Mau ngomong makro, indikatornya ya makro dan standar donk. Jangan bercerita
tentang sektor/wilayah tertentu yang mengalami boom.
Di Surakarta dan sekitarnya, ketika anthurium harganya menggila, banyak orang
menjadi kaya, buat rumah, umrah, haji, tabungan banyak. Bahkan ketika tanah
runtuh di kampung bunga Tawangmangu banyak ditemukan bundelan uang ratusan
juta. Ingat juga kasus kelapa sawit, dan yang sejenisnya. Tapi, apa secara
makro kondisi ekonomi, yang berhubungan dengan kesejahteraan, lalu membaik?
Saya sendiri yakin, ada perbaikan sedikit, tetapi jika dibobot dengan potensi
- SDAE yang Ina punya - perbaikan yang sedikit ini tidak menjadi signifikan
nilainya.
Yang harus diingat, fenomena zero sum society tampaknya makin sering terjadi di
Ina. Ada yang membaik, ada yang memburuk. Jumlah totalnya nol. Jadi, hanya
terjadi realokasi sumber daya saja. Takutnya realokasi jutru makin melemahkan
massa rakyat dan memperkuat elit, atau setidaknya kelas menengah.
Salam hangat
B. Samparan