Alhamdulillah….., Pak Presiden SBY itu ternyata aspiratif dan responsif, Sangat aspiratif dalam mendengarkan keluhan kesulitan rakyat, Sangat responsif dalam mengambil solusinya, Apapun kata orang, apapun kata pengamat, tentang motif motivasi dibelakangnya (toh menurut pepatah : dalam laut dapat diduga, apa yang didalam hati itu hanya Allah SWT yang tahu). Tapi, paling tidak, beliau menjanjikan harga elpiji tidak akan dinaikkan sampai Pemilu 2009 mendatang. Alhamdulillah….., Apapun komentar orang, apapun cercaan pengamat, yang katanya pelarangan menaikkan harga elpiji itu melanggar UU, tapi ya mendinganlah, biarlah melanggar UU, dari pada tidak melanggar sama sekali membuat harga elpiji naik, maka ya mendinglah, paling tidak selama 10 (sepuluh) bulan mendatang tak lagi mendengar isteri meminta tambahan anggaran dapur lah. Alhamdulillah….., Dijanjikan harga elpiji tidak dinaikkan sampai pelaksanaan Pemilu 2009 mendatang. Alhamdulillah….. Ah, jika begini ini terus, janji-janji dan realisasinya, maka alangkah betapa sangat nikmatnya, andaikan saja Pemilu itu dijalankan saja pada setiap tahun. Alhamdulillah…., LPG dijanjikan tak akan dinaikkan lagi harganya, walau hanya dijanjikan sampai pelaksanaan Pemilu 2009 mendatang. Setelah Pemilu ?, Entahlah….. Sama aja kok, yang Lama, yang Mantan, yang Baru, toh sama aja hasil dan kelakuannya, hanya akan memperlakukan rakyat bak raja kalau ada maunya…..dukungan suara untuk memilih dirinya. Ya, memang begitulah politik……. Alhamdulillah…., Kata pengamat sih, dampak politik akibat harga LPG ini yang sangat kurang baik, karena dapat berakibat kredibilitas dan dukungan terhadap pemerintah bisa jatuh karenanya. Wah, jangan-jangan memang jajaran pimpinan di Pertamina sengaja berbuat begitu itu memang ditujukan agar kredibilitas dan dukungan rakyat terhadap pemerintah agar menurun. Lho, berarti itu Pertamina sengaja secara politik melakukan sabotase terhadap pak Presiden SBY agar kredibilitas politik pak SBY hancur karena elpiji dong kalau begitu ?, Lho, ya bisa jadi lho memang begitu maksudnya jajaran pimpinan di Pertamina (toh menurut pepatah : dalam laut dapat diduga, apa yang didalam hati itu hanya Allah SWT yang tahu). Alhamdulillah…., Kata pengamat pula, Harga LPG naik maka angka Golput naik, Berarti jika harga LPG tidak naik maka angka Golput juga tidak naik, Alhamdulillah…., Ya, mungkin begitu lah, Paling tidak begitulah sampai menjelang Pemilu 2009 mendatang, Namun sampai pas waktu pada saat pelaksanaan Pemilu 2009, entahlah. Lho ?... Iyalah ya, pemerintah toh menjanjikan harga LPG tidak naik hanya sampai Pemilu 2009 saja, setelahnya ?, wassalam…..naik lagi khan ?.... Jadi kalaupun rakyat berjanji tidak akan Golput hanya sampai menjelang pelaksanaan Pemilu 2009 khan logis juga, itung itung impaslah….. Alhamdulillah…., Jadi ?, tetap boleh Golput khan…..??? Wallahu’alambishshawab. *** Melarang Pertamina Menaikkan Harga Elpiji. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarang Pertamina menaikkan lagi harga elpiji tabung 12 kilogram dan 50 kilogram. Harga elpiji dijanjikan tak akan naik hingga pelaksanaan Pemilu 2009. Secara hitung-hitungan korporasi, Pertamina memang berhak menaikkan harga elpiji. Namun, aksi korporasi tetap harus memperhatikan dampak sosial serta daya beli masyarakat. “Saya menyampaikan agar dalam mengambil keputusan itu supaya diperhatikan bukan hanya aspek ekonominya. Tapi juga dampak sosialnya. Apakah cocok dengan situasi Ramadhan seperti ini, juga dampak politiknya”, kata beliau. SBY memahami pula kenaikan itu karena Pertamina tidak ingin disalahkan bila merugi akibat harga elpiji tak disesuaikan dengan harga keekonomiannya. Sebab, Pertamina memang hanya menanggung subsidi elpiji kemasan 3 Kg, tapi tidak untuk tabung 12 Kg dan 50 Kg. Tidak Naik Sampai Pemilu. Menjawab pertanyaan sampai kapan tak ada kenaikan elpiji. Meneg BUMN, Sofyan Djalil, mengatakan, “Sampai Pemilu lah”. Mengenai kenaikan elpiji Rp.500 per Kg Senin pekan lalu, Sofyan mengatakan itu sudah terlanjur. “Biarkan saja karena bisa mengurangi beban Pertamina juga “. Rencana Semula Harga Naik Setiap Bulan. Kelangkaan elpiji yang terjadi, diakuinya akibat keputusan sebelumnya bahwa Pertamina akan menaikkan harga elpiji setiap bulan. Direktur pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyan Zakaria menilai, pelarangan Pertamina untuk tidak lagi menaikkan harga elpiji sebagai capur tangan pihak lain. “ Ini melanggar UU BUMN “, katanya. (dicuplik dari membaca SKH Republika Kamis 04092008 halaman 1 kol 1-4)
--------------------------------- Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah klik http://www.SyaikhAchmadSyaechudin.org --------------------------------- --------------------------------- Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! [Non-text portions of this message have been removed]
