Pagi ini saya membaca salah satu tulisan bapak Kemal Syamsuddin yang
membahas tentang Inflasi Musiman
<http://web.bisnis.com/kolom/2id1481.html>  , memasuki bulan ramadhan
ini ada masalah yang selalu muncul tiap tahunnya dan ini biasa menjadi
bahan curhatan para ibu - ibu rumah tangga [:D] , apalagi kalau bukan
naiknya harga-harga bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.


Memang kenaikan harga tersebut di atas hanyalah bersifat musiman,
sehingga fenomena yang terjadi itu selalu disebut sebagai inflasi
musiman. Karena selalu terjadi setiap kali menjelang dan selama bulan
Ramadhan maupun hari raya Idul Fitri. Tetapi anehnya, meskipun sudah
diketahui terjadi berulang kali setiap tahun, toh tetap tidak dapat
dicegah.

Secara logika sederhana, sesuatu masalah yang sudah diketahui
periodisasi terjadinya, seharusnya dapat diantisipasi dan dicegah untuk
tidak terjadi pada musim berikutnya. Namun kenyataan menunjukkan inflasi
musiman itu tetap saja terjadi setiap tahun.

Dilihat dari sisi permintaan, inflasi musiman ini memang didorong oleh
naiknya permintaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang memang
meningkat. Sementara langkah yang ditempuh pemerintah dengan cara
meningkatkan pasokan barang-barang kebutuhan masyarakat itu. Seharusnya
pada saat permintaan naik dan di sisi lain penawaran juga meningkat maka
tidak akan terjadi kenaikan harga.

Tetapi kenyataan juga menunjukkan, peningkatan pasokan yang dilakukan
pemerintah tidak cukup efektif meredam naiknya harga. Maka pertanyaan
yang muncul adalah, di mana letak kesalahannya?

dikatakan dalam tulisannya Kemungkinan yang terjadi :


1. meningkatnya permintaan

2. Perubahan Struktur Pasar
3. Naiknya Biaya Produksi



Dari ketiga hal tersebut solusi apa yang harus kita ambil jika ternyata
hal tersebut ini tiap tahun selalu terjadi?, sedangkan pemerintah saja
kwalahan untuk menanganinya [:-/]


Salam
Anna Rainsakina



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke