sayang saya tidak nonton.... please kasih tanggapan kalo ada yang nonton....
Thanks
 



----- Forwarded Message ----
From: rsa <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, July 27, 2007 1:59:42 PM
Subject: [keadilan4all] Debat Tim Calon Gubernur Jakarta di SCTV

Debat Tim Calon Gubernur Jakarta di SCTV

Tadi malam di SCTV ada debat tim sukses calon gubernur Jakarta. 
Awalnya saya kira debat ini akan berjalan membosankan (soalnya pakai 
ada acara adu yel-yel segala sih). Tapi ternyata tidak juga. Debatnya 
bisa dibilang "hidup" – dengan alasan yang mohon maaf akan terdengar 
subjektif.

Dari pihak Adang ada Igo Ilham, sementara dari pihak Foke ada Idrus 
Marham. Secara kualitas penampilan, saya kasih skor 1 untuk Igo. 
Tutur kata dan intonasi dia teratur dan menarik. Tidak banyak 
retorika dan sangat mudah dicerna. Dia sangat tenang, banyak menebar 
senyum, pokoknya simpatik sekali lah (ini kali pertama saya melihat 
Igo Ilham dan saya jujur terkesima hehehe).

Sedangkan Idrus mirip penceramah malam tadi. Dia beberapa kali 
mengutip ayat suci Al-Quran dalam argumennya – sesuatu yang bagi saya 
kurang perlu. Selain karena dia bisa mencari argumen lain, ayat yang 
dikutip pun tidak terlalu "kena" dalam debat itu. Jadi tidak bernas. 
Pada beberapa babak dia juga nampak gusar dan akibatnya gelagapan.

Kalau PKS (yang bernafaskan Islam) saja sama sekali tidak menyitir 
ayat suci, mengapa pula koalisi partai-partai (yang 
bernafaskan "pluralisme" ) merasa perlu melakukannya?

Dalam 4 menit waktu yang diberikan pemandu debat, Igo berhasil 
memaparkan program Adang. Sedangkan Idrus? Sampai menit ke 3 saya 
masih belum menangkap apa poin dia.

Selanjutnya pemandu debat melontarkan pertanyaan tentang banjir, 
masalah abadi kaum Jakartanensis. Idrus diberi kesempatan menjawab 
lebih dulu. Setelah mengatakan bahwa banjir adalah persoalan kompleks 
dan karenanya diperlukan penanganan bersama dalam menanggulanginya, 
dia menjamin dalam 3-4 tahun tidak akan ada banjir lagi jika Foke 
menang. Alasannya?

Foke sudah dan lebih tahu pemetaan masalah Jakarta. Dia juga ahli 
perencanaan tata kota.

Tentu saja ini poin empuk untuk diserang. Kalau saya jadi Igo pun 
saya akan mempertanyakan hal serupa: mengapa tidak dari dulu? Mengapa 
baru sekarang? Bagaimana bisa keluar angka 3-4 tahun sedangkan selama 
ini toh Jakarta selalu kebanjiran?

Idrus bertahan dengan mengatakan, bagaimanapun Foke sudah lebih 
paham. Ini jauh lebih baik ketimbang "orang baru" yang tentunya 
memerlukan waktu untuk belajar lagi – sementara Jakarta tidak bisa 
menunggu. Tiba-tiba pengacara Ruhut Sitompul (yang duduk di pihak 
Foke) berdiri dan menambah huru-hara.

Ruhut memulai dengan mengatakan "surga itu di telapak kaki 
ibu!", "aku Poltak si raja minyak dari Medan", dan "ada iklan di 
televisi seorang nenek mengatakan, buat anak kok coba-coba". Nah, 
kata dia, kalau untuk anak saja tidak boleh coba-coba, bagaimana 
Jakarta?

Hahaha. Sebuah argumen yang pantas diikutkan lomba atletik karena 
mampu melompat sedemikian jauh.

Terhadap "Foke lebih tahu dan ahli", Igo menjawab bahwa persoalan 
menjadi gubernur adalah persoalan kepemimpinan, bukan keahlian. 
Gubernur adalah seorang generalis, bukan spesialis. Untuk urusan 
teknis kita bisa membekerjakan para ahli. Persoalannya sekarang 
adalah niat. Bertahun-tahun dana pembangunan Banjir Kanal Timur 
dikeluarkan tapi kok proyek itu tidak kunjung selesai.

Oya, perkataan Ruhut yang membawa-bawa Poltak (karakternya dalam 
sinetron Gerhana) juga menyebalkan. Entah kenapa saya tidak pernah 
suka orang yang menggunakan karakternya dalam sinetron/film untuk 
tujuan politik. Saya pun membenci Ruhut dengan kadar yang sama saya 
membenci Rieke Dyah Pitaloka dan Rano Karno – yang setelah gagal jadi 
calon gubernur malah tampil mendukung Foke sebagai Si Doel.

Saya hendak memotong skor pihak Foke untuk argumen yang dodol ini, 
tapi mereka belum punya satupun. Ya sudah, kalau begitu tambahan skor 
saja untuk pihak Adang. Jadi 2-0.

Saya juga tadinya hendak memberikan skor kepada pihak yang 
mengucapkan "Kanal Banjir Timur" tapi baik Igo maupun Idrus tidak ada 
yang mengatakan demikian.

Sekarang pemandu debat berlanjut ke persoalan kemacetan lalu-lintas, 
yang juga masalah abadi. Igo mengatakan akan "meneruskan yang sudah 
ada" seperti proyek busway, monorail, dan lain-lain. Ini langsung 
langsung disambar Idrus, yang mengatakan "nah kan, sudah diakui 
sendiri kan keberhasilannya" . Dia kemudian meminta semua pihak jangan 
ambivalen. Di satu sisi mengungkapkan kegagalan, tapi di lain sisi 
mengakui keberhasilan.

Ini juga mendapat balasan: Sutiyoso sendiri sudah mengakui bahwa 
busway adalah proyek dia, bukan Foke.

Dijawab lagi: keberhasilan Sutiyoso kan berkat andil Foke juga.

Dibalas lagi: kalau begitu pihak Idrus pun tak kalah ambivalen. Untuk 
keberhasilan, Foke dibilang punya andil. Tapi giliran kegagalan, Foke 
tak ada andil?

Hahaha. Seru sekali bukan?

Ketika membahas kemacetan ini, Ruhut kembali berdiri. Dia menyindir 
adanya sebuah partai yang melakukan demonstrasi dan akibatnya 
memacetkan Jakarta. "Apa partainya? Kitalah yang tahu..." katanya 
sambil tertawa. Ini jelas menyindir PKS. Apa jawaban Igo Ilham?

"Kalau memang tak ada lagi partai yang membela rakyat, PKS lah yang 
turun."

Dahsyat.. Saya suka orang yang blak-blakan. Saya benci tukang sindir. 
Tambah skor lagi lah buat Igo. 3-0.

Setelah itu debat dilanjutkan dengan persoalan kriminalitas dan 
pengangguran. Sama seperti sebelumnya, ada juga "berbalas pantun" di 
sini. Tapi esensi debatnya sih sama saja. Yang satu melihat 
pemerintahan sekarang sebagai berhasil (dan ada andil calon mereka di 
situ) sedangkan yang satu lagi melihat pemerintahan sekarang gagal 
dan karenanya mesti diganti.

Idrus sempat hampir bunuh diri dengan mengatakan pasar tradisional 
akan semakin berkembang jika Foke menang. Hahaha. Memangnya siapa 
yang selama ini mematikan pasar rakyat dengan membangun pusat 
perbelanjaan di mana-mana?

Baiklah. Karena sepertinya saya sudah berbicara terlalu panjang, ini 
penilaian terakhir. Calonnya Igo sudah mengundurkan diri sejak 8 
bulan yang lalu sementara calonnya Idrus hanya cuti. Tambah lagi deh 
skor untuk Igo. Saya benci kutu loncat sih. 4-0. Saya kasih skor juga 
untuk pemandu debat, Andy Budiman, yang memberi cukup ruang bagi 
peserta debat. Tegas tapi tidak galak.

Akhir kata, Igo Ilham menang telak malam tadi. Saya kira akan sayang 
sekali jika kemenangan itu tidak kembali terulang pada 8 Agustus 
nanti.

Diambil dr http://kramput. blogspot. com/2007/ 07/debat- tim-calon-
gubernur-jakarta- di.html

Bagi yang ga sempat nonton bisa lihat di
http://www.liputan6 .com/view/ 8,145092, 1,0,1185505887. html





       
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]



Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke