Kemiskinan biasanya diukur lewat dua cara, sehingga konsepnya juga ada 2
- Kemiskinan absolut
- Kemiskinan relatif
Kemiskinan absolut diukur dengan garis kemiskinan, bisa pakai kriteria BPS,
bisa pakai kriteria Bank Dunia. Mereka yang sudah diatas garis kemiskinan
dianggap tidak miskin lagi.
Dalam studi tentang kemiskinan absolut kritik biasanya diarahkan ke kelayakan
garis kemiskinan dan kurang digambarkannya seberapa jauh mereka yang sudah
tidak dianggap miskin berada di atas garis kemiskinan. Dugaan sementara di Ina
angka kemiskinan absolut memang telah menurun, namun mereka hanya naik
peringkat sedikit saja, yakni menjadi hampir miskin.
Kemiskinan relatif bicara mengenai distribusi pendapatan, jika timpang berarti
ada masalah kemiskinan relatif. Ukurannya biasanya dipakai indek Gini atau yang
sejenisnya.
Nah sekarang tentang tabungan, dapatkah tabungan digunakan untuk mengukur
kemiskinan?
Salam hangat
B. Samparan