAH ) untuk menghadapi MAUT yg semakin mendekat..???

  Salam
  AL-Pacitan



  -----Original Message-----
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of A 
Nizami

  Assalamu'alaikum wr wb,

  Saya heran juga melihat kekayaan para calon gubernur
  DKI saat ini. Fauzi (pegawai negeri) kekayaannya Rp 40
  milyar sementara Adang yang polisi Rp 28 Milyar.

  Dari mana mereka bisa sekaya itu?

  Kalau dari gaji, seandainya mereka kerja dari umur 20
  tahun selama 40 tahun dengan gaji Rp 30 juta per
  bulan, maka paling banter mereka hanya dapat Rp 14,4
  milyar saja. Ayah saya sendiri yang pensiunan pegawai
  negeri dengan pangkat equivalen dengan Mayor Jendral
  hartanya tak lebih dari Rp 500 juta. Padahal kami
  hidup sederhana dan tidak sekolah di sekolahan yang
  elit (cuma sekolah negeri). Jadi terus terang saya
  sekali lagi heran dengan prestasi mereka menumpuk
  kekayaan?

  Kiranya bukan hanya KPUD saja yang memeriksa total
  kekayaan. Tapi harusnya KPK juga meneliti dari mana
  kekayaan tersebut di dapat. Apakah dapat warisan,
  usaha sampingan, atau dari jalan yang haram? Apalagi
  setahu saya para pejabat tidak dibolehkan untuk
  berbisnis. 

  Allah saja ketika menghisab manusia tidak hanya
  menghitung total kekayaan. Tapi darimana kekayaan itu
  didapat dan kemana kekayaan tersebut digunakan. Apakah
  kekayaan itu didapat dengan jalan halal dan dihabiskan
  untuk sedekah. Atau didapat dengan jalan haram dan
  digunakan untuk menumpuk kekayaan dan foya-foya? Orang
  yang menumpuk harta kekayaannya dengan korupsi dan
  untuk foya-foya tidak akan punya kepedulian pada
  rakyat.

  Seandainya uang itu haram, maka mencalonkan dan
  memilih orang tersebut juga haram. Tadi pagi ada
  ceramah yang bilang bahwa orang yang membantu orang
  lain melakukan kejahatan, maka dia juga berdosa.
  Kemudian ada hadits yang menyatakan bahwa dalam
  kejahatan riba, bukan hanya pelaku riba saja yang
  berdosa, tapi juga penulis dan saksinya. Kenapa?
  Karena jika calon tersebut adalah koruptor, maka
  ketika mendapat kekuasaan lebih dia akan korupsi lebih
  hebat lagi.

  Maka berdosalah orang yang mencalonkan dan memilihnya
  jika dia tahu ada yang aneh dengan kekayaan calon yang
  dia dukung, tapi dia tidak berusaha mencari tahu
  apakah harta calonnya itu halal/haram. Menjauhi
  syubhat itu lebih utama.

  Lebih baik memililh pemimpin yang cerdas, amanah,
  jujur, bersih, dan sederhana ketimbang memilih calon
  yang kaya tapi korup.

  Pada akhirnya niat dakwah yang ada pada aktivis parpol
  Islam hendaknya tidak luntur. Jangan sampai semboyan
  bersih dan dakwah akhirnya berganti jadi "Berani Kotor
  itu Bagus" seperti kata seorang seniman.

  Kita berharap ada kejelasan informasi kekayaan
  calon-calon pemimpin kita. Mudah-mudahan didapat dari
  jalan yang halal.

  Wassalamu'alaikum

  ===
  Kekayaan Fauzi Rp 40 M, Adang Rp 28 Miliar - KOMPAS
  CYBER MEDIA
  Daftar kekayaan ini juga akan diumumkan di depan
  perwakilan parpol pengusung para calon. Adang-Dani
  diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fauzi
  ...
  www.kompas.com/ver1/Pilkada/0706/15/030346.htm

  ===
  Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
  Kirim email ke: syiar-islam- <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> 
[EMAIL PROTECTED]

  __________________________________________________________
  Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
  with the Yahoo! Search weather shortcut.
  http://tools. <http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather> 
search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke