Hm... ini masalah yang sudah lumrah dan telah menjadi akut. Makanya 
saya cenderung tidak mempercayai rumor yang berbau negeri :-). 
Proses2x yg mereka lakukan cenderung tidak ilmiah. LPEM saja masih 
banyak kelemahannya lalu bagai mana dengan yang di tingkat provinsi 
dan kabupaten? Karena itu kalupun masih mau percaya kepada lembaga2x 
yang berbau negeri maka sebaiknya turunkan standar kepercayaan kita 
maksimal 60% saja. Karena jika percaya 100% itu akan menjadikan kita 
bodoh dan terjebak kedalam nasionalisme yang patalis. Belum lagi jika 
anda melihat sendiri skill2x para pegawainya, kalau saya lihat disini 
sangat menghawatirkan (asal ada personal saja). Karena itu sekali 
lagi batas maksimal kepercayaan terhadap lembaga yang berbau negeri 
cukup 60% saja (apapun yang bebau negeri gunakan alpa 40% hehe....)

Belum lagi jika anda lihat di tingkat kabupaten yang masih 
terbelakang, maka data2x statistik itu sudah basi dan kadaluarsa. Di 
Kabupaten Tebo misalnya, saya lihat sistim pemerintahannya masih 
kayak main2x saja dan wajar sih kalau banyak masyarakat yang tidak 
hanya mentertawakannya malah tidak percaya. Bahkan di jambi saya 
lihat sistim pemerintahan itu berjalan sama rancunya dengan istilah 
kubu beneran atau kubu sekolah? Ya, pada dasarnya kita semua hanyalah 
kubu, dayak, siak, batak, javanicus sekolahan. Jadi jangan sombong 
dan angkuh dulu lah...

NB:

Realitalah yang membuka mata saya bahwa "apapun yang berbau negeri 
memang bullshit" dan penuh KKN kata teman saya dan saya cenderung 
membenarkannya. Realita semacam ini sudah menjadi akut hingga 
generasi tua yang terbiasa dengannya terkikis habis dari struktur 
organisasi pemerintahan. 

Tidak ada yang sempurna didunia ini karena itu tanpa negara dan 
industri kita tetap bisa hidup.





--- In [email protected], deepbluesea 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> loh, jangan heran pak agus
> 
> ini kan versi LPEM. mereka juga bilang kalo kenaikan BBM yang tidak
> manusiawi di akhir 2005 dulu katanya justru membawa berkah bagi 
warga
> miskin. LPEM kan yang bikin studi untuk kementrian ESDM.
> Tapi ya gimana mau gak dinaikin, lha wong itu jelas2 tertulis di 
naskah LoI
> dengan IMF bahwa " Indonesian must replace the current energy law " 
karena
> tidak pro pasar, artinya perusahaan2 minyak cuma bisa ngebor tapi 
waktu itu
> belon bisa jual bensin ke 200 juta orang indonesia. gile 
boo...pasar yg
> guedhe makanya ga rela the & sisters ngelepas hanya jadi monopoli 
pertamina.
> 
> lagi2 statistik, benar bisa menurut siapa saja...
> 
> panji
> 
> 
> On 7/16/07, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Ketika membaca hasil survey statistik yang mengatakan
> > bahwa jumlah orang miskin di Indonesia dari tahun 2003
> > hingga sekarang jadi semakin berkurang, saya setengah
> > tidak percaya.
> >
> > Dan memang dari riset sekilas saya di Google, ternyata
> > sulit dipercaya kalau jumlah orang miskin berkurang
> > mengingat angka kenaikan harga barang jauh lebih
> > tinggi daripada kenaikan penghasilan (UMR).
> >
> > Sebagai contoh, UMR DKI tahun 2003 hanya sekitar rp
> > 631 ribu sementara tahun 2007 hanya sekitar rp 900
> > ribu/bulan. Penghasilan hanya naik 43%.
> >
> > Sementara ongkos transport bis naik dari rp 1.000
> > menjadi rp 2.000 (100%) demikian pula beras dari rp
> > 2.300/kg menjadi rp 4.700/kg (104%).
> >
> > Jadi ditengah maraknya kemiskinan, kita masih bisa
> > menikmati hiburan statistik...:)
> >
> > Salam
> >
> > Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat-FEUI
> > 302 Tahun 2001. Sedangkan UMP yang berlaku di DKI
> > Jakarta pada tahun 2003 sebesar Rp. 631.554
> > berdasarkan Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus
> > Ibukota ...
> > lpem.org/item.php?id=59&type=2
> >
> > http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/industri/2004/0519/ind1.html
> > Harga beras juga stabil dengan harga beras standar
> > berkisar Rp 2200–Rp 2400/kg.
> >
> > Mau Kerja Kontrak? Pahami Aturannya - KOMPAS CYBER
> > MEDIA
> > Kalau mau nego gaji, patokannya upah minimum regional
> > (UMR) yang berlaku di tiap daerah. Untuk DKO Jakarta,
> > UMR tahun 2007 ditetapkan Rp 900.560 per bulan. ...
> > www.kompas.com/ver1/Perempuan/0707/04/113816.htm
> > ===


Kirim email ke